Kalau di tempatku namanya Barikan sambil silahturahmi
________________________________ From: muhamad kundarto <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wed, February 24, 2010 7:11:54 AM Subject: Re: [kendal-online] wewehan Ketoknya, kalo di sekitar Weleri-Gemuh, namanya Punjungan... .. Dilakukan ketika Riyaya (pagi, menjelang bersalaman lebaran).... . --- On Tue, 2/23/10, samsul ulum <sampsum...@yahoo. com> wrote: >From: samsul ulum <sampsum...@yahoo. com> >Subject: [kendal-online] wewehan >To: "kendal online" <kendal-online@ yahoogroups. com>, "legra godeo" ><risalahgusti@ yahoo.com>, "radut 23" <radoetc...@yahoogro ups.com>, "rimpala >fahutan ipb" <rimpala_fahutan_ i...@yahoogroups. com> >Cc: "fahutan 34 ipb" <fahutan...@yahoogro ups.com>, fahutan-alumni@ >yahoogroups. com, "desi fa" <sarapannikmat@ yahoo.com>, dpur...@gmail. com, >"desichr" <desi...@yahoo. com>, "Andina Primadanti" <vsard...@yahoo. co.id>, >sam.ariebowo@ yahoo.com, "ai jelajah" <prama...@yahoo. co.id>, "Anneke >Frayanty" <fraya_c...@yahoo. com>, "ina fa" <inna_...@yahoo. com>, "mochamad >syamsudin" <igu...@yahoo. com>, "ulum gmail" <botol....@gmail. com>, "yeni >karang tengah" <y_...@yahoo. com>, "yuyun...@haritamin eral.com" ><yuyun...@haritamine ral.com>, fajarmiftah@ yahoo.co. id, pht.kph.btn@ >gmail.com, "bajoeadji" <bajoea...@yahoo. com>, "fahruroji ahmad" ><bale_engkong@ yahoo.com>, "beni karangtengah" <bee.be...@gmail. com> >Date: Tuesday, February 23, 2010, 11:21 PM > > > >Peringatan Maulid >TRADISI "WEWEHAN" WARGA KALIWUNGU >Kamis, 18 Februari 2010 | 13:32 WIBKaliwungu merupakan kota kecamatan di >Kabupaten Kendal yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Jumlah >penduduk kota Kaliwungu sekitar 150.000 jiwa, menjadikannya kota terpadat di >Kendal. Kaliwungu merupakan pusat penyebaran agama Islam dan budaya di Kendal >karena Kaliwungu merupakan ibu kota Kabupaten Kendal pada zaman Mataram. >Selain itu, Kaliwungu juga sering disebut sebagai Kota Santri karena banyaknya >pondok pesantren di kota tersebut. Napas kehidupan islami akan sangat terasa >bila kita berdiam atau singgah di Kaliwungu. >"Wewehan" merupakan sebuah tradisi yang berkembang pada masyarakat Kaliwungu >untuk memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun pada beberapa kampung >di Kaliwungu, kegiatan wewehan dilaksanakan setiap Jumat sebulan sebelum >peringatan Maulid Nabi. >Wewehan berasal dari kata "weweh" yang dalam bahasa Jawa berarti memberi. >Wewehan dapat diartikan dengan saling memberi. Pada tradisi wewehan, setiap >warga membuat makanan berupa jajan pasar maupun makanan modern yang akan >dibagikan kepada warga lain. Pembuatan makanan bergantung pada kemampuan >warga. Biasanya banyak jenis makanan khas Kaliwungu yang hanya ada pada >kegiatan wewehan, seperti sumpil. Makanan ini sejenis ketupat kecil berbentuk >segitiga yang dimakan bersama sambal kelapa. >Saat perayaan wewehan, setiap warga saling bertukar makanan yang telah mereka >buat. Warga yang memiliki anak kecil menugaskan anaknya sebagai pengantar >makanan. Sementara para orang tua yang tidak memiliki anak kecil biasanya >menunggu hantaran dari para tetangganya untuk ditukar dengan makanan yang >telah dipersiapkan. Sekilas kegiatan tersebut mirip dengan kegiatan barter, >namun ada perbedaan mendasar antara keduanya. Dalam barter, orang akan >bertransaksi apabila merasa cocok dengan barang yang akan dibarter. Sementara >dalam wewehan, penukaran makanan didasarkan pada keikhlasan memberi, bukan >berdasarkan selera penukarnya. >Wewehan merupakan tradisi yang masih berkembang di masyarakat Kaliwungu sampai >saat ini. Dalam kegiatan wewehan terkandung makna mendalam tentang pentingnya >berbagi dengan sesama. Pengetahuan untuk berbagi sejak dini akan membekas pada >setiap anak yang mengikuti acara tersebut. >Selain prosesi wewehan, pada perayaan Maulid Nabi Muhammad, warga Kaliwungu >biasanya akan menghias rumahnya dengan berbagai macam lampu. Salah satu yang >khas dari lampu hias tersebut adalah "teng-tengan" . Teng-tengan adalah >sejenis lampion beraneka ragam bentuk, seperti bintang, kapal laut, kapal >terbang, atau petromaks. Zaman dahulu, teng-tengan dinyalakan dengan lampu >minyak, namun sekarang lampu minyak telah digantikan bohlam listrik. >Selain kedua tradisi di atas, pada perayaan Maulid Nabi di Kaliwungu juga >diadakan kegiatan pawai ta'aruf yang menampilkan berbagai macam kesenian >tradisional dan modern. Selain itu, setiap dua tahun sekali, Remaja Masjid >Besar Al Mutaqim, Kaliwungu, mengadakan kegiatan Festival Masjid Al Mutaqim >yang dilaksanakan di pelataran parkir masjid selama seminggu. Acara kesenian >dan budaya yang ditampilkan pada acara festival masjid mampu menyedot >pengunjung dari luar kota Kaliwungu. >Banyaknya agenda budaya di Kaliwungu pada peringatan Maulid Nabi Muhammad >tentunya bisa dijadikan sebagai agenda wisata tahunan, sehingga akan >memberikan kontribusi yang baik untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) >Kendal. > >Samsul Ulum Pemerhati budaya Kendal > > >sumber : http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2010/02/18/ 1332356/tradisi. >wewehan.warga. kaliwungu > > >samsul ulum >The Forest Trust >wildlife&HCVF specialist >kaliwungu city, kendal, central java >www.tft-forests. org >________________________________ Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. >Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

