hmm begitu ya. gawat juga tuh preman.
secara saya ngga mengikuti perkembangan Kendal
kalo mudik cuma temu kangen dengan keluarga
trus seringnya jalan-jalan :)


2009/3/6 ery wijaya <[email protected]>:
> Itu memang benar, dan bukan kabar yg mengada2
>
> Salam,
>
>
> Ery Wijaya
> http://erywijaya.wordpress.com/
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Eko Mulyo Hadi <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, 6 March, 2009 11:26:43
> Subject: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya?
>
> mas kalo belom konfirm mendingan ga usah dibahas. daripada suudzon
> nambah-namba dosa saja :)
>
>
> 2009/3/6 moh anto <[email protected]>:
>> Itu belum seberapa, karena pada waktu Pilkada Kendal 2004 muncul isu
>> penculikan yg dilakukan pasukan preman HB terhadap tim sukses lawan
>> politiknya, bahkan keluarganya ada yg di ancam, tp sekali lagi ini masih
>> isu
>> belum bisa dipastikan keabsahannya.
>> --- Pada Kam, 5/3/09, ASROFI <[email protected]> menulis:
>>
>> Dari: ASROFI <[email protected]>
>> Topik: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya?
>> Kepada: [email protected]
>> Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 8:50 AM
>>
>> waduh...
>> kendal ngeri temen yo..
>> kok ono preman barang...
>>
>>
>>
>> 2009/3/5 moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com>
>>>
>>> Perlu diketahui bahwa HB cs mempunyai pasukan preman yg sampe sekarang
>>> masih aktif walaupun secara sembunyi-sembunyi, dan juga Ketua DPRD Jawa
>>> Tengah adalah adik kandung dari HB
>>> --- Pada Kam, 5/3/09, witono hidayat <witonohidayat@ yahoo.com> menulis:
>>>
>>> Dari: witono hidayat <witonohidayat@ yahoo.com>
>>> Topik: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya?
>>> Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com
>>> Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 8:42 AM
>>>
>>> andaikan tulisan ini bisa disampaikan kepada keluarga HB dan juga
>>> keluarga
>>> besar DPRD Kendal...
>>>
>>> adakah yang bisa menyampaikan. ..
>>>
>>> mungkin mereka adalah orang orang yang hanya tau hidup untuk di dunia
>>> saja, sehingga menumpuk harta seoalah bisa menyelamatkan mereka dari
>>> kematian...
>>>
>>> --- On Thu, 3/5/09, Budiyanto <hr2fat...@gmail. com> wrote:
>>>
>>> From: Budiyanto <hr2fat...@gmail. com>
>>> Subject: Re: [kendal-online] Siapa Wabup Kendal selanjutnya?
>>> To: kendal-online@ yahoogroups. com
>>> Date: Thursday, March 5, 2009, 8:32 AM
>>>
>>> Haus Kekuasaan
>>> Selasa, 03-Maret-2009, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah
>>>
>>>  Lain dulu lain sekarang. Mungkin ungkapan ini cocok dengan keadaan pada
>>> hari ini. Mereka telah terhempas jauh dari tuntunan Allah -Ta’ala-, dan
>>> Rasul-Nya -Shallallahu alaihi wa sallam- . Besarnya gelombang syahwat dan
>>> syubhat membuat mereka terpisah jauh dari panutan mereka yaitu para
>>> sahabat
>>> nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para shalafush shaleh. Mereka
>>> beraqidah, bukan dengan aqidah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan
>>> para
>>> sahabatnya. Mereka beribadah, bukan dengan ibadah yang dicontohkan oleh
>>> Nabi
>>> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan para sahabatnya. Mereka bermu’amalah,
>>> bukan dengan mu’amalah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan para
>>> sahabat. Akhirnya, Allah Ta’ala membiarkan mereka memilih jalannya
>>> sendiri
>>> dan memalingkan mereka dari kebenaran, kemana mereka mau berpaling
>>> sebagai
>>> hukuman kepada mereka atas kedurhakaannya kepada Rasulullah -Shollallahu
>>> ‘alaihi wasallam-, dan akibat mereka tidak mau mengikuti jalannya para
>>> sahabat.
