Wis kondur ning bulaksumur, mas
soal pemilu, 
sing kesel RT-RW ujungnya jadi PPS
tapi yen ora dirahabi karo RT-RW,  piye.. negarane
memang bener kandhane pak Prof. 
ning jepang wis bisa mengejewantahkan apa sing dadi tangung jawabe
lan ukumane wis pener, (hukum ditegakkan) 
yen ning negaraku...
kabeh melu cawe-cawe, merga ana dhuwite
yen perlu kantor DPRD-kantor lurah-stadion... obong wae
yen jagone kalah ........  (sejatinya, dibangun dari duitnya sendiri)
ukumane, sing wog cilik cepet mlebu kunjara
sing wong gedhe, mangan enak, turu enak, isih oleh shoping ning mal
trus .....

kendil,
ora melu-melu kampanye

--- Pada Rab, 24/9/08, M. Mudasir <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: M. Mudasir <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [kendal-online] Strategi Bakal Calon pada T-1
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 24 September, 2008, 11:42 PM






Yth. Mas Kun,
Mas nek aku wis bosen tur jeleh dengan tetek bengek kampanye dan pemilu (ala 
kita) yang menyedot begitu banyak energi dan dana. Nek iso suksesi kepemimpinan 
kuwi yo koyo nang Jepang (weleh-weleh padune sekolahe nang Jepang, he..he...), 
ora kokehan ini itu, ora kokehan dana tida mnyedot energi. Walaupun perdana 
menteri ben tahun, ning tetep adem ayem. Contoh kemarin perdana menteri mundur, 
maka kurang dari 2 minggu sudah bisa memutuskan oktober akan ada pemilu, dadi 
persiapane yo ming rong wulan cukup, ora nganggo sosialisasi nang luar negeri 
barang, yang ngurus cukup orang-orang tertentu dan beres, yang lain mengerjakan 
aktivitas sehari-harinya tanpa terganggu, business as usual. Lha di sini semua 
orang ikut sibuk berpolitik, sehingga yang seharusnya dandani dalan ora mlaku, 
sing kudune ngecek sepur, ora mlaku, mulo anjlok terus, sing kudune ngurus 
pertanian, melu-melu gawe partai. Jarene negara agraris ning kabeh import, apel:
 Australi, Fuji. Jambu dan ayam: Bangkok. Produksi Gas katanya terbesar kedua 
di Dunia ning rakyate bingung golek gas, soale kabeh digowo nang Jepang. Malah 
wong Jepang sing enak-enak menikmati gas kita dengan harga yang sesungguhnya 
juga tidak mahal. Mungkin karena jadi politisi itu enak ya (tentunya kalau 
dibandingkan peneliti), lha milih seseorang saja dapet chek 500 juta, he..he....
 
Tapi ya barangkali kita memang unggahe (nek coro ngajine) masih di situ ya, 
mudah-mudahan pelan-pelan kita (termasuk saya, tentunya) menjadi lebih 
terdidik dalam memilih (jika mau milih) dan para calon-calon pemimpin kita 
benar-benar berniat untuk memajukan negara dan tidak sekedar jari "jeneng" dan 
"jenang" alias "status" dan "fulus". 
 
Salam dari Mbulaksumur,
 Mudasir 
Department of Chemistry
Faculty of Mathematics and Natural Sciences,
Gadjah Mada University, Sekip Utara
PO Box Bls 21, Yogyakarta 55281
Indonesia
HP:(+62)-811-251267 
Fax:(+62)-274-545188




----- Original Message ----
From: muhamad kundarto <[EMAIL PROTECTED]>
To: milist alumni <[EMAIL PROTECTED]>; alumni faperta <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: milist dosen UPN <[EMAIL PROTECTED]>; milist pty <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, September 25, 2008 12:55:40 PM
Subject: [kendal-online] Strategi Bakal Calon pada T-1







Bagi kawulo alit, menyongsong pemilihan tahun depan atau T-1 saat ini (apapun 
jabatan yang diperebutkan) , tahun ini adalah tahun penuh kegelisahan dan 
kebingungan. Betapa tidak, hingar bingar kampanye terbuka dan terselubung 
semakin menghiasi hari demi hari. Slogan iklan di televisi, secara 
terang-terangan banyak individu mengklaim sebagai calon presiden. Sementara di 
lingkungan yang lebih pemalu, mulai terdengar kasak-kusuk, siapa yang bakal 
nyalon (lagi) atau siapa saja pendatang baru.

