Ketoknya, kalo di sekitar Weleri-Gemuh, namanya Punjungan..... Dilakukan ketika Riyaya (pagi, menjelang bersalaman lebaran).....
--- On Tue, 2/23/10, samsul ulum <[email protected]> wrote: From: samsul ulum <[email protected]> Subject: [kendal-online] wewehan To: "kendal online" <[email protected]>, "legra godeo" <[email protected]>, "radut 23" <[email protected]>, "rimpala fahutan ipb" <[email protected]> Cc: "fahutan 34 ipb" <[email protected]>, [email protected], "desi fa" <[email protected]>, [email protected], "desichr" <[email protected]>, "Andina Primadanti" <[email protected]>, [email protected], "ai jelajah" <[email protected]>, "Anneke Frayanty" <[email protected]>, "ina fa" <[email protected]>, "mochamad syamsudin" <[email protected]>, "ulum gmail" <[email protected]>, "yeni karang tengah" <[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, [email protected], [email protected], "bajoeadji" <[email protected]>, "fahruroji ahmad" <[email protected]>, "beni karangtengah" <[email protected]> Date: Tuesday, February 23, 2010, 11:21 PM Peringatan Maulid TRADISI "WEWEHAN" WARGA KALIWUNGU Kamis, 18 Februari 2010 | 13:32 WIB Kaliwungu merupakan kota kecamatan di Kabupaten Kendal yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Jumlah penduduk kota Kaliwungu sekitar 150.000 jiwa, menjadikannya kota terpadat di Kendal. Kaliwungu merupakan pusat penyebaran agama Islam dan budaya di Kendal karena Kaliwungu merupakan ibu kota Kabupaten Kendal pada zaman Mataram. Selain itu, Kaliwungu juga sering disebut sebagai Kota Santri karena banyaknya pondok pesantren di kota tersebut. Napas kehidupan islami akan sangat terasa bila kita berdiam atau singgah di Kaliwungu. "Wewehan" merupakan sebuah tradisi yang berkembang pada masyarakat Kaliwungu untuk memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun pada beberapa kampung di Kaliwungu, kegiatan wewehan dilaksanakan setiap Jumat sebulan sebelum peringatan Maulid Nabi. Wewehan berasal dari kata "weweh" yang dalam bahasa Jawa berarti memberi. Wewehan dapat diartikan dengan saling memberi. Pada tradisi wewehan, setiap warga membuat makanan berupa jajan pasar maupun makanan modern yang akan dibagikan kepada warga lain. Pembuatan makanan bergantung pada kemampuan warga. Biasanya banyak jenis makanan khas Kaliwungu yang hanya ada pada kegiatan wewehan, seperti sumpil. Makanan ini sejenis ketupat kecil berbentuk segitiga yang dimakan bersama sambal kelapa. Saat perayaan wewehan, setiap warga saling bertukar makanan yang telah mereka buat. Warga yang memiliki anak kecil menugaskan anaknya sebagai pengantar makanan. Sementara para orang tua yang tidak memiliki anak kecil biasanya menunggu hantaran dari para tetangganya untuk ditukar dengan makanan yang telah dipersiapkan. Sekilas kegiatan tersebut mirip dengan kegiatan barter, namun ada perbedaan mendasar antara keduanya. Dalam barter, orang akan bertransaksi apabila merasa cocok dengan barang yang akan dibarter. Sementara dalam wewehan, penukaran makanan didasarkan pada keikhlasan memberi, bukan berdasarkan selera penukarnya. Wewehan merupakan tradisi yang masih berkembang di masyarakat Kaliwungu sampai saat ini. Dalam kegiatan wewehan terkandung makna mendalam tentang pentingnya berbagi dengan sesama. Pengetahuan untuk berbagi sejak dini akan membekas pada setiap anak yang mengikuti acara tersebut. Selain prosesi wewehan, pada perayaan Maulid Nabi Muhammad, warga Kaliwungu biasanya akan menghias rumahnya dengan berbagai macam lampu. Salah satu yang khas dari lampu hias tersebut adalah "teng-tengan" . Teng-tengan adalah sejenis lampion beraneka ragam bentuk, seperti bintang, kapal laut, kapal terbang, atau petromaks. Zaman dahulu, teng-tengan dinyalakan dengan lampu minyak, namun sekarang lampu minyak telah digantikan bohlam listrik. Selain kedua tradisi di atas, pada perayaan Maulid Nabi di Kaliwungu juga diadakan kegiatan pawai ta'aruf yang menampilkan berbagai macam kesenian tradisional dan modern. Selain itu, setiap dua tahun sekali, Remaja Masjid Besar Al Mutaqim, Kaliwungu, mengadakan kegiatan Festival Masjid Al Mutaqim yang dilaksanakan di pelataran parkir masjid selama seminggu. Acara kesenian dan budaya yang ditampilkan pada acara festival masjid mampu menyedot pengunjung dari luar kota Kaliwungu. Banyaknya agenda budaya di Kaliwungu pada peringatan Maulid Nabi Muhammad tentunya bisa dijadikan sebagai agenda wisata tahunan, sehingga akan memberikan kontribusi yang baik untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kendal. Samsul Ulum Pemerhati budaya Kendal sumber : http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2010/02/18/ 1332356/tradisi. wewehan.warga. kaliwungu samsul ulum The Forest Trust wildlife&HCVF specialist kaliwungu city, kendal, central java www.tft-forests. org Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

