nek ning Klw yen nggak salah jenenge "lot-lotan' maine ning jobin sing alus.

Salam dari Mbandung

 Mudasir 
Department of Chemistry
Faculty of Mathematics and Natural Sciences,
Gadjah Mada University, Sekip Utara
PO Box Bls 21, Yogyakarta 55281
Indonesia
HP:(+62)-811-251267 
Fax:(+62)-274-545188




________________________________
From: Muhammad Nur <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, August 7, 2009 6:02:05 PM
Subject: [kendal-online] Setin dan apa ya?

  
Temen2 kol,
yen boso kendale kelereng/gundu iku 'setin' aku eling.

Yen dolanan sing bentuke wayang2an soko plastik keras, dolalane model
koyo 'setin' iku opo yo jenenge?

Penasaran, pls help :)

suwun-
sinur

On 8/6/09, ASROFI <m...@asrofi. web.id> wrote:
> ASROFI
>
> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
> Selatan
> Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>
> Mobile  : +6281 311 661 479
> Yahoo : asrofism
> G-Talk : m...@asrofi. web.id
> Email : m...@asrofi. web.id
> Blog : www.asrofi.web. id
> Office : www.sentraproperty. com
>
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Joko Jorindo <j...@jorindo. co.id>
> Date: 2009/8/6
> Subject: APA YANG KITA SOMBONGKAN?
> To: ENI <fina...@arjaka. co.id>
> Cc: wa...@alakshan. com, elbiwatransinergium @yahoo.com,
> emil_ardiaman@ pamintori. com, "Siliasih, Roro" <
> Roro.Siliasih@ cevalogistics. com>, Richard S Oentoro <agency_...@apol. 
> co.id>,
> [email protected]. id, rio.da...@gmail. com, tohatarlani@ indachiprima. co.id, 
> Yuddy
> Nassay <ypn....@prima- logistic. com>, YPI BINTARO <ypi.bintaro@ gmail.com>,
> Yunan Novaris <yunan.novaris@ gmail.com>, uly rattan
> <u...@indonesiarattan .com>,
> muhamad ifan <interprima_solusi@ yahoo.co. id>, Indriawan <
> indria...@indosat. net.id>, i...@toyota. co.id, Ina Astari Utaminingsih <
> i...@silkargo. sig.co.id>, o...@medquest. co.id, Purbo Wahono <ka...@sibdg. 
> com>,
> "Venantin Nining R.A" <pien...@gmail. com>, ponca.kaliga@ gmail.com, ASROFI <
> m...@asrofi. web.id>, Andhika <andh...@watsons. co.id>,
> antonio_boy1982@ yahoo.com, suratno <sura...@transworld- line.co.id>,
> sutri...@adyawinsa. com, "Supardi, Supriyanto / Kuehne + Nagel / Jkt VC" <
> supriyanto.supardi@ kuehne-nagel. com>, Sylvia Chen/Maxlines <
> sylv...@maxlines. com.tw>, "Dalimonthe, Nurry" <
> Nurry.Dalimonthe@ cevalogistics. com>, dd_l...@yahoo. com, Gunawan <
> dja.mgunawan@ cma-cgm.com>, Helmi Yulita <helmiyulita@ yahoo.com>, "Hidayat,
> Lukman" <Lukman.Hidayat@ conocophillips. com>, hen...@mlwtelecom. com, Chuldan
> Imansyah <mochamad.imansyah@ reallink- logistics. com>,
> nugraha8343@ yahoo.co. id,
> nina-...@kaseindo. com
>
>
>
>
>
>
> Dari milis tetangga, semoga bermanfaat
>
>
>
> APA YANG KITA SOMBONGKAN?
>
> Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat
> Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat
> lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan
> keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"
>
> Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta
> nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka
> pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa
> menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu,
> saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."
>
> Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang
> benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari.
>
> Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor MATERI. Kita merasa
> lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
>
> Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor KECERDASAN. Kita merasa
> lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
>
> Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor KEBAIKAN. Kita sering
> menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus
> dibandingkan dengan orang lain.
>
> Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita
> mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong
> karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena
> seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
>
> Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang
> lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan
> kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini
> berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan
> kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.
>
> Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu EGO di satu kutub dan
> KESADARAN sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam
> keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu,
> kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan
> dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih
> banyak lagi.
>
> Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego
> inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan
> kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.
>
> Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju KESADARAN sejati.
> Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan
> paradigma yang perlu kita lakukan.
>
> Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah MAKHLUK
> FISIK, tetapi MAKHLUK SPIRITUAL. Kesejatian kita adalah spiritualitas,
> sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir
> dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.
> Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam
> kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan,
> label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak
> dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai
> kesombongan atau ilusi ego.
>
> Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan,
> semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan
> sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. Dalam hidup ini
> berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak
> akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang
> lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk
> persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam.
> Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat
> baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan ?
>
>
>

   


      

Kirim email ke