mas kalo belom konfirm mendingan ga usah dibahas. daripada suudzon nambah-namba dosa saja :)
2009/3/6 moh anto <[email protected]>: > Itu belum seberapa, karena pada waktu Pilkada Kendal 2004 muncul isu > penculikan yg dilakukan pasukan preman HB terhadap tim sukses lawan > politiknya, bahkan keluarganya ada yg di ancam, tp sekali lagi ini masih isu > belum bisa dipastikan keabsahannya. > --- Pada Kam, 5/3/09, ASROFI <[email protected]> menulis: > > Dari: ASROFI <[email protected]> > Topik: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya? > Kepada: [email protected] > Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 8:50 AM > > waduh... > kendal ngeri temen yo.. > kok ono preman barang... > > > > 2009/3/5 moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com> >> >> Perlu diketahui bahwa HB cs mempunyai pasukan preman yg sampe sekarang >> masih aktif walaupun secara sembunyi-sembunyi, dan juga Ketua DPRD Jawa >> Tengah adalah adik kandung dari HB >> --- Pada Kam, 5/3/09, witono hidayat <witonohidayat@ yahoo.com> menulis: >> >> Dari: witono hidayat <witonohidayat@ yahoo.com> >> Topik: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya? >> Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com >> Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 8:42 AM >> >> andaikan tulisan ini bisa disampaikan kepada keluarga HB dan juga keluarga >> besar DPRD Kendal... >> >> adakah yang bisa menyampaikan. .. >> >> mungkin mereka adalah orang orang yang hanya tau hidup untuk di dunia >> saja, sehingga menumpuk harta seoalah bisa menyelamatkan mereka dari >> kematian... >> >> --- On Thu, 3/5/09, Budiyanto <hr2fat...@gmail. com> wrote: >> >> From: Budiyanto <hr2fat...@gmail. com> >> Subject: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya? >> To: kendal-online@ yahoogroups. com >> Date: Thursday, March 5, 2009, 8:32 AM >> >> Haus Kekuasaan >> Selasa, 03-Maret-2009, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah >> >> Lain dulu lain sekarang. Mungkin ungkapan ini cocok dengan keadaan pada >> hari ini. Mereka telah terhempas jauh dari tuntunan Allah -Ta’ala-, dan >> Rasul-Nya -Shallallahu alaihi wa sallam- . Besarnya gelombang syahwat dan >> syubhat membuat mereka terpisah jauh dari panutan mereka yaitu para sahabat >> nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para shalafush shaleh. Mereka >> beraqidah, bukan dengan aqidah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan para >> sahabatnya. Mereka beribadah, bukan dengan ibadah yang dicontohkan oleh Nabi >> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan para sahabatnya. Mereka bermu’amalah, >> bukan dengan mu’amalah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan para >> sahabat. Akhirnya, Allah Ta’ala membiarkan mereka memilih jalannya sendiri >> dan memalingkan mereka dari kebenaran, kemana mereka mau berpaling sebagai >> hukuman kepada mereka atas kedurhakaannya kepada Rasulullah -Shollallahu >> ‘alaihi wasallam-, dan akibat mereka tidak mau mengikuti jalannya para >> sahabat. >> >> Allah -Ta’ala- berfirman, >> >> “Barang siapa yang durhaka kepada Rasul setelah jelas kebenaran baginya >> dan mengikuti selain jalan orang-orang beriman (para sahabat) Kami biarkan >> dia dalam kesesatannya dan kelak kami akan masukkan mereka ke dalam neraka >> Jahannam, dan Jahannam itu adalah sejelek-jelek tempat kembali.” (QS. >> An-Nisaa’ :115) >> >> Jika kita mau memperhatikan kondisi kaum muslimin pada hari ini dan >> membandingkannya dengan para sahabat dan pengikut mereka yang setia, maka >> kita akan mendapatkan perbedaan yang sangat jauh. Pada hari ini, kaum >> muslimin berlomba-lomba dan haus kekuasaan untuk mendapatkan jabatan dan >> menjadi pemimpin. Padahal para salaf terdahulu menjauhi dan menghindarinya. >> >> Segala cara mereka tempuh, tanpa peduli lagi dengan halal tidaknya. Maka >> nampaklah gambar-gambar mereka terpampang di setiap sudut jalan dengan >> kata-kata yang menggoda berharap agar mereka dipilih oleh