Wish all the best for u ya pak....mudah2an diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalani bisnisnya...
Salam, Nia ________________________________ From: m.affan fajar falah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, April 6, 2009 10:14:50 AM Subject: Re: [kendal-online] Menuju Madurejo 2 : Menyusun Grondola Selamat buat Pak Yusuf.... Semoga tambah terus tokonya... Affan @ matsuyama japan --- On Mon, 4/6/09, akhmad mukti <akh...@mukti. web.id> wrote: 2009/4/5 Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> Menuju Madurejo 2 : Menyusun Grondola ------------ --------- --------- ------- Hari Minggu ini terpaksa saya tidak kemana-mana, sebab sudah dijadwal sama boss-nya "Madurejo Swalayan" (baca : istri saya) untuk membantu mengatur dan menyusun grondola atau rak-rak toko. Pekerjaan ini menjadi penting artinya karena toko yang dimaksud adalah toko baru sebagai cikal bin bakal dari serial persilatan bisnis wartel (warung ritel) Madurejo Swalayan jilid 2, atau sebut saja Madurejo 2, sebuah usaha minimarket atau toko swalayan yang berlokasi di kawasan Bintaran, kecamatan Mergangsan, Yogyakarta. Padahal hari ini sebenarnya ada acara penting di Klaten, yaitu rapat persiapan Milad 2 (Ultah Ke-2) komunitas TDA Joglo (Tangan Di Atas untuk wilayah Jogja, Solo dan sekitarnya). Terpaksa saya absen tidak hadir di rapat TDA Joglo, ya karena ada "terpaksa" lainnya yaitu memenuhi jadwal yang sudah diatur boss saya itu tadi. Ngrumangsani (menyadari) bahwa beliau sudah saya tinggal kluyuran selama tiga minggu ke Tembagapura, Papua, maka saya merasa tidak enak untuk tidak memenuhi agenda yang sudah dijadwalkannya. Bangunan sudah siap sekitar dua minggu yll. Sebagian grondola juga sudah disiapkan tapi belum diatur. Urusan atur-mengatur ini memang menjadi sebagian dari keahlian saya (maksudnya, saya lebih ahli dibanding istri saya), makanya istri saya menyerahkan urusan tur-attur ini kepada saya, selain karena terkait dengan urusan angkat wal-junjung. Mengatur tata ruang toko dan menyusun posisi rak atau grondola kelihatannya perkara sederhana. Namun bisa jadi runyam karena harus mengepas-paskan ketersediaan grondola dengan ruang yang terbatas agar tampak rapi, teratur, enak dilihat dan nantinya jadi nyaman dikunjungi. Akhirnya selesai juga, sementara. Sebab ternyata masih diperlukan grondola tambahan beserta asesorinya, lemari etalase dan beberapa perangkat toko lainnya. Dengan kata lain, masih diperlukan biaya tambahan untuk itu. Dan, tadi boss saya sudah memberi jadwal untuk hari Senin besok, antara lain ngedrop barang ke "Madurejo Swalayan" Prambanan, atau sebut saja Madurejo 1, lalu membeli rak untuk kantor, mencari info untuk tambahan grondola dan perangkat komputernya. Ugh...., capek deh.... Inti dari cerita ini sebenarnya adalah : "Mohon Doa Restu" untuk Madurejo 2. Hal yang sebenarnya klise dan kedengaran seperti basa-basi. Kenapa tidak berdoa sendiri saja? (Terkadang pikiran buruk saya muncul..... Boro-boro minta doa orang lain sedangkan orang lain itu untuk mendoakan dirinya sendiri saja belum tentu ingat apalagi sempat..... Mohon maaf bagi yang merasa jadi orang lain...) Kalaupun tidak ada yang mendoakan…., saya akan tetap ingin berbagi dongeng tentang serial Madurejo 2. God willing wal-insya Allah….. Yogyakarta, 5 April 2009 Yusuf Iskandar http://madurejo. wordpress. com

