Alhamdulillah,
Mudah-mudahan info ini dapat berguna buat masyarakat sekitar.
Minta gambarnya dong mas

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected]
Email : [email protected]
Blog : www.asrofi.web.id
Office : www.sentraproperty.com


2010/8/10 ery wijaya <[email protected]>

>
>
> Siswa SMK Bina Utama Ciptakan Kompor Tenaga Surya BANYAKNYA kasus  ledakan
> elpiji 13 kilogram, memotivasi beberapa siswa SMK Bina Utama Kendal untuk
> menciptakan sebuah inovasi pembuatan kompor bertenaga surya. Bahkan, kompor
> yang mulai dirakit sejak satu bulan lalu ini diklaim lebih aman, hemat
> energi dan efesien dibanding kompor gas dan kompor minyak tanah.
>
> Dikarenakan, selain bisa digunakan untuk menyalakan kompor, energi sisa
> yang didapat dari matahari, bisa digunakan untuk penggunaan barang-barang
> elektronik lain seperti televisi, radio, strika dan sebagainya.
> Seperti disampaikan Muhajirin, guru mata pelajaran Teknik Kendaraan Ringan
> SMK Bina Utama yang menjadi pendamping siswa, ide pembuatan kompor tenaga
> surya ini muncul dari siswa kelas tiga di sekolahnya.
>
> “Dengan banyaknya kasus ledakan kompor gas, beberapa siswa mengusulkan
> untuk merancang sebuah kompor dari energi matahari. Karena fasilitas di
> sekolah ada, maka kita secara bersama-sama terlibat untuk menciptakannya.
> Dan hasilnya cukup memuaskan karena bisa dimanfaatkan,” katanya ketika
> ditemui di acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2010 di
> Pendapa Kabupaten Kendal, Senin kemarin (9/8).
> Rp 3 Juta Menurutnya, untuk merancang satu komponen kompor tenaga surya
> dengan standar minimal, dibutuhkan biaya sekitar Rp 3 juta. Sementara untuk
> perakitan komponen yang tenaga listriknya bisa digunakan untuk kebutuhan
> rumah tangga lain, dibutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta.
>
> “Untuk kompornya, bisa menggunakan kompor listrik yang sudah ada di
> pasaran. Yang kita rakit adalah komponen penyimpan daya dari sumber
> matahari, agar bisa digunakan sebagai energi menghidupkan kompor listrik.
> Salah satu alat yang dibutuhkan yaitu Solar Sell sebagai penyerap energi
> matahari yang nantinya akan diubah menjadi energi listrik,” papar dia.
>
> Sementara, Tomi Saptio, siswa kelas III SMK Bina Utama yang dipercaya
> sebagai leader dalam perakitan kompor tenaga surya menambahkan, untuk
> menyimpan tenaga surya sebelum digunakan sebagai energi pemanas kompor
> dibutuhkan waktu sekitar tiga jam.
>
> “Nantinya, energi matahari yang diserap dengan Solar Sell akan disimpan di
> dalam baterai. Sehingga juga bisa digunakan saat malam hari,” kata siswa
> yang mengaku bisa merakit komponen kompor tersebut dalam 20 menit.
>
> “Pada siang hari, tenaga surya yang bisa diserap dan diubah menjadi tenaga
> listrik mencapai 90 volt. Sementara sore hari, hanya bisa mencapai 14 volt.
> Tenaga yang dibutuhkan untuk satu kompor 13 volt,” jelasnya.
>
> Ditambahkan, kompor tenaga surya rakitan siswa mampu bertahan hingga 20
> tahun pemakaian. Karena masih dalam tahap finishing, kompor tenaga surya
> ini, katanya, belum diproduksi secara massal.
> “Pasalnya biaya yang dibutuhkan besar maka kita masih melayani pesanan
> saja. Selain aman dan hemat energi, kompor tenaga surya ini juga cepat
> panas,” jelasnya.
>
> Best Regards,
>
>
> Ery Wijaya
> http://erywijaya.wordpress.com/
> http://energyplanning.wordpress.com
> <http://energyplanning.wordpress.com%20>
>
> <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id>
>  <http://kamase.org>
>
>
>  
>

Kirim email ke