masyarakat. Mulai >> dari orang kaya sampai guru ngaji; yang tua maupun yang muda, semua berebut >> kursi jabatan. Sungguh sial para pengemis kekuasaan tersebut; mereka telah >> menghamburkan harta dimana-mana demi meraih kekuasaan. Andaikan harta yang >> mereka hamburkan dalam pesta demokrasi itu mau dikumpulkan, lalu >> disedekahkan di jalan Allah, niscaya banyak orang yang akan merasakan >> manfaatnya. Tapi demikianlah setan menghiasi kehidupan dunia ini dengan >> segala macam tipuannya untuk membinasakan manusia, dan membuat mereka rugi >> di dunia. >> >> Para salafush shaleh terdahulu sangat takut jika mereka diberikan >> kekuasaan. Sebab mereka tahu dan pahami besarnya konsekuensi dan pertanggung >> jawaban kekuasaan kelak di sisi Allah -Ta’ala- >> >> Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, >> >> أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ, >> فَاْلأَمِيْرُ الَّذِيْ عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ >> رَعِيَّتِهِ >> >> “Ingatlah, setiap orang diantara kalian adalah pemimpin, dan setiap dari >> kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang amir (pemimpin >> masyarakat) yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin, dan ia akan ditanya >> tentang rakyatnya". [HR. Bukhari (5200) dan Muslim (4701)] >> >> Seorang yang mau menjadi pemimpin dan penguasa, harus mengetahui betul >> bahwa kekuasaan adalah amanah yang amat berat dipundak, dan tanggung jawab >> yang amat besar di sisi Allah, sebab ia harus menunaikan hak orang banyak, >> dan berbuat adil kepada mereka sebagaimana halnya mereka ingin agar rakyat >> menunaikan tugasnya di hadapan dirinya. Sungguh tugas ini amat berat >> digenggam, dan amat berbahaya. Tak heran jika Panutan kita, Nabi Muhammad >> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengingatkan kita tentang bahayanya >> kekuasaan, dan orang yang memintanya. >> >> Abdur Rahman bin Samuroh -radhiyallahu ‘anhu- berkata, "Rasulullah >> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepadaku, >> >> يَا عَبْدَ الرَّحْمنِ بْنَ سَمُرَةَ لاَ تَسْأَلِ اْلإِمَارَةَ, فَإِنَّكَ >> إِنْ أُوْتِيْتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا, وَإِنْ أُوْتِيْتَهَا >> مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا >> >> "Wahai Abdur Rahman bin Samuroh, janganlah engkau meminta kekuasaan. >> Karena jika kau diberi kekuasaan dari hasil meminta, maka engkau akan >> diserahkan kepada kekuasaan itu (yakni, dibiarkan oleh Allah & tak akan >> ditolong, pent.). Jika engkau diberi kekuasaan, bukan dari hasil meminta, >> maka engkau akan ditolong". [HR. Al-Bukhoriy (6622, 6722, 7146, & 7147), dan >> Muslim (4257, & 4692)] >> >> Abu Musa Al-Asy’ariy-radhiyal lahu ‘anhu- berkata, >> >> دَخَلْتُ عَلَى النَّبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلاَنِ >> مِنْ بَنِيْ عَمِّيْ, فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ >> أَمِّرْنَا عَلَى بَعْضِ مَا وَلاَّكَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ, وَقَالَ الآخَرُ >> مِثْلَ ذَلِكَ, فَقَالَ: إِنَّا,وَاللهِ ! لاَ نُوَلِّيْ عَلَى هَذَا الْعَمَلِ >> أَحَدًا سَأَلَهُ وَلاَ أَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ >> >> "Aku pernah masuk menemui Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersama dua >> orang sepupuku. Seorang diantara mereka berkata, "Wahai Rasulullah, >> jadikanlah kami pemimpin dalam perkara yang Allah -Azza wa Jalla- berikan >> kepadamu. Orang kedua juga berkata demikian. Maka beliau bersabda, "Demi >> Allah, sesungguhnya kami tidak akan menyerahkan pekerjaan ini kepada orang >> yang memintanya, dan tidak pula orang yang rakus kepadanya". [HR. >> Al-Bukhoriy (7149), dan Muslim (1733)] >> >> Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, >> >> لَنْ أَوْ لاَ نَسْتَعْمِلُ عَلَى عَمَلِنَا مَنْ أَرَادَهُ >> >> "Kami tak akan mempekerjakan dalam urusan kami orang yang menginginkannya" >> . [HR. Al-Bukhoriy (2261, 6923, & 7156), dan Muslim (1733)] >> >> Seorang yang meminta kekuasaan dan rakus terhadapnya akan mengalami >> penyesalan, sebab ia bukan ahlinya. Kekuasaan menjadi sebuah kenikmatan >> sementara, sedang kesusahan dan tanggung jawab akan menanti di Padang >> Mahsyar. >> >> Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, >> >> إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ عَلَى اْلإِمَارَةِ وَسَتَكُوْنُ نَدَامَةً يَوْمَ >> الْقِيَامَةِ, فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الفَاطِمَةُ >> >> "Sesungguhnya kalian kelak akan rakus terhadap kekuasaan, dan kekuasan itu >> akan menjadi penyesalan pada hari kiamat. Kekuasaan adalah sebaik-baik >> penetek(yakni, awalnya penuh kelezatan dan kenikmatan, pent.), dan >> sejelek-jelek penyapih (yakni, di akhirnya, saat terjadi kudeta, dan >> pertanggungjawaban di hari akhir, pent.)". [HR. Al-Bukhoriy (6729), dan >> An-Nasa’iy (4211 & 5385)] >> >> Sungguh nasihat dan wejangan berharga ini seyogyanya menjadi peringatan >> bagi kaum muslimin tentang beratnya tanggung jawab menjadi seorang pemimpin. >> Hendaknya jangan berani meminta kekuasaan. Sebelum seorang diberi kekuasaan >> dan tanggung jawab, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan takut akan >> azab-Nya dengan membentengi diri mereka dengan ilmu sebelum menjadi >> pemimpin. >> >> Seorang ulama’ tabi’in, Al-Ahnaf bin Qois Al-Bashriy -rahimahullah- >> berkata, “Umar bin Khattab pernah mengatakan kepada kami, “Pelajarilah ilmu >> agama sebelum kalian memegang kekuasaan”. Sufyan berkomentar, “Karena >> seseorang yang telah mengetahui ilmu agama, ia tidak akan berhasrat lagi >> mengejar kekuasaan.” [Lihat Shifatush shafwah (2/236)] >> >> Demikian pula para salaf yang lain, mereka sangat takut jika diberi >> kekuasaan. Al-Miswar bin Makhromah-radhiyall ahu ‘anhu- bekata, “Ketika >> Abdur Rahman bin Auf diberi mandat dalam majlis syura (dewan musyawarah >> pemilihan khalifah dari kalangan ulama yang cerdik dan pandai). Beliau >> adalah orang yang paling kuidamkan untuk menduduki jabatan khalifah. Kalau >> beliau enggan, sebaiknya Sa’ad. Tiba-tiba Amru bin Ash menjumpaiku dan >> berkata, “Apa kira-kira pandangan pamanmu Abdur Rahman bin Auf, kalau ia >> menyerahkan jabatan ini kepada orang lain, padahal dia tahu bahwa dirinya >> lebih baik dari orang itu?”. Aku segera menemui Abdurrahman dan menceritakan >> kepada beliau pertanyaan itu. Beliau lalu berkomentar, “Seandainya ada orang >> meletakkan pisau dileherku lalu menusuknya hingga tembus, itu lebih kusukai >> daripada menerima jabatan tersebut”. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ >> (1/87-88)]. >> >> Utsman bin Affan pernah mengeluh karena mimisan (keluar darah dari >> hidung), lalu beliau memanggil Humran. Beliau berkata, “Tuliskan mandat >> untuk Abdurrahman untuk menggantikan aku bila aku meninggal". Maka Humran >> pun menuliskan mandat itu. Setelah itu, Humran datang menjumpai Abdur Rahman >> seraya berkata, “ Ada kabar gembira”. Abdur Rahman bertanya, “Kabar apakah >> itu?”. Humran berkata, “Utsman telah menuliskan mandat untuk anda >> sepeninggalannya” . Abdur Rahman pun segera berdiri di antara makam dan >> mimbar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- (yakni, di Raudhah), lalu >> berdo’a, “Ya Allah apabila penyerahan jabatan dari Utsman sepeninggalnya >> betul-betul terjadi, maka matikanlah aku sebelum itu”. Tak lebih enam bulan >> berselang, beliau pun wafat. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (1/88)] >> >> Yazib bin Al-Muhallab ketika diangkat sebagai gubernur Khurasan, ia >> membuat pernyataan, “Beritahukanlah kepadaku tentang seorang laki-laki yang >> memiliki kepribadian yang luhur lagi sempurna”. Beliau lalu dikenalkan >> kepada Abu Burdah Al-Asy’ariy. Ketika Sang Gubernur menemui Abu Burdah, ia >> mendapatinya sebagai seorang lelaki yang memiliki keistimewaan. Ketika Abu >> Burdah berbicara, ternyata apa yang ia dengar dari ucapannya lebih baik dari >> apa yang ia lihat dari penampilannya. Sang Gubernur lantas berkata, “Aku >> akan menugaskanmu untuk urusan ini dan ini, yang termasuk dalam kekuasaanku" >> . Abu Burdah meminta maaf karena tidak bisa menerimanya. Namun Sang Gubernur >> tidak menerima alasannya. Akhirnya Abu Bardah pun berkata, “Wahai Gubernur, >> sudikan anda mendengarkan apa yang disampaikan oleh ayahku? Bahwa ia pernah >> mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda”. Gubernur >> berkata, “Sampaikanlah” . Abu Bardah berkata, “Sesungguhnya Ayahku (Abu Musa >> Al-‘Asy’ariy) telah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- >> bersabda: >> >> “Barang siapa yang ditugaskan untuk memikul suatu pekerjaan yang dia tahu >> bahwa dirinya bukanlah orang yang ahli atau pantas dalam pekerjaan tersebut, >> bersiap-siaplah ia masuk ke dalam neraka”. >> >> Aku bersaksi wahai Gubernur, "Bahwa aku bukanlah orang yang ahli atau >> pantas dalam urusan yang anda tawarkan". Sang Gubernur justru berkata, >> “Dengan ucapanmu itu, kamu justru membuat kami makin berhasrat dan senang >> menaruh kepercayaan kepadamu. Laksanakanlah dengan segala tugas-tugasmu. >> Kami tidak bisa menerima alasanmu”. Maka lelaki itu pun menjalankan tugasnya >> di antara mereka selama beberapa waktu. Lalu ia meminta ijin untuk dapat >> menemui Gubernur, dan ia diijinkan. Lalu ia berkata, “Wahai Gubernur, >> sudikan anda mendengarkan apa yang disampaikan ayahku kepadaku bahwa ia >> mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, “terlaknatlah >> orang yang meminta atas nama Allah. Terlaknatlah orang yang diminta atas >> nama Allah, lalu tidak mengabulkan permintaan si peminta, selama ia (si >> peminta) tidak meminta perkara yang memutuskan persaudaraan” . >> >> Sekarang aku minta atas nama Allah untuk tidak menjalankan tugas lagi, dan >> memaafkan saya atas pekerjaan yang telah saya lakukan.” Maka sang Gubernur >> pun menerima alasannya. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (4/345)] >> >> Sufyan berkata, “Aku tidak pernah melihat kezuhudan yang lebih sulit >> daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita bisa dapati orang zuhud dalam >> hal makanan, minuman, harta, dan pakaian, namun kalau kita berikan kepadanya >> kekuasaan, ia akan mempertahankannya dan berani bermusuhan membelanya”. >> [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (7/262)] >> >> Itulah sebagian dari nasihat dan mutiara hikmah dan petuah salafush shaleh >> yang tinggi mutunya, mahal harganya, dan besar faedahnya. Kalimat yang >> muncul dari lisan generasi terbaik umat ini. Yakni sahabat, tabi’in, dan >> tabi’ut tabi’in -radhiyallahu anhum-. >> >> Allah -Ta’ala- berfirman ketika memuji mereka, >> >> “Orang-orang yang terduhulu lagi pertama dari kalangan muhajirin dan >> anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada >> mereka dan mereka ridho kepada Allah dan Dia menyiapkan bagi mereka >> surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di >> dalamnya selamanya. Itulah kemenangan yang besar”. ( QS. At-Taubah: 100) >> >> Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini, “Allah mengabarkan tentang ridhonya >> kepada orang-orang beriman dari kalangan muhajirin dan anshar dan >> orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, serta keridhoan mereka kepada >> Allah. Dengan apa yang Allah telah siapkan mereka berupa surga-surga yang >> nikmat dan kenikmatan yang abadi [Lihat Tafsir Al-Qur’anil Adzim (2/398)] >> >> Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, >> >> خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ >> يَلُوْنَهُمْ >> >> “Sebaik-baik manusia adalah di zamanku, kemudian setelahnya (tabi’in), >> kemudian setelahnya (tabi’ut-tabi’ in)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab >> Asy-Syahadat (2509), dan Muslim dalam Fadho’il Ash-Shohabah (2533)] >> >> Ayat dan hadits di atas menjelaskan kepada kita tentang keutamaan dan >> kedudukan yang agung yang telah diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada para >> sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik. Karena itu, hendaknya >> kita menjadikan mereka sebagai panutan dan suri teladan yang baik. Merekalah >> yang dikenal dengan "Salafush Sholih" (Pendahulu yang Baik) >> >> Alangkah indahnya ucapan Abdullah bin Mas’ud-radhiyallahu ‘anhu-, >> “Barangsiapa yang ingin mengambil teladan maka hendaklah ia mengambil >> teladan pada orang yang telah meninggal (yakni, para sahabat), sebab orang >> yang masih hidup tidaklah aman dari ujian. Mereka adalah para sahabat nabi >> Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-, mereka adalah manusia terbaik umat >> ini, yang paling bagus hatinya, yang paling dalam ilmunya, dan paling >> sedikit membebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang dipilih oleh Allah >> untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya. Maka kenalilah keutamaan >> mereka! Ikutilah jalan mereka, dan berpegang teguhlah dengan akhlak dan >> agama mereka semampu kalian, karena mereka berada pada petunjuk yang lurus >> [HR. Abu Nua’im dalam Al-Hilyah (1/305)] >> >> Al-Imam Abu Amer Al-Auza’iy-rahimahul lah- berkata, “Sabarkanlah dirimu di >> atas sunnah. Berhentilah di mana kaum itu (para sahabat) berhenti. >> Berucaplah dengan apa yang mereka ucapkan, tahanlah (dirimu) dari apa yang >> mereka menahan diri darinya, dan tempuhlah jalan salafush shalehmu >> (pendahulumu yang shaleh). Karena sesungguhnya apa yang engkau leluasa >> (melakukannya) leluasa pula bagi mereka”. [HR. Al-Lalikaa’iy dalam Syarh >> I’tiqod Ahlis Sunnah (no.315), Al-Ajurriy dalam Asy-Syari’ ah (1/148)] >> >> Inilah beberapa buah petikan nasihat dari kehidupan Nabi -Shallallahu >> ‘alaihi wa sallam- dan para sahabatnya yang jauh dari ketamakan terhadap >> kekuasaan. Mereka amat takut menerima kekuasaan; berbeda dengan orang-orang >> di akhir zaman ini, mereka berlomba-lomba meminta kekuasaan dengan berbagai >> macam dalih, seperti "Demi Islam". Padahal semuanya demi kursi!! Islam tak >> butuh kepada perjuangan yang jauh dari petunjuk Islam. Fa’tabiruu ya ulil >> abshor. >> >> Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 98 Tahun II. >> http://almakassari. com/?p=329# more-329 >> Budiyanto >> >> Pada 5 Maret 2009 23:15, moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com> menulis: >>> >>> Menurut kabar yang sedang santer beredar DPRD Kab Kendal sedang didesak >>> untuk segera melakukan pelantikan Wabup Siti Nurmarkesi utk menjadi bupati >>> yg definitf, akan tetapi tampaknya ada ganjalan dr fraksi terbesar di DPRD >>> Kab Kendal ttg hal ini. >>> Fraksi terbesar ini tampaknya mempunyai tuntutan utk bisa mengisi posisi >>> wabup yg kosong namun yg konyol calon yg muncul adalah Widya Kandi Susanti >>> yg notabene adlah istri dari bupati yg di copot krn kasus korupsi. Klo ini >>> terjadi alangkah konyolnya para wakil rakyat karena sangat tidak mungkin >>> kasus korupsi bupati Kendal terjadi tnp melibatkan sosok istrinya, baik >>> langsung maupun tidak langsung. >>> Sebagai warga Kendal yg masih bermukim di Kab tercinta ini tentu sangat >>> mendambakan sosok atau figur pemimpin yg mampu mengemban amanah dengan baik >>> dan jujur.... >>> ________________________________ >>> Warnai pesan status dengan Emoticon. >>> Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru. >> >> >> ________________________________ >> Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! >> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah > > > -- > ASROFI > > Address : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan > Mobile : +6281 311 661 479 > Phone : +6221 685 29 128 > Yahoo : asrofism > G-Talk : m...@asrofi. web.id > Email : m...@asrofi. web.id > Blog : www.asrofi.web. id > Office : www.sentraproperty. com > > ________________________________ > Sikap Peduli Lingkungan? > Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! > > ------------------------------------ _____ http://www.KendalOnline.Net _____ Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet <!--Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

