hmm begitu ya. gawat juga tuh preman. secara saya ngga mengikuti perkembangan Kendal kalo mudik cuma temu kangen dengan keluarga trus seringnya jalan-jalan :)
2009/3/6 ery wijaya <[email protected]>: > Itu memang benar, dan bukan kabar yg mengada2 > > Salam, > > > Ery Wijaya > http://erywijaya.wordpress.com/ > > > > > ________________________________ > From: Eko Mulyo Hadi <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Friday, 6 March, 2009 11:26:43 > Subject: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya? > > mas kalo belom konfirm mendingan ga usah dibahas. daripada suudzon > nambah-namba dosa saja :) > > > 2009/3/6 moh anto <[email protected]>: >> Itu belum seberapa, karena pada waktu Pilkada Kendal 2004 muncul isu >> penculikan yg dilakukan pasukan preman HB terhadap tim sukses lawan >> politiknya, bahkan keluarganya ada yg di ancam, tp sekali lagi ini masih >> isu >> belum bisa dipastikan keabsahannya. >> --- Pada Kam, 5/3/09, ASROFI <[email protected]> menulis: >> >> Dari: ASROFI <[email protected]> >> Topik: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya? >> Kepada: [email protected] >> Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 8:50 AM >> >> waduh... >> kendal ngeri temen yo.. >> kok ono preman barang... >> >> >> >> 2009/3/5 moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com> >>> >>> Perlu diketahui bahwa HB cs mempunyai pasukan preman yg sampe sekarang >>> masih aktif walaupun secara sembunyi-sembunyi, dan juga Ketua DPRD Jawa >>> Tengah adalah adik kandung dari HB >>> --- Pada Kam, 5/3/09, witono hidayat <witonohidayat@ yahoo.com> menulis: >>> >>> Dari: witono hidayat <witonohidayat@ yahoo.com> >>> Topik: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya? >>> Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com >>> Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 8:42 AM >>> >>> andaikan tulisan ini bisa disampaikan kepada keluarga HB dan juga >>> keluarga >>> besar DPRD Kendal... >>> >>> adakah yang bisa menyampaikan. .. >>> >>> mungkin mereka adalah orang orang yang hanya tau hidup untuk di dunia >>> saja, sehingga menumpuk harta seoalah bisa menyelamatkan mereka dari >>> kematian... >>> >>> --- On Thu, 3/5/09, Budiyanto <hr2fat...@gmail. com> wrote: >>> >>> From: Budiyanto <hr2fat...@gmail. com> >>> Subject: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya? >>> To: kendal-online@ yahoogroups. com >>> Date: Thursday, March 5, 2009, 8:32 AM >>> >>> Haus Kekuasaan >>> Selasa, 03-Maret-2009, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah >>> >>> Lain dulu lain sekarang. Mungkin ungkapan ini cocok dengan keadaan pada >>> hari ini. Mereka telah terhempas jauh dari tuntunan Allah -Ta’ala-, dan >>> Rasul-Nya -Shallallahu alaihi wa sallam- . Besarnya gelombang syahwat dan >>> syubhat membuat mereka terpisah jauh dari panutan mereka yaitu para >>> sahabat >>> nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para shalafush shaleh. Mereka >>> beraqidah, bukan dengan aqidah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan >>> para >>> sahabatnya. Mereka beribadah, bukan dengan ibadah yang dicontohkan oleh >>> Nabi >>> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan para sahabatnya. Mereka bermu’amalah, >>> bukan dengan mu’amalah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan para >>> sahabat. Akhirnya, Allah Ta’ala membiarkan mereka memilih jalannya >>> sendiri >>> dan memalingkan mereka dari kebenaran, kemana mereka mau berpaling >>> sebagai >>> hukuman kepada mereka atas kedurhakaannya kepada Rasulullah -Shollallahu >>> ‘alaihi wasallam-, dan akibat mereka tidak mau mengikuti jalannya para >>> sahabat. >>> >>> Allah -Ta’ala- berfirman, >>> >>> “Barang siapa yang durhaka kepada Rasul setelah jelas kebenaran baginya >>> dan mengikuti selain jalan orang-orang beriman (para sahabat) Kami >>> biarkan >>> dia dalam kesesatannya dan kelak kami akan masukkan mereka ke dalam >>> neraka >>> Jahannam, dan Jahannam itu adalah sejelek-jelek tempat kembali.” (QS. >>> An-Nisaa’ :115) >>> >>> Jika kita mau memperhatikan kondisi kaum muslimin pada hari ini dan >>> membandingkannya dengan para sahabat dan pengikut mereka yang setia, maka >>> kita akan mendapatkan perbedaan yang sangat jauh. Pada hari ini, kaum >>> muslimin berlomba-lomba dan haus kekuasaan untuk mendapatkan jabatan dan >>> menjadi pemimpin. Padahal para salaf terdahulu menjauhi dan >>> menghindarinya. >>> >>> Segala cara mereka tempuh, tanpa peduli lagi dengan halal tidaknya. Maka >>> nampaklah gambar-gambar mereka terpampang di setiap sudut jalan dengan >>> kata-kata yang menggoda berharap agar mereka dipilih oleh masyarakat. >>> Mulai >>> dari orang kaya sampai guru ngaji; yang tua maupun yang muda, semua >>> berebut >>> kursi jabatan. Sungguh sial para pengemis kekuasaan tersebut; mereka >>> telah >>> menghamburkan harta dimana-mana demi meraih kekuasaan. Andaikan harta >>> yang >>> mereka hamburkan dalam pesta demokrasi itu mau dikumpulkan, lalu >>> disedekahkan di jalan Allah, niscaya banyak orang yang akan merasakan >>> manfaatnya. Tapi demikianlah setan menghiasi kehidupan dunia ini dengan >>> segala macam tipuannya untuk membinasakan manusia, dan membuat mereka >>> rugi >>> di dunia. >>> >>> Para salafush shaleh terdahulu sangat takut jika mereka diberikan >>> kekuasaan. Sebab mereka tahu dan pahami besarnya konsekuensi dan >>> pertanggung >>> jawaban kekuasaan kelak di sisi Allah -Ta’ala- >>> >>> Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, >>> >>> أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ, >>> فَاْلأَمِيْرُ الَّذِيْ عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ >>> رَعِيَّتِهِ >>> >>> “Ingatlah, setiap orang diantara kalian adalah pemimpin, dan setiap dari >>> kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang amir (pemimpin >>> masyarakat) yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin, dan ia akan >>> ditanya >>> tentang rakyatnya". [HR. Bukhari (5200) dan Muslim (4701)] >>> >>> Seorang yang mau menjadi pemimpin dan penguasa, harus mengetahui betul >>> bahwa kekuasaan adalah amanah yang amat berat dipundak, dan tanggung >>> jawab >>> yang amat besar di sisi Allah, sebab ia harus menunaikan hak orang >>> banyak, >>> dan berbuat adil kepada mereka sebagaimana halnya mereka ingin agar >>> rakyat >>> menunaikan tugasnya di hadapan dirinya. Sungguh tugas ini amat berat >>> digenggam, dan amat berbahaya. Tak heran jika Panutan kita, Nabi Muhammad >>> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengingatkan kita tentang bahayanya >>> kekuasaan, dan orang yang memintanya. >>> >>> Abdur Rahman bin Samuroh -radhiyallahu ‘anhu- berkata, "Rasulullah >>> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepadaku, >>> >>> يَا عَبْدَ الرَّحْمنِ بْنَ سَمُرَةَ لاَ تَسْأَلِ اْلإِمَارَةَ, فَإِنَّكَ >>> إِنْ أُوْتِيْتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا, وَإِنْ >>> أُوْتِيْتَهَا >>> مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا >>> >>> "Wahai Abdur Rahman bin Samuroh, janganlah engkau meminta kekuasaan. >>> Karena jika kau diberi kekuasaan dari hasil meminta, maka engkau akan >>> diserahkan kepada kekuasaan itu (yakni, dibiarkan oleh Allah & tak akan >>> ditolong, pent.). Jika engkau diberi kekuasaan, bukan dari hasil meminta, >>> maka engkau akan ditolong". [HR. Al-Bukhoriy (6622, 6722, 7146, & 7147), >>> dan >>> Muslim (4257, & 4692)] >>> >>> Abu Musa Al-Asy’ariy-radhiyal lahu ‘anhu- berkata, >>> >>> دَخَلْتُ عَلَى النَّبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلاَنِ >>> مِنْ بَنِيْ عَمِّيْ, فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ >>> أَمِّرْنَا عَلَى بَعْضِ مَا وَلاَّكَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ, وَقَالَ الآخَرُ >>> مِثْلَ ذَلِكَ, فَقَالَ: إِنَّا,وَاللهِ ! لاَ نُوَلِّيْ عَلَى هَذَا >>> الْعَمَلِ >>> أَحَدًا سَأَلَهُ وَلاَ أَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ >>> >>> "Aku pernah masuk menemui Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersama dua >>> orang sepupuku. Seorang diantara mereka berkata, "Wahai Rasulullah, >>> jadikanlah kami pemimpin dalam perkara yang Allah -Azza wa Jalla- berikan >>> kepadamu. Orang kedua juga berkata demikian. Maka beliau bersabda, "Demi >>> Allah, sesungguhnya kami tidak akan menyerahkan pekerjaan ini kepada >>> orang >>> yang memintanya, dan tidak pula orang yang rakus kepadanya". [HR. >>> Al-Bukhoriy (7149), dan Muslim (1733)] >>> >>> Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, >>> >>> لَنْ أَوْ لاَ نَسْتَعْمِلُ عَلَى عَمَلِنَا مَنْ أَرَادَهُ >>> >>> "Kami tak akan mempekerjakan dalam urusan kami orang yang >>> menginginkannya" >>> . [HR. Al-Bukhoriy (2261, 6923, & 7156), dan Muslim (1733)] >>> >>> Seorang yang meminta kekuasaan dan rakus terhadapnya akan mengalami >>> penyesalan, sebab ia bukan ahlinya. Kekuasaan menjadi sebuah kenikmatan >>> sementara, sedang kesusahan dan tanggung jawab akan menanti di Padang >>> Mahsyar. >>> >>> Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, >>> >>> إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ عَلَى اْلإِمَارَةِ وَسَتَكُوْنُ نَدَامَةً يَوْمَ >>> الْقِيَامَةِ, فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الفَاطِمَةُ >>> >>> "Sesungguhnya kalian kelak akan rakus terhadap kekuasaan, dan kekuasan >>> itu >>> akan menjadi penyesalan pada hari kiamat. Kekuasaan adalah sebaik-baik >>> penetek(yakni, awalnya penuh kelezatan dan kenikmatan, pent.), dan >>> sejelek-jelek penyapih (yakni, di akhirnya, saat terjadi kudeta, dan >>> pertanggungjawaban di hari akhir, pent.)". [HR. Al-Bukhoriy (6729), dan >>> An-Nasa’iy (4211 & 5385)] >>> >>> Sungguh nasihat dan wejangan berharga ini seyogyanya menjadi peringatan >>> bagi kaum muslimin tentang beratnya tanggung jawab menjadi seorang >>> pemimpin. >>> Hendaknya jangan berani meminta kekuasaan. Sebelum seorang diberi >>> kekuasaan >>> dan tanggung jawab, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan takut akan >>> azab-Nya dengan membentengi diri mereka dengan ilmu sebelum menjadi >>> pemimpin. >>> >>> Seorang ulama’ tabi’in, Al-Ahnaf bin Qois Al-Bashriy -rahimahullah- >>> berkata, “Umar bin Khattab pernah mengatakan kepada kami, “Pelajarilah >>> ilmu >>> agama sebelum kalian memegang kekuasaan”. Sufyan berkomentar, “Karena >>> seseorang yang telah mengetahui ilmu agama, ia tidak akan berhasrat lagi >>> mengejar kekuasaan.” [Lihat Shifatush shafwah (2/236)] >>> >>> Demikian pula para salaf yang lain, mereka sangat takut jika diberi >>> kekuasaan. Al-Miswar bin Makhromah-radhiyall ahu ‘anhu- bekata, “Ketika >>> Abdur Rahman bin Auf diberi mandat dalam majlis syura (dewan musyawarah >>> pemilihan khalifah dari kalangan ulama yang cerdik dan pandai). Beliau >>> adalah orang yang paling kuidamkan untuk menduduki jabatan khalifah. >>> Kalau >>> beliau enggan, sebaiknya Sa’ad. Tiba-tiba Amru bin Ash menjumpaiku dan >>> berkata, “Apa kira-kira pandangan pamanmu Abdur Rahman bin Auf, kalau ia >>> menyerahkan jabatan ini kepada orang lain, padahal dia tahu bahwa dirinya >>> lebih baik dari orang itu?”. Aku segera menemui Abdurrahman dan >>> menceritakan >>> kepada beliau pertanyaan itu. Beliau lalu berkomentar, “Seandainya ada >>> orang >>> meletakkan pisau dileherku lalu menusuknya hingga tembus, itu lebih >>> kusukai >>> daripada menerima jabatan tersebut”. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ >>> (1/87-88)]. >>> >>> Utsman bin Affan pernah mengeluh karena mimisan (keluar darah dari >>> hidung), lalu beliau memanggil Humran. Beliau berkata, “Tuliskan mandat >>> untuk Abdurrahman untuk menggantikan aku bila aku meninggal". Maka Humran >>> pun menuliskan mandat itu. Setelah itu, Humran datang menjumpai Abdur >>> Rahman >>> seraya berkata, “ Ada kabar gembira”. Abdur Rahman bertanya, “Kabar >>> apakah >>> itu?”. Humran berkata, “Utsman telah menuliskan mandat untuk anda >>> sepeninggalannya” . Abdur Rahman pun segera berdiri di antara makam dan >>> mimbar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- (yakni, di Raudhah), >>> lalu >>> berdo’a, “Ya Allah apabila penyerahan jabatan dari Utsman sepeninggalnya >>> betul-betul terjadi, maka matikanlah aku sebelum itu”. Tak lebih enam >>> bulan >>> berselang, beliau pun wafat. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (1/88)] >>> >>> Yazib bin Al-Muhallab ketika diangkat sebagai gubernur Khurasan, ia >>> membuat pernyataan, “Beritahukanlah kepadaku tentang seorang laki-laki >>> yang >>> memiliki kepribadian yang luhur lagi sempurna”. Beliau lalu dikenalkan >>> kepada Abu Burdah Al-Asy’ariy. Ketika Sang Gubernur menemui Abu Burdah, >>> ia >>> mendapatinya sebagai seorang lelaki yang memiliki keistimewaan. Ketika >>> Abu >>> Burdah berbicara, ternyata apa yang ia dengar dari ucapannya lebih baik >>> dari >>> apa yang ia lihat dari penampilannya. Sang Gubernur lantas berkata, “Aku >>> akan menugaskanmu untuk urusan ini dan ini, yang termasuk dalam >>> kekuasaanku" >>> . Abu Burdah meminta maaf karena tidak bisa menerimanya. Namun Sang >>> Gubernur >>> tidak menerima alasannya. Akhirnya Abu Bardah pun berkata, “Wahai >>> Gubernur, >>> sudikan anda mendengarkan apa yang disampaikan oleh ayahku? Bahwa ia >>> pernah >>> mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda”. Gubernur >>> berkata, “Sampaikanlah” . Abu Bardah berkata, “Sesungguhnya Ayahku (Abu >>> Musa >>> Al-‘Asy’ariy) telah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- >>> bersabda: >>> >>> “Barang siapa yang ditugaskan untuk memikul suatu pekerjaan yang dia tahu >>> bahwa dirinya bukanlah orang yang ahli atau pantas dalam pekerjaan >>> tersebut, >>> bersiap-siaplah ia masuk ke dalam neraka”. >>> >>> Aku bersaksi wahai Gubernur, "Bahwa aku bukanlah orang yang ahli atau >>> pantas dalam urusan yang anda tawarkan". Sang Gubernur justru berkata, >>> “Dengan ucapanmu itu, kamu justru membuat kami makin berhasrat dan senang >>> menaruh kepercayaan kepadamu. Laksanakanlah dengan segala tugas-tugasmu. >>> Kami tidak bisa menerima alasanmu”. Maka lelaki itu pun menjalankan >>> tugasnya >>> di antara mereka selama beberapa waktu. Lalu ia meminta ijin untuk dapat >>> menemui Gubernur, dan ia diijinkan. Lalu ia berkata, “Wahai Gubernur, >>> sudikan anda mendengarkan