Alaikumussalam ww Atau bisa dibalik, Mas: Seorang yang memiliki kekayaan 22 Milyar, tapi berpenampilan dan bergaya hidup sederhana
2009/5/22 Budi Yuwono <[email protected]> > > > Ass...wr..wb... > Seorang yang berpenampilan dan bergaya hidup sederhana, tapi memiliki > kekayaan 22 Milyar > > Wassalam > BY > > ------------------------------ > *From:* M. Mudasir <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Thursday, May 21, 2009 4:12:20 PM > *Subject:* [kendal-online] Fw: [mgb] cawapres Boediono > > Ass. wr. wb., > > Maaf lama tidak ikut nulis di KOL, di bawah ini saya forwardkan tulisan > tentang Boediono dari milis tetangga, semoga bermanfaat. > Tidak ada maksud apa-apa kecuali agar kita dapat bersikap lebih adil: > "Janganlah kebencianmu kepada seseorang menghalangimu untuk berbuat adil" > > Sukses selalu buat kendal dan warganya, amin > > Wassalam, > > Mudasir > Department of Chemistry > Faculty of Mathematics and Natural Sciences, > Gadjah Mada University, Sekip Utara > PO Box Bls 21, Yogyakarta 55281 > Indonesia > HP:(+62)-811- 251267 > Fax:(+62)-274- 5451 > > > > tentang pak Boediono, dari millist sebelah: > > Sisi Lain Pak Boed yang Saya Kenal... > > /Jumat, 15 Mei 2009 | 10:22 WIB > > Oleh Faisal Basri * > > Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunya > yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an.Kalau tak salah, > judul-judul bukunya selalu diawali dengan kata ”sinopsis”, ada Sinopsis > Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, SinopsisEkonomi Moneter, dan Sinopsis > Ekonomi Internasional. Kita mendapatkansaripati ilmu ekonomi dari > buku-bukunya yang mudah dicerna. > > Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk > merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius > sehingga bisa menghasilkan buku teks yang lebih utuh. Kala itu saya > menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan menyisihkan > waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk > kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri > Keuangan di bawah pemerintahan Ibu Megawati. > > Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Perekonomian) > bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” dibawah > pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhanekonomi > mengalami peningkatan terus-menerus. > > Di tengah ingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega > ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar). > Ternyata perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior > ini bekerja keras mengawal perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan, > pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004 mencapai 6,65 > persen,tertinggi sejak krisis hingga sekarang. > > Selama dua tahunpertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia > mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak > kabinet,sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini > adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya > Pak SBY memintanya. Agar lebih afdol, kolega-kolega saya ini juga mengajak > Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh denganpengharapan > mereka. > > Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin > sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed > dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang > muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk > mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri, Mas Bambang > Susantono, dan banyak lagi.Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari > saya. > > Interaksilangsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota > Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi EkonomiPresiden > (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri > Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan > sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris > DEN. Pak Boed tak pernah mau menonjolkan diri walau ia sempat jadi menteri > pada masa transisi. > > Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak > mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet- > nyerempet,”jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak > Boedmenjelek- jelekkan orang lain, bahkan sekadar mengkritik sekalipun. > > Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya > di Kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika > hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang > terkatung-katung. > > Suatu waktu menjelang Lebaran,Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak > salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres, > Pak Boed wanti-wantikepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian > berdasarkan hasil kajian yang telah mereka buat. > > Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada yang > konflik kepentingan, kan? Ayo kita jalan, Bismillah… Keesokan harinya, saya > membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan Wapres, > semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada > wartawan. > > Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau > berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada > Mas Anggito. > > Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak > Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed > masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed > dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendirimobil tua > mereka. > > Kedua, saya dan istri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di > supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang > belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong > keranjang itu adalah seorang Menko. > > Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan. > Kemarin di Bandara Soekarno-Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf > ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman mengesankan mereka ketika > bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam > keduanya adalah sikap rendah hati dan kesederhanaannya. > > Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI. Ia > mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang > memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak > item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil > dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang > terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebih mewah dari > mobil dinas gubernur. > > Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan > Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami, Pergerakan > Indonesia, persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong > sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri > kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh. > > Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antekIMF, simbol > Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring > lainnya? Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak > Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed > yang kian terasa langka di negeri ini. > > Maju terus Pak Boed. Doa kami senantiasa menyertai kiprah Pak Boed ke > depan, bagi kemajuan Bangsa. > > *** > > Tulisan ini ditayangkan dalam blog pribadi Faisal Basri di Kompasiana > > : > > ------------------------------ > > [image: Yahoo! > Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkNHM5azIxBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzMzNzg2NjIEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjQyNDg0ODg4> > > Recent Activity > > - 1 > New > Members<http://groups.yahoo.com/group/DosenUGM/members;_ylc=X3oDMTJmZXF2a2M1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzMzNzg2NjIEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyNDI0ODQ4ODg-> > - 1 > New > Polls<http://groups.yahoo.com/group/DosenUGM/polls;_ylc=X3oDMTJnc2VoN2wwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzMzNzg2NjIEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3Zwb2xscwRzdGltZQMxMjQyNDg0ODg4> > > Visit Your Group > <http://groups.yahoo.com/group/DosenUGM;_ylc=X3oDMTJlcnQ3bGc3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzMzNzg2NjIEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTI0MjQ4NDg4OA--> > Give Back > > Yahoo! for > Good<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTJtNXF2ZGQ3BF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzEEZ3JwSWQDMzM3ODY2MgRncnBzcElkAzE3MDUyNDA1NjAEc2VjA25jbW9kBHNsawNicmFuZARzdGltZQMxMjQyNDg0ODg4;_ylg=1/SIG=11314uv3k/**http%3A//brand.yahoo.com/forgood> > > Get inspired > > by a good cause. > Y! Toolbar > > Get it > Free!<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTJvdGNqb2JqBF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzIEZ3JwSWQDMzM3ODY2MgRncnBzcElkAzE3MDUyNDA1NjAEc2VjA25jbW9kBHNsawN0b29sYmFyBHN0aW1lAzEyNDI0ODQ4ODg-;_ylg=1/SIG=11c6dvmk9/**http%3A//toolbar.yahoo.com/%3F.cpdl=ygrps> > > easy 1-click access > > to your groups. > Yahoo! Groups > > Start a > group<http://groups.yahoo.com/start;_ylc=X3oDMTJvbTVvcnN1BF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzMEZ3JwSWQDMzM3ODY2MgRncnBzcElkAzE3MDUyNDA1NjAEc2VjA25jbW9kBHNsawNncm91cHMyBHN0aW1lAzEyNDI0ODQ4ODg-> > > in 3 easy steps. > > Connect with others. > . > > > > > > -- Salam, SWi