Adapun Bakal Calon sendiri, setahun ini adalah waktu yang tepat untuk 'tebar 
pesona' dengan segala macam kelebihannya, baik yang jujur punya kelebihan 
atau.... yang norak selalu melebih-lebihkan (baca: jangan tanya jujur 
tidaknya). Momen waktu skala nasional akan menjadi santapan empuk, seperti 
lebaran, natalan, tahun baru, dan peringatan hari besar nasional lainnya. 
Tabiatpun akan menjadi super ramah dan full senyum dalam menghadapi setiap
 masalah, al khususon di depan media atau saat di depan publik. Yang biasanya 
jarang SMS atau telphon atau silaturahmi pun mendadak jadi super sering. 
Sehingga si penerima hanya bisa komentar "akhirnya datang juga...".
weleh... weleh....

Mungkin bakal calon adalah memang orang yang berkualitas luar dalam. Tetapi 
kadang sering terlenda dengan pasukan oposan pencari jabatan (baca: tim sukses) 
yang seringnya malah membuat blunder politik bagi sang kandidat. Dengan 
semangat 45, tim sukses akan selalu bersikap seperti "rela mati" atau minimal 
"cap jempol darah" jika ditanya komitmennya. Tak jarang juga mereka dulu orang 
yang berseberangan karena memihak calon lain, TAPI, karena calon yang ini 
dirasakan akan menang, langsung deh putar haluan. 
"Kita harus cerdik membaca arah angin, donk!", kilahnya pasti.
Program yang sebenarnya belum layak publikasi pun secara prematur sudah 
dipropagandakan. Alhasil, jika ternyata meraih kontroversi massa,
 langsung saja diredam dengan mencari kambing hitam pihak ketiga.

Hawa nafsu berlebihan dalam mimpi meraih kemenangan, kadang membuat kita tidak 
bijaksana lagi dalam mengatur langkah, baik alokasi waktu, SDM, biaya, dll.

Rasanya sayang juga jika melihat sebuah era kepemimpinan, dimana pemimpinnya 
sebenarnya bagus, tetapi karena jabatan di bawahnya 'kepaksa' banyak diisi oleh 
hasil 'dagang sapi' dan 'balas budi' dengan tim suksesnya doeloe, membuat 
kepemimpinannya menjadi stagnan.

Bagi para Bakal Calon, alangkah baiknya jika lebih jeli memilih partner kerja 
dan independensi keprofesionalan dalam kepemimpinan. Bagi petualang karier 
instan ala tim sukses, silahkan berkompetisi dengan elegan dan obyektif, jangan 
pake dalil ABS demi sebuah jabatan tertentu atau UUD (ujung-ujunge duit).

Jalur propaganda di dunia maya (internet), rasanya masih jarang yang 
memanfaatkan. Alangkah baiknya jika jalur ini menjadi prioritas, minimal buat
 pembelajaran orang dewasa.
"tapi khan realitanya masih sangat sedikit yang familiar dengan internet.." 
kilahnya.

Yang ngaku punya email, pasti banyak
Tapi yang realistis emailnya masih On dan dibuka minimal seminggu sekali, 
jarang !!

Yang ngaku siap 24 jam untuk berjuang, banyak diucapkan bakal calon
Tapi yang realistis lapang dada memimpin dan menerima kritikan, jarang !!!


Ki Asmoro Jiwo





      




      
___________________________________________________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke