Pak Kun,

It helps so much...

Thanks pak.

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected]
Email : [email protected]
Blog : www.asrofi.web.id
Office : www.sentraproperty.com


2009/10/6 muhamad kundarto <[email protected]>

>
>
> Tiap orang mendambakan kriteria yang ideal buat pasangannya. Dari ukuran
> wajah, anggota tubuh, materi, sifat, dll; kesemuanya punya alasan
> tersendiri. Namun banyak orang juga terlalu gegabah menentukan pasangan
> tanpa berkaca pada kondisi dirinya sendiri. Ibarat bernafsu beli kulkas
> padahal di desanya belum ada listrik. Ibarat pengen punya HP padahal di
> desanya belum ada sinyal yang masuk.
>
> Artinya, menentukan pasangan harus disesuaikan dengan SIAPA yang
> dipasangkan. Makna pasangan artinya separoh bagian yang harus 'klik'
> manakala dipasangkan dengan bagian yang lain. Boleh jadi perhiasan emas
> permata sangat cocok dipakai, tetapi menjadi tiada bermakna apabila si
> pemakai menjadi pertapa (baca: bertahun-tahun tidak ketemu orang lain).
> Makna hakekat perhiasan adalah untuk dipandang oleh orang lain.
>
> Boleh jadi orang yang cerdas, banyak ide dan hoby memerintah adalah
> pasangan yang menarik; tetapi menjadi kontraproduktif apabila pasangannya
> juga mempunyai karakter yang sama. Jadilah tiap hari bersitegang karena
> sama-sama ingin memerintah dan tidak mau diperintah. Maka dicarilah kriteria
> pasangan yang saling melengkapi. Karakter umum lelaki adalah suka terima
> tantangan dan mudah bosan pada kemapanan. Karakter umum perempuan adalah
> suka menjaga kemapanan dan sering tidak berani mengambil resiko yang terlalu
> besar.
> Kriteria yang lebih spesifik ibarat Im-Yang, dingin-panas, pendiam-cerewet,
> manja-mengayomi, keras kepala - lembut/penyabar, dll.
>
> Sebelum menentukan bagaimana pasangan, lebih baik secara tepat MEMBACA diri
> sendiri. "Menurut anda, siapakah anda ini?" begitu pertanyaan awal yang
> harus dijawab oleh batin secara tulus ikhlas. Langkah berikutnya menentukan
> karakter yang pas dan saling melengkapi dengan karakter diri sendiri.
>
> Karakter orang juga tidak boleh monoton, karena salah satu sifat manusia
> dan merupakan bawaan orok adalah "manusia mudah merasa bosan". Maka,
> dibutuhkan kedinamisan sifat dengan bentuk perubahan menyelaraskan perubahan
> yang dialami oleh pasangan. Kita tidak selamanya tegar, kadang juga rapuh,
> sedih dan bahkan kekanak-kanakan. Orang yang rapuh butuh pertolongan dan
> ketegaran. Orang yang sedih butuh sumber kegembiraan. Orang manja butuh
> pihak yang mau memanjakan. Tidak selalu yang tua mengalah terus. Tidak
> selalu yang muda tidak bisa tampil sangat dewasa. Tidak selalu si cewek
> manja melulu, kadang lelakipun butuh dimanjakan.
> Artinya, seseorang harus belajar menjadi figur yang multi karakter. Kadang
> dia sangat dewasa, manakala pasangannya sangat rapuh dan butuh bimbingan.
> Kadang dia sangat ceria dan lucu, manakala pasangan butuh teman bermain. Dan
> seterusnya.
>
> Manajemen konflik juga butuh kedinamisan. Terkadang rayuan tertentu akan
> ampuh pada saat ini, tetapi sangat menyebalkan manakala selalu
> diulang-ulang. Terkadang menasehati tidak selalu dengan menyalahkan, kadang
> kita perlu mengajak pasangan ke peristiwa lain tempat yang bermakna nasehat,
> misalnya nonton film dengan hikmah tertentu. Terkadang kita harus terdiam
> manakala pasangan sedang dalam puncak pe-ngomel-an.
>
> Terakhir, kadang kita begitu sangat toleran pada teman dan sahabat pada
> sesuatu kekurangan atau kegagalan. Tapi, kadang kita terlalu bernafsu untuk
> menyalahkan dan mengatur manakala pasangan melakukan hal yang sama. Di
> sinilah kita perlu membangun jiwa besar, sehingga ritme hidup selaras dengan
> gelombang-riak aliran air kehidupan yang serba misteri dan butuh
> kewaspadaan.
>
> Selasa, 6 Oktober 2009 pukul 23.30 WIB
>
> Ki Asmoro Jiwo
>
>  
>

Kirim email ke