>>>
>>> Allah -Ta’ala- berfirman,
>>>
>>> “Barang siapa yang durhaka kepada Rasul setelah jelas kebenaran baginya
>>> dan mengikuti selain jalan orang-orang beriman (para sahabat) Kami
>>> biarkan
>>> dia dalam kesesatannya dan kelak kami akan masukkan mereka ke dalam
>>> neraka
>>> Jahannam, dan Jahannam itu adalah sejelek-jelek tempat kembali.” (QS.
>>> An-Nisaa’ :115)
>>>
>>> Jika kita mau memperhatikan kondisi kaum muslimin pada hari ini dan
>>> membandingkannya dengan para sahabat dan pengikut mereka yang setia, maka
>>> kita akan mendapatkan perbedaan yang sangat jauh. Pada hari ini, kaum
>>> muslimin berlomba-lomba dan haus kekuasaan untuk mendapatkan jabatan dan
>>> menjadi pemimpin. Padahal para salaf terdahulu menjauhi dan
>>> menghindarinya.
>>>
>>> Segala cara mereka tempuh, tanpa peduli lagi dengan halal tidaknya. Maka
>>> nampaklah gambar-gambar mereka terpampang di setiap sudut jalan dengan
>>> kata-kata yang menggoda berharap agar mereka dipilih oleh masyarakat.
>>> Mulai
>>> dari orang kaya sampai guru ngaji; yang tua maupun yang muda, semua
>>> berebut
>>> kursi jabatan. Sungguh sial para pengemis kekuasaan tersebut; mereka
>>> telah
>>> menghamburkan harta dimana-mana demi meraih kekuasaan. Andaikan harta
>>> yang
>>> mereka hamburkan dalam pesta demokrasi itu mau dikumpulkan, lalu
>>> disedekahkan di jalan Allah, niscaya banyak orang yang akan merasakan
>>> manfaatnya. Tapi demikianlah setan menghiasi kehidupan dunia ini dengan
>>> segala macam tipuannya untuk membinasakan manusia, dan membuat mereka
>>> rugi
>>> di dunia.
>>>
>>> Para salafush shaleh terdahulu sangat takut jika mereka diberikan
>>> kekuasaan. Sebab mereka tahu dan pahami besarnya konsekuensi dan
>>> pertanggung
>>> jawaban kekuasaan kelak di sisi Allah -Ta’ala-
>>>
>>> Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
>>>
>>> أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ,
>>> فَاْلأَمِيْرُ الَّذِيْ عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ
>>> رَعِيَّتِهِ
>>>
>>> “Ingatlah, setiap orang diantara kalian adalah pemimpin, dan setiap dari
>>> kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang amir (pemimpin
>>> masyarakat) yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin, dan ia akan
>>> ditanya
>>> tentang rakyatnya". [HR. Bukhari (5200) dan Muslim (4701)]
>>>
>>> Seorang yang mau menjadi pemimpin dan penguasa, harus mengetahui betul
>>> bahwa kekuasaan adalah amanah yang amat berat dipundak, dan tanggung
>>> jawab
>>> yang amat besar di sisi Allah, sebab ia harus menunaikan hak orang
>>> banyak,
>>> dan berbuat adil kepada mereka sebagaimana halnya mereka ingin agar
>>> rakyat
>>> menunaikan tugasnya di hadapan dirinya. Sungguh tugas ini amat berat
>>> digenggam, dan amat berbahaya. Tak heran jika Panutan kita, Nabi Muhammad
>>> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengingatkan kita tentang bahayanya
>>> kekuasaan, dan orang yang memintanya.
>>>
>>> Abdur Rahman bin Samuroh -radhiyallahu ‘anhu- berkata, "Rasulullah
>>> -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepadaku,
>>>
>>> يَا عَبْدَ الرَّحْمنِ بْنَ سَمُرَةَ لاَ تَسْأَلِ اْلإِمَارَةَ, فَإِنَّكَ
>>> إِنْ أُوْتِيْتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا, وَإِنْ
>>> أُوْتِيْتَهَا
>>> مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا
>>>
>>> "Wahai Abdur Rahman bin Samuroh, janganlah engkau meminta kekuasaan.
