cerita yang menarik bos, saya copy yah semoga bisa diambil khikmahnya bagi yang 
lain .... amin


--- Pada Sab, 24/1/09, Ahmad Zamroni <[email protected]> menulis:
Dari: Ahmad Zamroni <[email protected]>
Topik: Re: [kendal-online] Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 24 Januari, 2009, 12:01 AM










    
            





kisah ini luar biasa, dari aku cuek, aku menjadi 

tersenyum, dari aku tersenyum aku menjadi bengong hampir tertetes 

airmataku.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
From: 

eko.h...@gmail. com
To: ahmad.zamroni@ curugsewu. com
Date: 16:04:56, 

01.22.2009
Subject: [kendal-online] Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000
~ 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~



 



>> 

>>Balada Kisah Uang 1.000 Dan 

100.000
>>
>>      Konon, uang 

seribu dan seratus ribu memiliki
>>asal-usul yang sama tapi mengalami 

nasib yang berbeda.
>>Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan 

dan
>>alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, 

uang
>>seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, 

bersih,
>>harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar 

dari
>>PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali 

di
>>dompet seseorang dalam kondisi yang 

berbeda.
>>
>>      Uang seratus ribu 

berkata pada uang seribu :"Ya,
>>ampyyyuunnnn. ......... darimana saja 

kamu, kawan? Baru tiga
>>bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh 

banget? Kumal,
>>kotor, lecet dan..... bau! Padahal waktu kita 

sama-sama
>>keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ..... Ada 

dapa
>>denganmu?"
>>
>>      

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih
>>keren dengan 

perasaan nelangsa. Sambil mengenang
>>perjalanannya, uang seribu 

berkata : "Ya, beginilah
>>nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari 

PERURI, hanya tiga
>>hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. 

Hari
>>berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur 

yang
>>kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke 

kantong
>>plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan 

darah
>>dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke 

plastik
>>seorang
>>      pengamen, 

dari pengamen sebentar aku nyaman di laci
>>tukang warteg. Dari laci 

tukang
>>      warteg saya berpindah ke 

kantong tukang nasi uduk.
>>Begitulah perjalananku dari hari ke hari. 

Itu makanya saya
>>bau, kumal, lusuh, karena sering 

dilipat-lipat,
>>digulung-gulung, diremas-remas. 

......."
>>
>>      Uang seratus ribu 

mendengarkan dengan prihatin.:
>>"Wah, sedih sekali perjalananmu, 

kawan! Berbeda sekali
>>dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita 

keluar dari
>>PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus 

dan
>>harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang 

wanita
>>cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari 

sana,
>>aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di 

hotel
>>berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom 

mobil
>>mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di 

tas
>>selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang 

bagus.
>>      Jarang deh aku di tempat yang 

kamu ceritakan itu.
>>Dan...... aku jarang lho 

ketemu
>>      sama teman-temanmu. 

"
>>
>>      Uang seribu terdiam 

sejenak. Dia menarik nafas lega,
>>katanya : "Ya. Nasib kita memang 

berbeda. Kamu selalu
>>berada di tempat yang 

nyaman.
>>
>>      Tapi ada satu hal 

yang selalu membuat saya senang dan
>>bangga daripada kamu!" "Apa itu?" 

uang
>>seratus ribu 

penasaran.
>>
>>      "Aku sering 

bertemu teman-temanku di kotak-kotak
>>amal di mesjid atau di 

tempat-tempat ibadah lain. Hampir
>>setiap minggu aku mampir di 

tempat-tempat itu. Jarang banget
>>tuh aku melihat kamu 

disana....."
>>
>>
>>






      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke