- Terlepas dari seperti mas BW bilang tentagn hukum positif yg diupayakan oleh PKS, mohon maaf karena saya terus terang ndak interest sama politisi termasuk PKS yang lidahnya suka mleset-mlesetin hukum. Rokok bagi saya pribadi adalah haram, karena sesungguhnya akan ada double kerugian, pertama bagi perokok aktif dan kedua yang lebih besar bagi perokok pasif. Eksternal cost dari efek rokok itu jauh lebih besar dibandingkan dengan income gy diterima.
- Saya terus terang heran, dari beberapa negara ASEAN yang saya singgahi, orang Indonesia ini yang paling hobi ngisep rokok. Bahkan terkesan bangga dan bergaya klo mengisep rokok, sehingga kawula mudanya teracuni dengan tayangan2 iklan rokok yang terlihat gaul itu. Negara2
macam Singapore dan Thailand sudah jelas-jelas melarang iklan rokok, bahkan beberapa film yang memiliki adegan merokok pasti akan kena sensor.
- Soal petani tembakau, saya kira fungsi tanaman tembakau tidak hanya untuk merokok saja, sejauh ini penelitian membuktikan bahwa protein yang terkandung di daun tembakau juga bisa digunakan dalam industri farmasi. Meskipun saat ini kapasitasnya masih terbatas, tapi saya yakin dengan diharamkannya tembakau akan semakin menginspirasi para ilmuwan Indonesia untuk giat meneliti kandungan dan manfaat daun tembakau yg lain.
Ery Wijaya
http://erywijaya.wordpress.com/
From: Setyo Wibowo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, 15 March, 2010 13:44:53
Subject: RE: [kendal-online] Fw: Re: [ilmutanah] GERAKAN ANTI MEROKOK menjadi ANTI TEMBAKAU
Menghubungkan upaya antirokok dengan sumbangan luar negeri, sampai komersialisasi hukum segala, menurut saya kejauhan (kalau tidak mau dikatakan, tuduhan jahat).
Upaya2 antirokok sudah berjalan lama, Bos. Pada jamaah2 Islam yang lebih saklek, seperti komunitas tarbiyah (PKS), HT, salafy, dsb, antirokok (baca: pengharaman) sudah mulai sejak 80-an. Termasuk hukum2 positif yg digulirkan terkait dg pembatasan rokok, konon juga tidak lepas dari upaya2 antirokok dari teman2 PKS di legislatif.
Kalau MUI dan Muhammadiyah kemudian bersikap sama, menurut saya, hanya masalah timing saja. Wajar saja, jamaah yg lebih besar, pertimbangannya mungkin lebih banyak. Bukan tidak mungkin lho, kelak NU juga akan mengikuti.
Wass,
Bw
Mantan perokok, bisa berhenti karena setuju: rokok adalah haram.
From: kendal-online@ yahoogroups. com
[mailto:kendal- onl...@yahoogrou ps.com] On Behalf Of muhamad kundarto
Sent: Monday, March 15, 2010 1:04 PM
To: milist alumni; kendal online; milist dosen UPN; alumni faperta
Subject: [kendal-online] Fw: Re: [ilmutanah] GERAKAN ANTI MEROKOK
menjadi ANTI TEMBAKAU
|
Fyi pendapat 2 orang peneliti, buat menambah diskusi nuwun
Mengenai tembakau ini memang agak perlu penanganan yang hati-hati. Bagi kita sebenarnya tembakau ini merupakan salah satu komoditi yang memiliki daya saing spasial relatif tinggi bagi kawasan vulkanik tropika basah seperti halnya negara kita. Kalau ini sampai hilang dari Indonesia sementara masyarakat yang sudah memiliki habit dengan additive dari bahan aktif tembakau ini sangat sulit disembuhkan, produk tembakau wilayah lain masuk secara illegal yang sangat mudah ke Indonesia. Upaya kita sebaiknya cukup preventive bagi yang belum kecanduan dan tembakau kita eksport sebesar-besarnya agar petani kita dapat mendapatkan manfaat dari daya saing spasial kita ini.
Mengenai kentang di dataran tinggi yang mudah terdegradasi, sebenarnya teknologi budidaya dengan jaminan konservasi kita sudah ada, namun sulit diimplementasikan di dataran tinggi yang dominan berlereng. Sebenarnya potensi produksi kentang tinggi 40 ton/ha/musim/ 3-4 bulan dibanding padi 6 ton gabah/ha/musim/ 3-4 bulan. Untuk itu perlu diselesaikan skenario agar implementasi teknologi tsb berjalan. Hasil penelitian kentang di dataran medium 400 - 500 m dpl dapat memberikan hasil 20 ton/ha/musim. Ini sebenarnya potensial, selain lahan tersedia cukup luas juga implementasi teknologi konservasi mudah dilaksanakan. Rendahnya produksi ini nampaknya akibat tingginya laju fotorespirasi, upaya menurunkan laju fotorespirasi ini nampaknya akan mampu meningkatkan produksi. Penekanan fotorespirasi ini mungkin dapat dilakukan dengan penggunaan naungan, mulsa ataupun penyediaan air genangan disekitar tanaman, penempatan pada lereng yang berada pada wilayah bayang2 matahari. Misal pada bulan April - September tanam di wilayah Lintang selatan dengan posisi lereng yang mengarah ke selatan, demikian sebaliknya.
Maaf ini sekedar sumbang pemikiran, trims.
Subowo, G. Balai Penelitian Tanah.
From: Suwardi suwardi
<suwardi_bogor@ yahoo.com>
|