>>> Karena jika kau diberi kekuasaan dari hasil meminta, maka engkau akan
>>> diserahkan kepada kekuasaan itu (yakni, dibiarkan oleh Allah & tak akan
>>> ditolong, pent.). Jika engkau diberi kekuasaan, bukan dari hasil meminta,
>>> maka engkau akan ditolong". [HR. Al-Bukhoriy (6622, 6722, 7146, & 7147),
>>> dan
>>> Muslim (4257, & 4692)]
>>>
>>> Abu Musa Al-Asy’ariy-radhiyal lahu ‘anhu- berkata,
>>>
>>> دَخَلْتُ عَلَى النَّبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلاَنِ
>>> مِنْ بَنِيْ عَمِّيْ, فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ
>>> أَمِّرْنَا عَلَى بَعْضِ مَا وَلاَّكَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ, وَقَالَ الآخَرُ
>>> مِثْلَ ذَلِكَ, فَقَالَ: إِنَّا,وَاللهِ ! لاَ نُوَلِّيْ عَلَى هَذَا
>>> الْعَمَلِ
>>> أَحَدًا سَأَلَهُ وَلاَ أَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ
>>>
>>> "Aku pernah masuk menemui Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersama dua
>>> orang sepupuku. Seorang diantara mereka berkata, "Wahai Rasulullah,
>>> jadikanlah kami pemimpin dalam perkara yang Allah -Azza wa Jalla- berikan
>>> kepadamu. Orang kedua juga berkata demikian. Maka beliau bersabda, "Demi
>>> Allah, sesungguhnya kami tidak akan menyerahkan pekerjaan ini kepada
>>> orang
>>> yang memintanya, dan tidak pula orang yang rakus kepadanya". [HR.
>>> Al-Bukhoriy (7149), dan Muslim (1733)]
>>>
>>> Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
>>>
>>> لَنْ أَوْ لاَ نَسْتَعْمِلُ عَلَى عَمَلِنَا مَنْ أَرَادَهُ
>>>
>>> "Kami tak akan mempekerjakan dalam urusan kami orang yang
>>> menginginkannya"
>>> . [HR. Al-Bukhoriy (2261, 6923, & 7156), dan Muslim (1733)]
>>>
>>> Seorang yang meminta kekuasaan dan rakus terhadapnya akan mengalami
>>> penyesalan, sebab ia bukan ahlinya. Kekuasaan menjadi sebuah kenikmatan
>>> sementara, sedang kesusahan dan tanggung jawab akan menanti di Padang
>>> Mahsyar.
>>>
>>> Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
>>>
>>> إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ عَلَى اْلإِمَارَةِ وَسَتَكُوْنُ نَدَامَةً يَوْمَ
>>> الْقِيَامَةِ, فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الفَاطِمَةُ
>>>
>>> "Sesungguhnya kalian kelak akan rakus terhadap kekuasaan, dan kekuasan
>>> itu
>>> akan menjadi penyesalan pada hari kiamat. Kekuasaan adalah sebaik-baik
>>> penetek(yakni, awalnya penuh kelezatan dan kenikmatan, pent.), dan
>>> sejelek-jelek penyapih (yakni, di akhirnya, saat terjadi kudeta, dan
>>> pertanggungjawaban di hari akhir, pent.)". [HR. Al-Bukhoriy (6729), dan
>>> An-Nasa’iy (4211 & 5385)]
>>>
>>> Sungguh nasihat dan wejangan berharga ini seyogyanya menjadi peringatan
>>> bagi kaum muslimin tentang beratnya tanggung jawab menjadi seorang
>>> pemimpin.
>>> Hendaknya jangan berani meminta kekuasaan. Sebelum seorang diberi
>>> kekuasaan
>>> dan tanggung jawab, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan takut akan
>>> azab-Nya dengan membentengi diri mereka dengan ilmu sebelum menjadi
>>> pemimpin.
>>>
>>> Seorang ulama’ tabi’in, Al-Ahnaf bin Qois Al-Bashriy -rahimahullah-
>>> berkata, “Umar bin Khattab pernah mengatakan kepada kami, “Pelajarilah
>>> ilmu
>>> agama sebelum kalian memegang kekuasaan”. Sufyan berkomentar, “Karena
>>> seseorang yang telah mengetahui ilmu agama, ia tidak akan berhasrat lagi
>>> mengejar kekuasaan.” [Lihat Shifatush shafwah (2/236)]
>>>
>>> Demikian pula para salaf yang lain, mereka sangat takut jika diberi
>>> kekuasaan. Al-Miswar bin Makhromah-radhiyall ahu ‘anhu- bekata, “Ketika
>>> Abdur Rahman bin Auf diberi mandat dalam majlis syura (dewan musyawarah
>>> pemilihan khalifah dari kalangan ulama yang cerdik dan pandai). Beliau
>>> adalah orang yang paling kuidamkan untuk menduduki jabatan khalifah.
>>> Kalau
>>> beliau enggan, sebaiknya Sa’ad. Tiba-tiba Amru bin Ash menjumpaiku dan
>>> berkata, “Apa kira-kira pandangan pamanmu Abdur Rahman bin Auf, kalau ia
>>> menyerahkan jabatan ini kepada orang lain, padahal dia tahu bahwa dirinya
>>> lebih baik dari orang itu?”. Aku segera menemui Abdurrahman dan
>>> menceritakan
>>> kepada beliau pertanyaan itu. Beliau lalu berkomentar, “Seandainya ada
>>> orang
>>> meletakkan pisau dileherku lalu menusuknya hingga tembus, itu lebih
>>> kusukai
>>> daripada menerima jabatan tersebut”. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’
>>> (1/87-88)].
>>>
>>> Utsman bin Affan pernah mengeluh karena mimisan (keluar darah dari
>>> hidung), lalu beliau memanggil Humran. Beliau berkata, “Tuliskan mandat
>>> untuk Abdurrahman untuk menggantikan aku bila aku meninggal". Maka Humran
>>> pun menuliskan mandat itu. Setelah itu, Humran datang menjumpai Abdur
>>> Rahman
>>> seraya berkata, “ Ada kabar gembira”. Abdur Rahman bertanya, “Kabar
>>> apakah
>>> itu?”. Humran berkata, “Utsman telah menuliskan mandat untuk anda
>>> sepeninggalannya” . Abdur Rahman pun segera berdiri di antara makam dan
>>> mimbar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- (yakni, di Raudhah),
>>> lalu
>>> berdo’a, “Ya Allah apabila penyerahan jabatan dari Utsman sepeninggalnya
>>> betul-betul terjadi, maka matikanlah aku sebelum itu”. Tak lebih enam
>>> bulan
>>> berselang, beliau pun wafat. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (1/88)]
>>>
>>> Yazib bin Al-Muhallab ketika diangkat sebagai gubernur Khurasan, ia
>>> membuat pernyataan, “Beritahukanlah kepadaku tentang seorang laki-laki
>>> yang
>>> memiliki kepribadian yang luhur lagi sempurna”. Beliau lalu dikenalkan
>>> kepada Abu Burdah Al-Asy’ariy. Ketika Sang Gubernur menemui Abu Burdah,
>>> ia
>>> mendapatinya sebagai seorang lelaki yang memiliki keistimewaan. Ketika
>>> Abu
>>> Burdah berbicara, ternyata apa yang ia dengar dari ucapannya lebih baik
>>> dari
>>> apa yang ia lihat dari penampilannya. Sang Gubernur lantas berkata, “Aku
>>> akan menugaskanmu untuk urusan ini dan ini, yang termasuk dalam
>>> kekuasaanku"
>>> . Abu Burdah meminta maaf karena tidak bisa menerimanya. Namun Sang
>>> Gubernur
>>> tidak menerima alasannya. Akhirnya Abu Bardah pun berkata, “Wahai
>>> Gubernur,
>>> sudikan anda mendengarkan apa yang disampaikan oleh ayahku? Bahwa ia
>>> pernah
>>> mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda”. Gubernur
>>> berkata, “Sampaikanlah” . Abu Bardah berkata, “Sesungguhnya Ayahku (Abu
>>> Musa
>>> Al-‘Asy’ariy) telah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-
>>> bersabda:
>>>
>>> “Barang siapa yang ditugaskan untuk memikul suatu pekerjaan yang dia tahu
>>> bahwa dirinya bukanlah orang yang ahli atau pantas dalam pekerjaan
>>> tersebut,
>>> bersiap-siaplah ia masuk ke dalam neraka”.
>>>
>>> Aku bersaksi wahai Gubernur, "Bahwa aku bukanlah orang yang ahli atau
>>> pantas dalam urusan yang anda tawarkan". Sang Gubernur justru berkata,
>>> “Dengan ucapanmu itu, kamu justru membuat kami makin berhasrat dan senang
>>> menaruh kepercayaan kepadamu. Laksanakanlah dengan segala tugas-tugasmu.
>>> Kami tidak bisa menerima alasanmu”. Maka lelaki itu pun menjalankan
>>> tugasnya
>>> di antara mereka selama beberapa waktu. Lalu ia meminta ijin untuk dapat
>>> menemui Gubernur, dan ia diijinkan. Lalu ia berkata, “Wahai Gubernur,
>>> sudikan anda mendengarkan apa yang disampaikan ayahku kepadaku bahwa ia
>>> mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
>>> “terlaknatlah
>>> orang yang meminta atas nama Allah. Terlaknatlah orang yang diminta atas
>>> nama Allah, lalu tidak mengabulkan permintaan si peminta, selama ia (si
>>> peminta) tidak meminta perkara yang memutuskan persaudaraan” .
>>>
>>> Sekarang aku minta atas nama Allah untuk tidak menjalankan tugas lagi,
>>> dan
>>> memaafkan saya atas pekerjaan yang telah saya lakukan.” Maka sang
>>> Gubernur
>>> pun menerima alasannya. [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (4/345)]
>>>
>>> Sufyan berkata, “Aku tidak pernah melihat kezuhudan yang lebih sulit
>>> daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita bisa dapati orang zuhud dalam
>>> hal makanan, minuman, harta, dan pakaian, namun kalau kita berikan
>>> kepadanya
>>> kekuasaan, ia akan mempertahankannya dan berani bermusuhan membelanya”.
>>> [Lihat Siyar Al-A’lam An-Nubala’ (7/262)]
>>>
>>> Itulah sebagian dari nasihat dan mutiara hikmah dan petuah salafush
>>> shaleh
>>> yang tinggi mutunya, mahal harganya, dan besar faedahnya. Kalimat yang
>>> muncul dari lisan generasi terbaik umat ini. Yakni sahabat, tabi’in, dan
>>> tabi’ut tabi’in -radhiyallahu anhum-.
>>>
>>> Allah -Ta’ala- berfirman ketika memuji mereka,
>>>
>>> “Orang-orang yang terduhulu lagi pertama dari kalangan muhajirin dan
>>> anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho
>>> kepada
>>> mereka dan mereka ridho kepada Allah dan Dia menyiapkan bagi mereka
>>> surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di
>>> dalamnya selamanya. Itulah kemenangan yang besar”. ( QS. At-Taubah: 100)
>>>
>>> Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini, “Allah mengabarkan tentang ridhonya
>>> kepada orang-orang beriman dari kalangan muhajirin dan anshar dan
>>> orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, serta keridhoan mereka
>>> kepada
>>> Allah. Dengan apa yang Allah telah siapkan mereka berupa surga-surga yang
>>> nikmat dan kenikmatan yang abadi [Lihat Tafsir Al-Qur’anil Adzim (2/398)]
>>>
>>> Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
>>>
>>> خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ
>>> يَلُوْنَهُمْ
>>>
>>> “Sebaik-baik manusia adalah di zamanku, kemudian setelahnya (tabi’in),
>>> kemudian setelahnya (tabi’ut-tabi’ in)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab
>>> Asy-Syahadat (2509), dan Muslim dalam Fadho’il Ash-Shohabah (2533)]
>>>
>>> Ayat dan hadits di atas menjelaskan kepada kita tentang keutamaan dan
>>> kedudukan yang agung yang telah diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada para
>>> sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik. Karena itu,
>>> hendaknya
>>> kita menjadikan mereka sebagai panutan dan suri teladan yang baik.
