ha..ha....aku kelingane : pathok lele, panggalan (gangsingan), srobot g(b)endera, umbul corek, sudamanda, .....
Achmad Basuki, ST., MT. http://achmadbasuki.wordpress.com + Civil Engineering Dept., Faculty of Engineering Sebelas Maret University Jl. Ir. Sutami 36A SOLO - Jawa Tengah - Indonesia 57126 Telp. +628122636426 - +62-0271-7576106 Fax. +62-0271-634524 --- On Fri, 8/7/09, Muhammad Nur <[email protected]> wrote: From: Muhammad Nur <[email protected]> Subject: [kendal-online] Setin dan apa ya? To: [email protected] Date: Friday, August 7, 2009, 6:02 PM Temen2 kol, yen boso kendale kelereng/gundu iku 'setin' aku eling. Yen dolanan sing bentuke wayang2an soko plastik keras, dolalane model koyo 'setin' iku opo yo jenenge? Penasaran, pls help :) suwun- sinur On 8/6/09, ASROFI <m...@asrofi. web.id> wrote: > ASROFI > > Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah > Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta > Selatan > Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal > > Mobile : +6281 311 661 479 > Yahoo : asrofism > G-Talk : m...@asrofi. web.id > Email : m...@asrofi. web.id > Blog : www.asrofi.web. id > Office : www.sentraproperty. com > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Joko Jorindo <j...@jorindo. co.id> > Date: 2009/8/6 > Subject: APA YANG KITA SOMBONGKAN? > To: ENI <fina...@arjaka. co.id> > Cc: wa...@alakshan. com, elbiwatransinergium @yahoo.com, > emil_ardiaman@ pamintori. com, "Siliasih, Roro" < > Roro.Siliasih@ cevalogistics. com>, Richard S Oentoro <agency_...@apol. > co.id>, > [email protected]. id, rio.da...@gmail. com, tohatarlani@ indachiprima. co.id, > Yuddy > Nassay <ypn....@prima- logistic. com>, YPI BINTARO <ypi.bintaro@ gmail.com>, > Yunan Novaris <yunan.novaris@ gmail.com>, uly rattan > <u...@indonesiarattan .com>, > muhamad ifan <interprima_solusi@ yahoo.co. id>, Indriawan < > indria...@indosat. net.id>, i...@toyota. co.id, Ina Astari Utaminingsih < > i...@silkargo. sig.co.id>, o...@medquest. co.id, Purbo Wahono <ka...@sibdg. > com>, > "Venantin Nining R.A" <pien...@gmail. com>, ponca.kaliga@ gmail.com, ASROFI < > m...@asrofi. web.id>, Andhika <andh...@watsons. co.id>, > antonio_boy1982@ yahoo.com, suratno <sura...@transworld- line.co.id>, > sutri...@adyawinsa. com, "Supardi, Supriyanto / Kuehne + Nagel / Jkt VC" < > supriyanto.supardi@ kuehne-nagel. com>, Sylvia Chen/Maxlines < > sylv...@maxlines. com.tw>, "Dalimonthe, Nurry" < > Nurry.Dalimonthe@ cevalogistics. com>, dd_l...@yahoo. com, Gunawan < > dja.mgunawan@ cma-cgm.com>, Helmi Yulita <helmiyulita@ yahoo.com>, "Hidayat, > Lukman" <Lukman.Hidayat@ conocophillips. com>, hen...@mlwtelecom. com, Chuldan > Imansyah <mochamad.imansyah@ reallink- logistics. com>, > nugraha8343@ yahoo.co. id, > nina-...@kaseindo. com > > > > > > > Dari milis tetangga, semoga bermanfaat > > > > APA YANG KITA SOMBONGKAN? > > Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat > Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat > lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan > keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?" > > Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta > nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka > pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa > menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, > saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya." > > Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang > benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. > > Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor MATERI. Kita merasa > lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. > > Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor KECERDASAN. Kita merasa > lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain. > > Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor KEBAIKAN. Kita sering > menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus > dibandingkan dengan orang lain. > > Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita > mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong > karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena > seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. > > Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang > lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan > kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini > berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan > kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas. > > Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu EGO di satu kutub dan > KESADARAN sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam > keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, > kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan > dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih > banyak lagi. > > Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego > inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan > kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan. > > Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju KESADARAN sejati. > Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan > paradigma yang perlu kita lakukan. > > Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah MAKHLUK > FISIK, tetapi MAKHLUK SPIRITUAL. Kesejatian kita adalah spiritualitas, > sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir > dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. > Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam > kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, > label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak > dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai > kesombongan atau ilusi ego. > > Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, > semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan > sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. Dalam hidup ini > berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak > akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang > lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk > persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. > Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat > baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan ? > > >

