o0o..

kekayaannya cuman 22 M ya?
berarti ga kaya ya? .. huhehehehe

tapi aku coblos dia deh,


ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected]
Email : [email protected]
Blog : www.asrofi.web.id
Office : www.sentraproperty.com


2009/5/22 Setyo Wibowo <[email protected]>

>
>
> Alaikumussalam ww
> Atau bisa dibalik, Mas:
> Seorang yang memiliki kekayaan 22 Milyar, tapi berpenampilan dan bergaya
> hidup sederhana
>
>
> 2009/5/22 Budi Yuwono <[email protected]>
>
>
>>
>> Ass...wr..wb...
>> Seorang yang berpenampilan dan bergaya hidup sederhana, tapi memiliki
>> kekayaan 22 Milyar
>>
>> Wassalam
>> BY
>>
>>  ------------------------------
>> *From:* M. Mudasir <[email protected]>
>> *To:* [email protected]
>> *Sent:* Thursday, May 21, 2009 4:12:20 PM
>> *Subject:* [kendal-online] Fw: [mgb] cawapres Boediono
>>
>>  Ass. wr. wb.,
>>
>> Maaf lama tidak ikut nulis di KOL, di bawah ini saya forwardkan tulisan
>> tentang Boediono dari milis tetangga, semoga bermanfaat.
>> Tidak ada maksud apa-apa kecuali agar kita dapat bersikap lebih adil:
>> "Janganlah kebencianmu kepada seseorang menghalangimu untuk berbuat adil"
>>
>> Sukses selalu buat kendal dan warganya, amin
>>
>> Wassalam,
>>
>> Mudasir
>> Department of Chemistry
>> Faculty of Mathematics and Natural Sciences,
>> Gadjah Mada University, Sekip Utara
>> PO Box Bls 21, Yogyakarta 55281
>> Indonesia
>> HP:(+62)-811- 251267
>> Fax:(+62)-274- 5451
>>
>>
>>
>> tentang pak Boediono, dari millist sebelah:
>>
>> Sisi Lain Pak Boed yang Saya Kenal...
>>
>> /Jumat, 15 Mei 2009 | 10:22 WIB
>>
>> Oleh Faisal Basri *
>>
>>  Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat
>> buku-bukunya yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an.Kalau
>> tak salah, judul-judul bukunya selalu diawali dengan kata ”sinopsis”, ada
>> Sinopsis Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, SinopsisEkonomi Moneter, dan
>> Sinopsis Ekonomi Internasional. Kita mendapatkansaripati ilmu ekonomi dari
>> buku-bukunya yang mudah dicerna.
>>
>>  Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk
>> merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius
>> sehingga bisa menghasilkan buku teks yang lebih utuh. Kala itu saya
>> menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan menyisihkan
>> waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk
>> kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri
>> Keuangan di bawah pemerintahan Ibu Megawati.
>>
>>  Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Perekonomian)
>> bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” dibawah
>> pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhanekonomi
>> mengalami peningkatan terus-menerus.
>>
>> Di tengah ingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega
>> ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar).
>> Ternyata perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior
>> ini bekerja keras mengawal perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan,
>> pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004 mencapai 6,65
>> persen,tertinggi sejak krisis hingga sekarang.
>>
>>  Selama dua tahunpertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia
>> mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak
>> kabinet,sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini
>> adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya
>> Pak SBY memintanya. Agar lebih afdol, kolega-kolega saya ini juga mengajak
>> Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh denganpengharapan
>> mereka.
>>
>> Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin
>> sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed
>> dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang
>> muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk
>> mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri, Mas Bambang
>> Susantono, dan banyak lagi.Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari
>> saya.
>>
>>  Interaksilangsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota
>> Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi EkonomiPresiden
>> (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri
>> Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan
>> sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris
>> DEN. Pak Boed tak pernah mau menonjolkan diri walau ia sempat jadi menteri
>> pada masa transisi.
>>
>>  Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak
>> mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet-
>> nyerempet,”jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak
>> Boedmenjelek- jelekkan orang lain, bahkan sekadar mengkritik sekalipun.
>>
>>  Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya
>> di Kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika
>> hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang
>> terkatung-katung.
>>
>> Suatu waktu menjelang Lebaran,Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak
>> salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres,
>> Pak Boed wanti-wantikepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian
>> berdasarkan hasil kajian yang telah mereka buat.
>>
>> Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada
>> yang konflik kepentingan, kan? Ayo kita jalan, Bismillah… Keesokan harinya,
>> saya membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan
>> Wapres, semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada
>> wartawan.
>>
>>  Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau
>> berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada
>> Mas Anggito.
>>
>>  Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak
>> Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed
>> masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed
>> dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendirimobil tua
>> mereka.
>>
>>  Kedua, saya dan istri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di
>> supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang
>> belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong
>> keranjang itu adalah seorang Menko.
>>
>>  Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan.
>> Kemarin di Bandara Soekarno-Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf
>> ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman mengesankan mereka ketika
>> bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam
>> keduanya adalah sikap rendah hati dan kesederhanaannya.
>>
>>  Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI.
>> Ia mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang
>> memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak
>> item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil
>> dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang
>> terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebih mewah dari
>> mobil dinas gubernur.
>>
>>  Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan
>> Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami, Pergerakan
>> Indonesia, persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong
>> sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri
>> kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh.
>>
>>  Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antekIMF, simbol
>> Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring
>> lainnya? Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak
>> Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed
>> yang kian terasa langka di negeri ini.
>>
>>  Maju terus Pak Boed. Doa kami senantiasa menyertai kiprah Pak Boed ke
>> depan, bagi kemajuan Bangsa.
>>
>> ***
>>
>> Tulisan ini ditayangkan dalam blog pribadi Faisal Basri di Kompasiana
>>
>> :
>>
>> ------------------------------
>>
>> [image: Yahoo! 
>> Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkNHM5azIxBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzMzNzg2NjIEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjQyNDg0ODg4>
>>
>>    Recent Activity
>>
>>    -  1
>>    New 
>> Members<http://groups.yahoo.com/group/DosenUGM/members;_ylc=X3oDMTJmZXF2a2M1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzMzNzg2NjIEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyNDI0ODQ4ODg->
>>     -  1
>>    New 
>> Polls<http://groups.yahoo.com/group/DosenUGM/polls;_ylc=X3oDMTJnc2VoN2wwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzMzNzg2NjIEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3Zwb2xscwRzdGltZQMxMjQyNDg0ODg4>
>>
>> Visit Your Group
>> <http://groups.yahoo.com/group/DosenUGM;_ylc=X3oDMTJlcnQ3bGc3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzMzNzg2NjIEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTI0MjQ4NDg4OA-->
>>   Give Back
>>
>> Yahoo! for 
>> Good<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTJtNXF2ZGQ3BF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzEEZ3JwSWQDMzM3ODY2MgRncnBzcElkAzE3MDUyNDA1NjAEc2VjA25jbW9kBHNsawNicmFuZARzdGltZQMxMjQyNDg0ODg4;_ylg=1/SIG=11314uv3k/**http%3A//brand.yahoo.com/forgood>
>>
>> Get inspired
>>
>> by a good cause.
>>  Y! Toolbar
>>
>> Get it 
>> Free!<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTJvdGNqb2JqBF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzIEZ3JwSWQDMzM3ODY2MgRncnBzcElkAzE3MDUyNDA1NjAEc2VjA25jbW9kBHNsawN0b29sYmFyBHN0aW1lAzEyNDI0ODQ4ODg-;_ylg=1/SIG=11c6dvmk9/**http%3A//toolbar.yahoo.com/%3F.cpdl=ygrps>
>>
>> easy 1-click access
>>
>> to your groups.
>>  Yahoo! Groups
>>
>> Start a 
>> group<http://groups.yahoo.com/start;_ylc=X3oDMTJvbTVvcnN1BF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzMEZ3JwSWQDMzM3ODY2MgRncnBzcElkAzE3MDUyNDA1NjAEc2VjA25jbW9kBHNsawNncm91cHMyBHN0aW1lAzEyNDI0ODQ4ODg->
>>
>> in 3 easy steps.
>>
>> Connect with others.
>> .
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> Salam,
> SWi
>  
>

Kirim email ke