apa yang disampaikan ayahku kepadaku bahwa ia >>> mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, >>> “terlaknatlah >>> orang yang meminta atas nama Allah. Terlaknatlah orang yang diminta atas >>> nama Allah, lalu tidak mengabulkan permintaan si peminta, selama ia (si >>> peminta) tidak meminta perkara yang memutuskan persaudaraan” . >>> >>> Sekarang aku minta atas nama Allah untuk tidak menjalankan tugas lagi, >>> dan >>> memaafkan saya atas pekerjaan yang telah saya lakukan.” Maka sang >>> Gubernur >>> pun menerima alasannya. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (4/345)] >>> >>> Sufyan berkata, “Aku tidak pernah melihat kezuhudan yang lebih sulit >>> daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita bisa dapati orang zuhud dalam >>> hal makanan, minuman, harta, dan pakaian, namun kalau kita berikan >>> kepadanya >>> kekuasaan, ia akan mempertahankannya dan berani bermusuhan membelanya”. >>> [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (7/262)] >>> >>> Itulah sebagian dari nasihat dan mutiara hikmah dan petuah salafush >>> shaleh >>> yang tinggi mutunya, mahal harganya, dan besar faedahnya. Kalimat yang >>> muncul dari lisan generasi terbaik umat ini. Yakni sahabat, tabi’in, dan >>> tabi’ut tabi’in -radhiyallahu anhum-. >>> >>> Allah -Ta’ala- berfirman ketika memuji mereka, >>> >>> “Orang-orang yang terduhulu lagi pertama dari kalangan muhajirin dan >>> anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho >>> kepada >>> mereka dan mereka ridho kepada Allah dan Dia menyiapkan bagi mereka >>> surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di >>> dalamnya selamanya. Itulah kemenangan yang besar”. ( QS. At-Taubah: 100) >>> >>> Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini, “Allah mengabarkan tentang ridhonya >>> kepada orang-orang beriman dari kalangan muhajirin dan anshar dan >>> orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, serta keridhoan mereka >>> kepada >>> Allah. Dengan apa yang Allah telah siapkan mereka berupa surga-surga yang >>> nikmat dan kenikmatan yang abadi [Lihat Tafsir Al-Qur’anil Adzim (2/398)] >>> >>> Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, >>> >>> خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ >>> يَلُوْنَهُمْ >>> >>> “Sebaik-baik manusia adalah di zamanku, kemudian setelahnya (tabi’in), >>> kemudian setelahnya (tabi’ut-tabi’ in)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab >>> Asy-Syahadat (2509), dan Muslim dalam Fadho’il Ash-Shohabah (2533)] >>> >>> Ayat dan hadits di atas menjelaskan kepada kita tentang keutamaan dan >>> kedudukan yang agung yang telah diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada para >>> sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik. Karena itu, >>> hendaknya >>> kita menjadikan mereka sebagai panutan dan suri teladan yang baik. >>> Merekalah >>> yang dikenal dengan "Salafush Sholih" (Pendahulu yang Baik) >>> >>> Alangkah indahnya ucapan Abdullah bin Mas’ud-radhiyallahu ‘anhu-, >>> “Barangsiapa yang ingin mengambil teladan maka hendaklah ia mengambil >>> teladan pada orang yang telah meninggal (yakni, para sahabat), sebab >>> orang >>> yang masih hidup tidaklah aman dari ujian. Mereka adalah para sahabat >>> nabi >>> Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-, mereka adalah manusia terbaik >>> umat >>> ini, yang paling bagus hatinya, yang paling dalam ilmunya, dan paling >>> sedikit membebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang dipilih oleh Allah >>> untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya. Maka kenalilah >>> keutamaan >>> mereka! Ikutilah jalan mereka, dan berpegang teguhlah dengan akhlak dan >>> agama mereka semampu kalian, karena mereka berada pada petunjuk yang >>> lurus >>> [HR. Abu Nua’im dalam Al-Hilyah (1/305)] >>> >>> Al-Imam Abu Amer Al-Auza’iy-rahimahul lah- berkata, “Sabarkanlah dirimu >>> di >>> atas sunnah. Berhentilah di mana kaum itu (para sahabat) berhenti. >>> Berucaplah dengan apa yang mereka ucapkan, tahanlah (dirimu) dari apa >>> yang >>> mereka menahan diri darinya, dan tempuhlah jalan salafush shalehmu >>> (pendahulumu yang shaleh). Karena sesungguhnya apa yang engkau leluasa >>> (melakukannya) leluasa pula bagi mereka”. [HR. Al-Lalikaa’iy dalam Syarh >>> I’tiqod Ahlis Sunnah (no.315), Al-Ajurriy dalam Asy-Syari’ ah (1/148)] >>> >>> Inilah beberapa buah petikan nasihat dari kehidupan Nabi -Shallallahu >>> ‘alaihi wa sallam- dan para sahabatnya yang jauh dari ketamakan terhadap >>> kekuasaan. Mereka amat takut menerima kekuasaan; berbeda dengan >>> orang-orang >>> di akhir zaman ini, mereka berlomba-lomba meminta kekuasaan dengan >>> berbagai >>> macam dalih, seperti "Demi Islam". Padahal semuanya demi kursi!! Islam >>> tak >>> butuh kepada perjuangan yang jauh dari petunjuk Islam. Fa’tabiruu ya ulil >>> abshor. >>> >>> Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 98 Tahun II. >>> http://almakassari. com/?p=329# more-329 >>> Budiyanto >>> >>> Pada 5 Maret 2009 23:15, moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com> menulis: >>>> >>>> Menurut kabar yang sedang santer beredar DPRD Kab Kendal sedang didesak >>>> untuk segera melakukan pelantikan Wabup Siti Nurmarkesi utk menjadi >>>> bupati >>>> yg definitf, akan tetapi tampaknya ada ganjalan dr fraksi terbesar di >>>> DPRD >>>> Kab Kendal ttg hal ini. >>>> Fraksi terbesar ini tampaknya mempunyai tuntutan utk bisa mengisi posisi >>>> wabup yg kosong namun yg konyol calon yg muncul adalah Widya Kandi >>>> Susanti >>>> yg notabene adlah istri dari bupati yg di copot krn kasus korupsi. Klo >>>> ini >>>> terjadi alangkah konyolnya para wakil rakyat karena sangat tidak mungkin >>>> kasus korupsi bupati Kendal terjadi tnp melibatkan sosok istrinya, baik >>>> langsung maupun tidak langsung. >>>> Sebagai warga Kendal yg masih bermukim di Kab tercinta ini tentu sangat >>>> mendambakan sosok atau figur pemimpin yg mampu mengemban amanah dengan >>>> baik >>>> dan jujur.... >>>> ________________________________ >>>> Warnai pesan status dengan Emoticon. >>>> Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru. >>> >>> >>> ________________________________ >>> Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! >>> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah >> >> >> -- >> ASROFI >> >> Address : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta >> Selatan >> Mobile : +6281 311 661 479 >> Phone : +6221 685 29 128 >> Yahoo : asrofism >> G-Talk : m...@asrofi. web.id >> Email : m...@asrofi. web.id >> Blog : www.asrofi.web. id >> Office : www.sentraproperty. com >> >> ________________________________ >> Sikap Peduli Lingkungan? >> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! >> >> > > > ------------------------------------ > > _____ http://www.KendalOnline.Net _____ > Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet > > <!--Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------------------ _____ http://www.KendalOnline.Net _____ Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet <!--Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

