Tp wktu tulisn2 saya dimuat gk perlu pk senjata gituan jg bs kok mas.so,whats d problem yah?
FARID MUJIB wrote: > Awalnya saya ragu dengan Agus Mutohar yang Pak Yusuf sebutkan, > tetapi setelah saya cross cek ke beliau ternyata benar. Agus Mutohar, nama > yang tidak asing, karena beliau adalah kakak sepupu saya. Mas Agus tinggal di > Karangmalang, Kec. Kangkung (=atau cepiring ya??, he he maap lupa...). Beliau > adalah alumni IAIN Walisongo, dan mendapat beasiswa dari DIKTI di Univ South > Carolina untuk mendalami bahasa Inggris.... Sebenarnya kalau dikatakan kuliah > di AS, beliau tidak benar2 kulaih di sana, karena cuma kuliah singkat saja > kurang lebih satu tahun. Beliau sering cerita ke saya, sudah banyak artikel2 > yang dilayangkan ke surat kabar, tapi beliau kecewa karena jarang dimuat. > Kebanyakan surat kabar hanya memuat tulisan2 berdasarkan siapa penulisnya > bukan kualitasnya. Walaupun tulisannya ecek2, tapi kalau yang nulis seorang > guru besar pasti dimuat. Begitu keluh beliau. Akhirnya beliau menggunakan > senjata Universitas South Carolina, dan > ternyata manjur, dimuat di koran sekaliber Kompas. Oh ya, untuk Pak Yusuf, > jika ingin kenal lebih lanjut dg Mas Agus silakan hubungi 081575403969. .. > Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> wrote: > Hari ini (24/01/09) saya membaca koran Kompas > edisi Yogyakarta, ada sebuah tulisan menarik berjudul "Mengajar Dengan > Hati". Penulisnya : Agus Mutohar. Setelah saya baca, pada bagian akhir > tertulis identitas beliau : Pendidik, Alumnus University of South Carolina, > Amerika Serikat, tinggal di Kendal, Jateng. Siapa pak Agus Mutohar? Saya > hanya berpikir, barangkali orang-orang seperti beliau ini (yang kebetulan > tinggal di Kendal dan punya kapasitas lebih), akan bisa diharapkan > sumbangsaran, kontribusi, pemikiran, dsb. untuk kemajuan Kendal, entah apa > bentuknya. Salam, Yusuf http://madurejo. wordpress. com http://yiskandar. > wordpress. com >

