Pertamax Gan...
Kok kayaknya repost dari kaskus ya Gan???hehehe...
pi nice share Gan..mantaph...
saya juga bikin trit yang sama persis pi judulnya Kisah si seceng dan cepek 
ceng...
bisa dicheck lo mas..hehehe...g tau yg duluan saya atau dia..pokoknya bisa 
menjadi sharing buat semua...
Nice share...

best regards,     Zakie Zakaria Anshori  PT. Graha Usaha Teknik  Jl. Asem Baris 
Raya No 100A Kebon Baru  Jakarta 12830

--- Pada Kam, 22/1/09, Eko Mulyo Hadi <[email protected]> menulis:
Dari: Eko Mulyo Hadi <[email protected]>
Topik: [kendal-online] Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000
Kepada: "Milis IF XI" <[email protected]>, "Milis KendalOnline" 
<[email protected]>, "Milis Kendal94" <[email protected]>, 
"Milis Tendean34" <[email protected]>, "Milis Warga Puri Primacom" 
<[email protected]>
Tanggal: Kamis, 22 Januari, 2009, 3:04 AM










    
            Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000

      Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki
asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda.
Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan
alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang

seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih,
harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari
PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di
dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.


      Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya,
ampyyyuunnnn. ......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga
bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal,
kotor, lecet dan..... bau! Padahal waktu kita sama-sama

keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ..... Ada dapa
denganmu?"

      Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih
keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang
perjalanannya, uang seribu berkata : "Ya, beginilah

nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga
hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari
berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang
kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong

plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah
dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik
seorang
      pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci
tukang warteg. Dari laci tukang

      warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk.
Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya
bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat,
digulung-gulung, diremas-remas. ......"


      Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:
"Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali
dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari
PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan

harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita
cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari sana,
aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel
berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil

mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas
selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.
      Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu.
Dan...... aku jarang lho ketemu
      sama teman-temanmu. "


      Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega,
katanya : "Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu
berada di tempat yang nyaman.

      Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan

bangga daripada kamu!" "Apa itu?" uang
seratus ribu penasaran.

      "Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak
amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir
setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget

tuh aku melihat kamu disana....."




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke