Sepakat dengan tulisannya mas wartawan sindo, Mas huda gendut. Klo saya pribadi sih, memang tak jauh dengan apa yang dikatakan beliau.
Untuk saat bisa saja banyak penafsiran yang bisa diambil melihat telah terpilihnya widya kandi dalam pilkada kali ini, bagi pihak yang pro maupun kontra. jika kita terjebak pada perdebatan ini jelas tidak akan ada habisnya. lantas bentuk penyikapan yang seperti apa dari diri kita sebagai warga kendal yang baik. bentuk penyikapan yang paling bijak menurut saya adalah saya akan menghormati hasil dan turut andil menciptakan kendal yang maju (minimal tidak menjadi beban dimasyarakat yakni menjadi pengangguran). lan *Mbelo yen bener, Ngelingke Yen Luput* dan inilah wujud tanggung jawab kita sebagai masyarakat kendal yang peduli terhadap dinamika kendal. karena entah apapun penafsiran kita soal Pilkada kemaren, kita harus mengakui bahwa Widyalah yang diinginkan oleh sebagian besar masyarakat kendal yang telah memilih dalam PILKADA kali ini, untuk menjadi Bupati Kendal 2010-2015. Dan saya sepakat atas pemikiran Pak muhamad kundarto : Sebagai manusia, kadang kita tidak sadar berani memainkan profesi sebagai malaikat, atau bahkan profesi sebagai Pemilik Manusia. Manusia hanyalah diberi hak menilai baik dan buruk sebatas perilaku yang sesuai dengan fakta. Adapun urusan hati itu menyimpang atau tidak, sebatas belum ber-visual dalam perilaku, masih belum menjadi kapling manusia. --- On Tue, 6/8/10, Huda S-Post <[email protected]> wrote: From: Huda S-Post <[email protected]> Subject: Re: Bls: [kendal-online] Semoga itu pilihan nurani............ To: [email protected] Date: Tuesday, June 8, 2010, 5:21 PM Kalau boleh urun rembug, nampaknya memang susah memilih pemimpin di Kendal. Mungkin Widya memang paling jelas diantaranya yang lain, dia istri mantan bupati yang bermasalah. bahkan sudah terbukti dan ditahan. Namun apakah yang lain juga tidak bermasalah atau bersih. Nampaknya tidak ada yang bisa menjamin. Incumbent mungkin bisa saja memproklamirkan diri sebagai pemimpin yang bersih. Mungkin bener, karena selama dua tahun terakhir kendal tidak ada apa-apanya. Proyek-proyek yang dulu juga berhenti semua. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kaliwungu, Pelabuhan Kendal, serta berbagai proyek lain yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak jelas jluntrungnya. Apakah harus memilih pemimpin yang bersih, kalau dia tidak melakukan apa-apa? Terus meminjam bahasanya Armada, "Mau dibawa kemana, kendal kita tercinta.... Apalagi, konon ceritanya, dia juga terkait dengan kasus pengadaan tanah Terminal Kayu Terpadu (TKT) yang sudah membuat mantan Kabag Tapem, Anggit ditahan di Mabes Polri. Sugiono, konon juga ikut bermaslaah dalam kasus itu, karena ikut dalam tim 9 yang mengurusi pembebasan lahan TKT. Yang lain? belum tahu juga. Toh mereka mengeluarkan dana yang cukup besar untuk memuluskan pencalonan mereka. Sebab setahu saya, semua calon membagi duwit saat pemilihan kemarin. Setahu saya, dari informasi temen-temen (entah bener atau tidak-red), Widya, membagi 20 an di hampr semua daerah. Giad juga mbagi kepyur Rp10 ribu per rumah, Markesi Mbagi 10 ribu perorang, Supriyono - Nasikin, juga mbagi 35 ribu di lokasi tertentu, seperti tempat asal Nasikin di Gemuh dan khadziq juga mbagi 20an di beberapa kecamatan, walaupun tidak merata. Lha terus, mana yang harus dipilih. Mana yang benar? Kok kayae semuanya sama saja, semuanya ingin membagi sebanyak-banyaknya, namun sekali lagi semuanya terkait dengan kemampuan amunisi masing-masing. Terus siapa yang salah? Apa rakyat yang mau disuap? tak kira kok nggak juga. Mumpung ada yang mbagi, kapan lagi. Atau haruskah mereka tidak nyoblos semuanya? Apa nggak lebih mengenaskan lagi nanti. Lama-lama kok malah jadi bingung. Ah, emboh lah....... Kalau saya sih, gak mau repot-repot. Siapapun yang jadi, itulah pilihan rakyat yang harus dihormati. Apapun yang mendasari pilihan mereka. Toh rakyat tidak sebodoh yang terkadang kita perkirakan? --- On Tue, 8/6/10, samsul ulum <sampsum...@yahoo. com> wrote: From: samsul ulum <sampsum...@yahoo. com> Subject: Bls: [kendal-online] Semoga itu pilihan nurani...... ...... To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Tuesday, 8 June, 2010, 2:24 PM si mone... menang... bendera setengah tiang berkibar.. ya... mudah 2an si mone bukan money eyes.. tapi benar-benar menepati janji kampanye nya..amien mari kita kawal bersama-sama samsul ulum The Forest Trust wildlife&HCVF specialist kaliwungu city, kendal, central java www.tft-forests. org --- Pada Sen, 7/6/10, Dwi Arif Ikhwanto <dwiarif.ikhwanto@ yahoo.com> menulis: Dari: Dwi Arif Ikhwanto <dwiarif.ikhwanto@ yahoo.com> Judul: Bls: [kendal-online] Semoga itu pilihan nurani...... ...... Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Senin, 7 Juni, 2010, 11:46 PM Mau dimana Kendal tercinta, apa mereka buta dengan sepak terjang Bupati tersahulu (tanpa mengesampingkan praduga tak bersalah Lho), Apa mereka tidak bisa melihat darimana dana untuk kampanye itu berasal..... Semoga apa yang dicurigakan tidak terjadi...Maju Kendalku.. Dari: Achmad Basuki <achmadbasuki@ yahoo.com> Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Terkirim: Sel, 8 Juni, 2010 09:02:42 Judul: [kendal-online] Semoga itu pilihan nurani...... ...... Alhamdulillah. ......... selamat kepada segenap masyarakat (ber-KTP) Kendal yang telah "sukses" melangsungkan pesta demokrasi dengan memilih calon pemimpinnya lima tahun ke depan. Saya, yang saat ini bukan ber-KTP Kendal, tapi masih merasa sebagai bagian dari masyarakat Kendal - hanya berharap semoga pemimpin yang terpilih memang sesuai dengan nurani dan dapat membuat kendal semakin ber-IBADAT dan sejahtera masyarakatnya. Saya masih jelas teringat lima tahun yang lalu, tentang cerita fenomena masyarakat yang masih muncul saat itu. Ketika beberapa tokoh masyarakat dan tokoh ulama - menganjurkan "pengikutnya" untuk mencoblos/memilih calon bupati tertentu - hanya karena telah menyumbang "tempat ibadahnya" dengan nominal tertentu. Jadi, kriteria pemilihan hanya didasarkan pada - seberapa besar si calon mampu menyumbang. Saya pun hanya bisa geleng-geleng kepala dan tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Bisa jadi memang masyarakat tidak tahu persis, siapa sih sebenarnya calon-calon pemimpinnya, walaupun ada proses debat dan penyampaian visi-misi (yang umumnya hanya formalitas dan klise - dengan bahasa muluk yang umum didengar). Salah satu cara ya dengan mengukur sifat "kedermawanannya" . Semoga cerita lima tahun yang lalu tersebut tidak terjadi lagi saat ini (hanya harapan...?? ??) dan rakyat memang memilih calon pemimpinnya sudah sesuai dengan hati nurani, sesuai keinginan agar dapat tercipta kendal yang lebih sejahtera. Kita tunggu dan lihat saja, semoga bupati yang akan datang dapat mewujudkan janji-janjinya, sesuai dengan visi-misi nya sebagai pemimpin Kendal. Amiiin. Achmad Basuki, ST., MT. http://achmadbasuki .wordpress. com + Civil Engineering Dept., Faculty of Engineering Sebelas Maret University Jl. Ir. Sutami 36A SOLO - Jawa Tengah - Indonesia 57126 Telp. +628122636426 - +62-0271-7917565 Fax. +62-0271-634524

