ganti channel ke AV trus pasang PS3 beresss :) :)
2009/3/17 muhamad kundarto <[email protected]> > Entah perkembangan jaman yang memang sudah masanya. > Entah karena tuntutan pemirsa agar rating meningkat. > Entah pula karena penulis naskah yang bernafsu menggoncang jiwa pemirsa. > > Akhir-akhir ini adegan-adegan dalam sinetron TV cenderung membuat jantung > berdegub mendadak karena ritme cerita berubah frontal tiap hari. Peristiwa > tertabrak mobil, berlumuran darah, sakit kanker, meninggal, pembunuhan, > hamil diluar nikah, kawin muda, cerai sampai kekerasan fisik seperti > menempeleng; menjadi adegan yang bisa dilihat setiap hari. Dan hebohnya, > kadang si pelaku yang menempeleng ini kebanyakan merupakan kaum hawa, yang > secara pakem kahuripan berkonotasi kelembutan dan kehalusan. Ada apa ini? > apa terinspirasi geng pelajar yang melakukan adu jotos untuk seleksi anggota > barunya? > > Memang bagi orang-orang super sibuk dan kaum pinter biasanya jarang > menyentuh tontonan sinetron ini. Namun tak bisa dipungkiri bahwa banyak > ibu-ibu, pembantu, anak-anak dan mungkin juga bapak-bapak yang asyik > menonton sinetron tiap hari. Bahkan tidak jarang emosi mereka sering > 'tumpah' sesuai alur cerita. > Tayangan reality show juga dibuat mirip sinetron. Aib rumah tangga dibuka > tanpa tudung lagi dengan alasan ilmiah : demi mencari dimana anggota > keluarganya, demi mengetahui bagaimana sosok sebenarnya orang yang dia > cinta, dst. > > Kalau sudah begini, kita harus bagaimana? tayangan TV sudah masuk ke ruang > keluarga kita. Dalam keluarga pun rasanya jarang berantem gara-gara rebutan > tayangan. Pukul 18.00-23.00 mutlak dikuasai oleh beberapa sinetron. Memang > ada tayangan humor yang membuat rileks otot penat seharian tadi, tapi > agaknya masih kalah kuantitas dari jumlah tayangan sinetron-sinetron itu. > > Bagi yang menentang, mungkin suara hatinya mengeluarkan sumpah serapah, tak > tahu kemana harus mengadu dan bagaimana solusinya. Tapi bagi mereka yang > sudah tergiur dan terbius tayangan sinetron ini, segala macam agenda harus > disesuaikan dengan jadwal tayang sinetron. Memang sich, terkesan anggota > keluarga terlihat anteng di dalam rumah. Tapi tahukah kita bahwa secara > lambat dan pasti, tayangan itu akan mempengaruhi 'way of life' pemirsanya. > Pola hidup konsumerisme (baca: hidup untuk belanja) dan Pola hidup mewah > (baca: serba mercy euy!) adalah misi minimal yang terselubung dalam tayangan > itu. > > Mereka kadang gak sadar bahwa panjang pendeknya cerita akan tergantung > bagaimana ratingnya. Dulu ada Tersanjung sampai 5 episode, sekarang ada > Cinta Fitri 3, dst. Cerita akan sengaja dicampur aduk dan diperlama jika > memang pemirsa masih gandrung. Padahal yang menonton sudah geram setiap > hari, larut dalam emosi pemain sinetronnya. > > Weleh-weleh, trus njuk kepiye lelakone sesuk nggih.... (read: what next > ourlife?) > > > Ki Asmoro Jiwo > > > > >