>>> Merekalah
>>> yang dikenal dengan "Salafush Sholih" (Pendahulu yang Baik)
>>>
>>> Alangkah indahnya ucapan Abdullah bin Mas’ud-radhiyallahu ‘anhu-,
>>> “Barangsiapa yang ingin mengambil teladan maka hendaklah ia mengambil
>>> teladan pada orang yang telah meninggal (yakni, para sahabat), sebab
>>> orang
>>> yang masih hidup tidaklah aman dari ujian. Mereka adalah para sahabat
>>> nabi
>>> Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-, mereka adalah manusia terbaik
>>> umat
>>> ini, yang paling bagus hatinya, yang paling dalam ilmunya, dan paling
>>> sedikit membebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang dipilih oleh Allah
>>> untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya. Maka kenalilah
>>> keutamaan
>>> mereka! Ikutilah jalan mereka, dan berpegang teguhlah dengan akhlak dan
>>> agama mereka semampu kalian, karena mereka berada pada petunjuk yang
>>> lurus
>>> [HR. Abu Nua’im dalam Al-Hilyah (1/305)]
>>>
>>> Al-Imam Abu Amer Al-Auza’iy-rahimahul lah- berkata, “Sabarkanlah dirimu
>>> di
>>> atas sunnah. Berhentilah di mana kaum itu (para sahabat) berhenti.
>>> Berucaplah dengan apa yang mereka ucapkan, tahanlah (dirimu) dari apa
>>> yang
>>> mereka menahan diri darinya, dan tempuhlah jalan salafush shalehmu
>>> (pendahulumu yang shaleh). Karena sesungguhnya apa yang engkau leluasa
>>> (melakukannya) leluasa pula bagi mereka”. [HR. Al-Lalikaa’iy dalam Syarh
>>> I’tiqod Ahlis Sunnah (no.315), Al-Ajurriy dalam Asy-Syari’ ah (1/148)]
>>>
>>> Inilah beberapa buah petikan nasihat dari kehidupan Nabi -Shallallahu
>>> ‘alaihi wa sallam- dan para sahabatnya yang jauh dari ketamakan terhadap
>>> kekuasaan. Mereka amat takut menerima kekuasaan; berbeda dengan
>>> orang-orang
>>> di akhir zaman ini, mereka berlomba-lomba meminta kekuasaan dengan
>>> berbagai
>>> macam dalih, seperti "Demi Islam". Padahal semuanya demi kursi!! Islam
>>> tak
>>> butuh kepada perjuangan yang jauh dari petunjuk Islam. Fa’tabiruu ya ulil
>>> abshor.
>>>
>>> Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 98 Tahun II.
>>> http://almakassari. com/?p=329# more-329
>>> Budiyanto
>>>
>>> Pada 5 Maret 2009 23:15, moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com> menulis:
>>>>
>>>> Menurut kabar yang sedang santer beredar DPRD Kab Kendal sedang didesak
>>>> untuk segera melakukan pelantikan Wabup Siti Nurmarkesi utk menjadi
>>>> bupati
>>>> yg definitf, akan tetapi tampaknya ada ganjalan dr fraksi terbesar di
>>>> DPRD
>>>> Kab Kendal ttg hal ini.
>>>> Fraksi terbesar ini tampaknya mempunyai tuntutan utk bisa mengisi posisi
>>>> wabup yg kosong namun yg konyol calon yg muncul adalah Widya Kandi
>>>> Susanti
>>>> yg notabene adlah istri dari bupati yg di copot krn kasus korupsi. Klo
>>>> ini
>>>> terjadi alangkah konyolnya para wakil rakyat karena sangat tidak mungkin
>>>> kasus korupsi bupati Kendal terjadi tnp melibatkan sosok istrinya, baik
>>>> langsung maupun tidak langsung.
>>>> Sebagai warga Kendal yg masih bermukim di Kab tercinta ini tentu sangat
>>>> mendambakan sosok atau figur pemimpin yg mampu mengemban amanah dengan
>>>> baik
>>>> dan jujur....
>>>> ________________________________
>>>> Warnai pesan status dengan Emoticon.
>>>> Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.
>>>
>>>
>>> ________________________________
>>> Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
>>> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
>>
>>
>> --
>> ASROFI
>>
>> Address : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
>> Selatan
>> Mobile  : +6281 311 661 479
>> Phone : +6221 685 29 128
>> Yahoo : asrofism
>> G-Talk : m...@asrofi. web.id
>> Email : m...@asrofi. web.id
>> Blog : www.asrofi.web. id
>> Office : www.sentraproperty. com
>>
>> ________________________________
>> Sikap Peduli Lingkungan?
>> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
>>
>>
>
>
> ------------------------------------
>
> _____ http://www.KendalOnline.Net _____
> Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet
>
> <!--Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 


------------------------------------

_____ http://www.KendalOnline.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet

<!--Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke