sori agak membuka topik lama,mumpung sempat.. jadi ada beberapa kriteria dalam menentukan sebuah tulisan dimuat atau enggak. seperti : --kekinian topik --kesederhanaan bahasa, banyak orang nulis dengan bahasa yang ilmiah biar dikira pinter,padahal seharusnya tulisan dalam media massa haruslah bahasa sederhana karena pembacanya dari berbagai kalangan -- ejaan, seringkali salah ketik dibiarkan atau ejaan salah. akibatnya, redaktur malas untuk mengedit karena dah capek langsung maen buang aja tulisan -- kebaruan ide, apakah ide yang ditulis merupakan ide yang baru dari sudut pandang baru, ataukah ide pasaran yang semua orang juga bisa memikirkannya -- bahasa yang bertele -tele juga menjadi penyebab malasnya mas redaktur baca artikel kita -- keselarasan antara judul, dan isi tulisan -- besarnya perubahan yang dimungkinkan dari munculnya sebuah tulisan -- nama besar penulis,ini baru faktor yang saya sebutkan terakhir. sebab, dalam beberapa media massa sering saya temui biodata penulis yang "kurang ngebom". pernah saya temui penulis mengaku sebagai ibu rumah tangga, dan dimuat tulisannya. saya juga kalo nulis malah kadang mengaku "cuma" mahasiswa. dulu juga ketika dimuat di KOmpas juga menulis sebagai mahasiwa, universitas lokal lagi. dimuat juga kok.
trik agar bisa dimuat -- banyak membaca, dengan membaca berarti kita menambah wawasan dan kekayaan kosa kata baru serta memiliki pedoman dalam style tulisan kita -- banyak menulis, menulis dan menulis... jangan malu untuk ditolak. tidak pernah ada penulis besar yang karyanya langsung dimuat.apalagi sekarang ngirim khan bisa lewat email, jadi kl ditolak khan gk malu wong gk ketemu ama redakture hehehehhehe -- mau menerima kritik atas tulisan kita. kl nggak mau menerima kritik, nderekke mawonlah..nha bagi yang gk mau dikritik tulisannya, ada media lain kok. seperti wordpress barangkali, atau blog. bebas, meh njengking po mlumah tulisan anda bisa dimuat hehehhe -- kuat begadang (ini trik saya seh) kl malam hari biasanya banyak ide yang akan muncul di tengah keheningan malam, bersama embun malam dan derit jengkerik dan suara pocong halah..... monggo barangkali beberapa rekan yang pernah dimuat tulisannya juga barnagkali kalo mau urun gagasan. mas ulum, mas kundarto juga yang pernah saya lihat di KR. nuwun.. --- On Mon, 1/26/09, ery wijaya <[email protected]> wrote: From: ery wijaya <[email protected]> Subject: Re: [kendal-online] Lapor, Saya Kenal Pak Agus Mutohar... To: [email protected] Date: Monday, January 26, 2009, 7:20 PM hehe...saya sepakat dengan mas witono, saya kira kita mesti memulai untuk berpikir jernih, dalam artian bahwa terkadang kita mengaitkan gelar, alumni dsbnya sebagai salah satu takaran kualitas tulisan kita...tapi memang ada benarnya juga karna untuk mencapai gelar tersebut, dan menjadi alumni (bahkan untuk masuk ke univ tersebut) juga perlu kualitas. Namun terkadang kita suka lupa, bahwa kehidupan juga bisa menjadi universitas yang paling top sedunia..buktinya orang2 yang ndak sekolah sampe tinggi2 juga banyak yang jadi orang Top. Jadi kita gak bisa menghukum bahwa hanya karna embel2 kita nama almamater tulisan kita dengan mudahnya muncul di suatu media, karna saya yakin media Indonesia juga udah gak bodo2 amat...jadi mungkin saja pas Pak Agus Mutohar nulis ternyata tulisannya udah gak up to date, ato mungkin kalah kualitas dengan tulisan yang lain jadi gak dimuat2...dan pas dimuat dengan atas nama almamater pas tulisannya itu bagus..kan bisa saja terjadi....mari saling berkaca saja. Salam, Ery Wijaya http://erywijaya. wordpress. com/ From: witono hidayat <witonohidayat@ yahoo.com> To: "farid_richi@ yahoo.com" <farid_richi@ yahoo.com> Cc: "kendal-online@ yahoogroups. com" <kendal-online@ yahoogroups. com> Sent: Monday, 26 January, 2009 18:04:27 Subject: RE: [kendal-online] Lapor, Saya Kenal Pak Agus Mutohar... Tp wktu tulisn2 saya dimuat gk perlu pk senjata gituan jg bs kok mas.so,whats d problem yah? FARID MUJIB wrote: > Awalnya saya ragu dengan Agus Mutohar yang Pak Yusuf sebutkan, > tetapi setelah saya cross cek ke beliau ternyata benar. Agus Mutohar, nama > yang tidak asing, karena beliau adalah kakak sepupu saya. Mas Agus tinggal di > Karangmalang, Kec. Kangkung (=atau cepiring ya??, he he maap lupa...). Beliau > adalah alumni IAIN Walisongo, dan mendapat beasiswa dari DIKTI di Univ South > Carolina untuk mendalami bahasa Inggris.... Sebenarnya kalau dikatakan kuliah > di AS, beliau tidak benar2 kulaih di sana, karena cuma kuliah singkat saja > kurang lebih satu tahun. Beliau sering cerita ke saya, sudah banyak artikel2 > yang dilayangkan ke surat kabar, tapi beliau kecewa karena jarang dimuat. > Kebanyakan surat kabar hanya memuat tulisan2 berdasarkan siapa penulisnya > bukan kualitasnya. Walaupun tulisannya ecek2, tapi kalau yang nulis seorang > guru besar pasti dimuat. Begitu keluh beliau. Akhirnya beliau menggunakan > senjata Universitas South Carolina, dan > ternyata manjur, dimuat di koran sekaliber Kompas. Oh ya, untuk Pak Yusuf, > jika ingin kenal lebih lanjut dg Mas Agus silakan hubungi 081575403969. .. > Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> wrote: > Hari ini (24/01/09) saya membaca koran Kompas > edisi Yogyakarta, ada sebuah tulisan menarik berjudul "Mengajar Dengan > Hati". Penulisnya : Agus Mutohar. Setelah saya baca, pada bagian akhir > tertulis identitas beliau : Pendidik, Alumnus University of South Carolina, > Amerika Serikat, tinggal di Kendal, Jateng. Siapa pak Agus Mutohar? Saya > hanya berpikir, barangkali orang-orang seperti beliau ini (yang kebetulan > tinggal di Kendal dan punya kapasitas lebih), akan bisa diharapkan > sumbangsaran, kontribusi, pemikiran, dsb. untuk kemajuan Kendal, entah apa > bentuknya. Salam, Yusuf http://madurejo. wordpress. com http://yiskandar. > wordpress. com >

