Walah2 mantap bener nih diskusinya...sampai ke partai segala.

Kalau merokok ini kan masih jadi bahan perdebatan, artinya sebagian ulama 
memakruhkan dan sebagian lagi mengharamkan.

Mungkin akan lebih tepat misalnya penegasan kembali terhadap hal2 yg sudah 
pasti haram tapi ternyata masih saja bebas diproduksi dan beredar di 
masyarakat...contoh : Minuman keras, Judi bola dan sejenisnya, perzinahan dll.

Jelas akan lebih bermanfaat...

...bersambung

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: ery wijaya <[email protected]>
Date: Mon, 15 Mar 2010 07:14:14 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [kendal-online] Fw: Re: [ilmutanah] GERAKAN ANTI MEROKOK menjadi 
ANTI TEMBAKAU

Wah makin menarik neh diskusinya, saya urun rembuk juga:


        1. Terlepas dari seperti mas BW bilang tentagn hukum positif yg 
diupayakan oleh PKS, mohon maaf karena saya terus terang ndak interest sama 
politisi termasuk PKS yang lidahnya suka mleset-mlesetin hukum. Rokok bagi saya 
pribadi adalah haram, karena sesungguhnya akan ada double kerugian, pertama 
bagi perokok aktif dan kedua yang lebih besar bagi perokok pasif. Eksternal 
cost dari efek rokok itu jauh lebih besar dibandingkan dengan income gy 
diterima.

        2. Saya terus terang heran, dari beberapa negara ASEAN yang saya 
singgahi, orang Indonesia ini yang paling hobi ngisep rokok. Bahkan terkesan 
bangga dan bergaya klo mengisep rokok, sehingga kawula mudanya teracuni dengan 
tayangan2 iklan rokok yang terlihat gaul itu. Negara2 macam Singapore dan 
Thailand sudah jelas-jelas melarang iklan rokok, bahkan beberapa film yang 
memiliki adegan merokok pasti akan kena sensor.

        3. Soal petani tembakau, saya kira fungsi tanaman tembakau tidak hanya 
untuk merokok saja, sejauh ini penelitian membuktikan bahwa protein yang 
terkandung di daun tembakau juga bisa digunakan dalam industri farmasi. 
Meskipun saat ini kapasitasnya masih terbatas, tapi saya yakin dengan 
diharamkannya tembakau akan semakin menginspirasi para ilmuwan Indonesia untuk 
giat meneliti kandungan dan manfaat daun tembakau yg lain.Pada kesimpulannya, 
saya mendukung penuh fatwa merokok itu haram, bahkan mendorong pemerintah dan 
sektor terkait untuk mulai memberdayakan petani tembakau dengan hal2 lain yg 
lebih bermanfaat. Selain itu tentunya perlu adanya ketentuan hukum tentang 
industri rokok berserta pengkonsumsiannya.

 Salam, 


Ery Wijaya
http://erywijaya.wordpress.com/







________________________________
From: Setyo Wibowo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, 15 March, 2010 13:44:53
Subject: RE: [kendal-online] Fw: Re: [ilmutanah] GERAKAN ANTI MEROKOK menjadi 
ANTI TEMBAKAU

  
Menghubungkan upaya antirokok dengan sumbangan luar negeri,
sampai komersialisasi hukum segala, menurut saya kejauhan (kalau tidak mau
dikatakan, tuduhan jahat).
 
Upaya2 antirokok sudah berjalan lama, Bos. Pada jamaah2 Islam
yang lebih saklek, seperti komunitas tarbiyah (PKS), HT, salafy, dsb, antirokok
(baca: pengharaman) sudah mulai sejak 80-an. Termasuk hukum2 positif yg
digulirkan terkait dg pembatasan rokok, konon juga tidak lepas dari upaya2
antirokok dari teman2 PKS di legislatif.
Kalau MUI dan Muhammadiyah kemudian bersikap sama, menurut saya,
hanya masalah timing saja. Wajar saja, jamaah yg lebih besar, pertimbangannya
mungkin lebih banyak. Bukan tidak mungkin lho, kelak NU juga akan mengikuti.
 
Wass,
Bw
Mantan perokok, bisa berhenti karena setuju: rokok adalah haram.
 
From:kendal-online@ yahoogroups. com
[mailto:kendal- onl...@yahoogrou ps.com] On Behalf Of muhamad kundarto
Sent: Monday, March 15, 2010 1:04 PM
To: milist alumni; kendal online; milist dosen UPN; alumni faperta
Subject: [kendal-online] Fw: Re: [ilmutanah] GERAKAN ANTI MEROKOK
menjadi ANTI TEMBAKAU
 
  
Fyi
pendapat 2 orang peneliti, buat menambah diskusi
nuwun 


--- On Mon, 3/15/10, Subowo Gitosuwondo <sub_g...@yahoo. com> wrote:

From: Subowo Gitosuwondo <sub_g...@yahoo. com>
Subject: Re: [ilmutanah] GERAKAN ANTI MEROKOK menjadi ANTI TEMBAKAU
To: ilmuta...@yahoogrou ps.com, ilmuta...@yahoogrou ps.com
Cc: mask...@yahoo. com
Date: Monday, March 15, 2010, 10:23 AM
Mengenai tembakau ini memang agak perlu penanganan yang hati-hati. Bagi kita 
sebenarnya tembakau ini merupakan salah satu komoditi yang memiliki daya saing 
spasial relatif tinggi bagi kawasan vulkanik tropika basah seperti halnya 
negara kita. Kalau ini sampai hilang dari Indonesia sementara masyarakat yang 
sudah memiliki habit dengan additive dari bahan aktif tembakau ini sangat sulit 
disembuhkan, produk tembakau wilayah lain masuk secara illegal yang sangat 
mudah ke Indonesia. Upaya kita sebaiknya cukup preventive bagi yang belum 
kecanduan dan tembakau kita eksport sebesar-besarnya agar petani kita dapat 
mendapatkan manfaat dari daya saing spasial kita ini.
 
Mengenai kentang di dataran tinggi yang mudah terdegradasi, sebenarnya 
teknologi budidaya dengan jaminan konservasi kita sudah ada, namun sulit 
diimplementasikan di dataran tinggi yang dominan berlereng. Sebenarnya potensi 
produksi kentang tinggi 40 ton/ha/musim/ 3-4 bulan dibanding padi 6 ton 
gabah/ha/musim/ 3-4 bulan. Untuk itu perlu diselesaikan skenario agar 
implementasi teknologi tsb berjalan. Hasil penelitian kentang di dataran medium 
400 - 500 m dpl  dapat memberikan hasil 20 ton/ha/musim. Ini sebenarnya 
potensial, selain lahan tersedia cukup luas juga implementasi teknologi 
konservasi mudah dilaksanakan. Rendahnya produksi ini nampaknya akibat 
tingginya laju fotorespirasi, upaya menurunkan laju fotorespirasi ini nampaknya 
akan mampu meningkatkan produksi. Penekanan fotorespirasi ini mungkin dapat 
dilakukan dengan penggunaan naungan, mulsa ataupun penyediaan air genangan 
disekitar tanaman, penempatan pada lereng yang berada pada wilayah bayang2
 matahari. Misal pada bulan April - September tanam di wilayah Lintang selatan 
dengan posisi lereng yang mengarah ke selatan, demikian sebaliknya. 
 
Maaf ini sekedar sumbang pemikiran, trims.
 
Subowo, G.
Balai Penelitian Tanah.   
 

________________________________
 
From:Suwardi suwardi <suwardi_bogor@ yahoo.com>
To: ilmuta...@yahoogrou ps.com
Sent: Sun, March 14, 2010 10:01:19 PM
Subject: Re: [ilmutanah] GERAKAN ANTI MEROKOK menjadi ANTI TEMBAKAU

  
Mas Kun, jaman sekarang segala hal bisa dipolitisir dan dikomersialkan. Rokok 
hukumnya sudah cukup jelas makruh. Kemudian ada pihak yang mengharamkan dan 
ternyata pihak tersebut memperoleh uang dari lembaga tertentu dari Amerika. 
Mungkin nanti kalau pernyataan haram tidak laku, akan kembali lagi dinyatakan 
makruh, toh uang sudah diterima. Di sinilah terjadi komersialisasi hukum.     
Bicara mengenai tanah rusak nampaknya tanah yang ditanami kentang lebih cepat 
rusak dibandingkan tembakau. Hal ini disebabkan 2 hal, pertama tanaman kentang 
umumnya ditanam di tempat yang lerengnya lebih terjal di gunung-gunung karena 
kentang memerlukan suhu yang dingin. Sementara itu tembakau dapat ditanam di 
suhu yang lebih panas sehingga lahan umumnya lebih datar. Kedua, produksi 
kentang bisa mencapai 40 ton/ha dan tembakau kurang dari itu sehingga unsur 
hara yang terangkut panen kentang lebih banyak dibandingkan tembakau. 
 
Untuk mengurangi kerusakan tanah pada lahan yang ditanami kentang dan tembakau 
dapat dilakukan dengan pemupukan organik dan rotasi tanman.
 
Suwardi 
--- On Sat, 3/13/10, muhamad kundarto <mask...@yahoo. com> wrote:

>>    From: muhamad kundarto <mask...@yahoo. com>
>>    Subject: [ilmutanah] GERAKAN ANTI MEROKOK menjadi ANTI TEMBAKAU
>>    To: "kendal online" <kendal-online@ yahoogroups. com>,
>    "milist alumni" <up...@yahoogroups. com>, "milist
>    dosen UPN" <dosen_upnjogja@ yahoogroups. com>, "alumni
>    faperta" <lintas_alumni_ fape...@yahoogro ups.com>, "ilmu tanah"
>    <ilmuta...@yahoogrou ps.com>
>>    Cc: "Eko Murdiyanto" <ekomur_upnyk@ yahoo.com>, "Didin Sastrapradja"
>    <dinko...@indo. net.id>,
>    "sri hudyastuti" <[email protected]. id>, "cnhm sc"
>    <cnhm...@yahoogroups .com>, "avie kusnadi" <aviekusnadi@
>    yahoo.com>, "sari bahagiarti" <sar...@plasa. com>
>>    Date: Saturday, March 13, 2010, 8:29 PM
>  
>Gerakan Anti Merokok sudah merambah ke gerakan Anti
>      Tembakau. Artinya para petani tembakau didorong untuk tidak menanam
>      tembakau lagi pada lahan pertaniannya. Bahkan sudah muncul fatwa haram.
> 
>Ternyata KAMPANYE ANTI TEMBAKAU itu didanai dari
>      sebuah lembaga dari USA. Jadi prihatin melihat organisasi agama,
>      perguruan tinggi, dan LSM terlihat bersemangat melakukan kampanye. Target
>      serangan para petani yang puluhan tahun yakin dan terbukti bahwa
>      "panen tembakau paling bisa memberi kekayaan dibanding panen
>      komoditas pertanian yang lain". 
> 
>Di lihat dari sudut kerusakan lahannya, komoditas
>      kentang terbukti nyata sangat merusak lahan di pegunungan, khususnya
>      dapat diamati di sekitar dataran tinggi Dieng - Wonosobo. Upaya mendorong
>      petani setempat menanam komoditas lain juga sangat sulit mengingat
>      Kentang menjadi primadoda perekonomian pertanian di sana.
> 
>Lha sekarang ini tentang tembakau. Bukan lahannya yang
>      rusak, tetapi hasil produk olahannya (baca: rokok) yang dianggap banyak
>      menimbulkan kemudharatan (dampak buruk) dibandingkan dengan manfaatnya. 
> 
>Membicarakan dan memecahkan masalah sosial tidak bisa
>      dilakukan dengan kejar tayang seperti LPJ proyek. Banyak hal yang
>      mempengaruhi. Mengubah pola masyarakat butuh waktu sangat lama,
>      kecuali dilakukan dengan cara kekerasan.
> 
>Kembali ke masyarakat tembakau.
>Di Kendal, ada slogan, bahwa mereka akan menjadi kaya
>      pada saat masa panen tembakau. Minimal, petani bisa membeli sepeda motor
>      baru. Bahkan banyak hajatan pernikahan dilakukan pasca petani panen
>      tembakau.
>Di Temanggung, slogannya lebih ciamik lagi. Konon,
>      ketika panen tembakau, mereka bisa membeli mobil baru. Apalagi yang
>      ketiban rizki nomplok, yaitu tembakau di lahannya berubah menjadi
>      tembakau srintil, yang harganya bisa beberapa kali lipat harga
>      biasa. 
> 
>Hari ini saya sudah mulai melihat munculnya berita,
>      tepatnya pernyataan, di media koran maupun elektronik/internet dari
>      mereka-mereka yang terdanai untuk kampanye anti tembakau. Mungkin sengaja
>      untuk memancing bagaimana pendapat umum, sekaligus mendorong para petani
>      merubah paradigma.
>Kasihan para petani tembakau yang tidak pernah membuka
>      internet atau membaca koran. Padahal nasib mereka sedang 'dihakimi'.
> 
>Mohon pendapat dan
>      masukan dari Bpk/Ibu/Sdr/ i. Nuwun
>Muhamad Kundarto
>Pusat Studi Lahan LPPM UPN "Veteran"
>      Yogyakarta
>HP: 08180 272 6112
>http://mkundarto. wordpress. com/
> 
>   
  
 
 


      

Kirim email ke