Gambarnya saya gak punya mas, itu hasil dari copy-paste di Suara Merdeka hehehe

Pada prinsipnya Kompor Tenaga Surya itu adalah salah satu bagian kecil dari 
aplikasi Sell Surya (Photovoltaics/PV), yakni mengubah energy dari cahaya 
matahari untuk membangkitkan aliran listrik di dalam sell tersebut. Nah 
kemudian 
aliran listrik ini bisa disimpan dalam baterai atau digunakan langsung pada 
berbagai peralatan listrik. Kalau dalam aplikasi di SMK Bina Utama listrik yang 
dihasilkan oleh sell surya disimpan ke dalam baterai lalu digunakan untuk 
sumber 
listrik pada kompor listrik, bisa juga listrik yang dihasilkan digunakan pada 
peralatan listrik lainnya seperti lampu, rice cooker, dll.

Prinsip kerjanya sangat sederhana sbb:

1. Untuk penggunaan langsung ke alat:

Sinar Matahari--> PV/Sell Surya --> Inverter dari DC ke AC (karena listrik dari 
PV adalah DC) --> peralatan listrik di rumah tangga.

2. Untuk disimpan di baterai:
Sinar Matahari --> PV/Sell Surya --> Baterai --> Inverter dari DC ke AC --> 
peralatan listrik rumah tangga.

Sebenarnya penggunaan langsung akan menghemat biaya investasi produk ini, dan 
juga meningkatkan efisiensi listrik yang dihasilkan, namun penggunaan langsung 
hanya bisa dilakukan pada siang hari saja.

Salam, 


Ery Wijaya
http://erywijaya.wordpress.com/







________________________________
From: ASROFI <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, 10 August, 2010 15:14:49
Subject: Re: [kendal-online] Siswa SMK Bina Utama Kendal Ciptakan Kompor  
Tenaga 
Surya

  
Alhamdulillah,
Mudah-mudahan info ini dapat berguna buat masyarakat sekitar.
Minta gambarnya dong mas

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : m...@asrofi. web.id
Email : m...@asrofi. web.id
Blog : www.asrofi.web. id
Office : www.sentraproperty. com



2010/8/10 ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk>

  
>Siswa SMK Bina Utama Ciptakan Kompor Tenaga Surya
BANYAKNYA kasus  ledakan elpiji 13 kilogram, memotivasi  beberapa siswa SMK 
Bina 
Utama Kendal untuk menciptakan sebuah inovasi  pembuatan kompor bertenaga 
surya. 
Bahkan, kompor yang mulai dirakit  sejak satu bulan lalu ini diklaim lebih 
aman, 
hemat energi dan efesien  dibanding kompor gas dan kompor minyak tanah. 

>
>Dikarenakan, selain bisa digunakan untuk menyalakan kompor, energi sisa  yang 
>didapat dari matahari, bisa digunakan untuk penggunaan  barang-barang 
>elektronik 
>lain seperti televisi, radio, strika dan  sebagainya.
>Seperti disampaikan Muhajirin, guru mata pelajaran Teknik Kendaraan  Ringan 
>SMK 
>Bina Utama yang menjadi pendamping siswa, ide pembuatan  kompor tenaga surya 
>ini 
>muncul dari siswa kelas tiga di sekolahnya.
>
>“Dengan banyaknya kasus ledakan kompor gas, beberapa siswa mengusulkan  untuk 
>merancang sebuah kompor dari energi matahari. Karena fasilitas di  sekolah 
>ada, 
>maka kita secara bersama-sama terlibat untuk  menciptakannya. Dan hasilnya 
>cukup 
>memuaskan karena bisa dimanfaatkan,”  katanya ketika ditemui di acara 
>Peringatan 
>Hari Kebangkitan Teknologi  Nasional 2010 di Pendapa Kabupaten Kendal, Senin 
>kemarin (9/8).
>Rp 3 Juta Menurutnya, untuk merancang satu komponen kompor tenaga surya dengan 
> 
>standar minimal, dibutuhkan biaya sekitar Rp 3 juta. Sementara untuk  
>perakitan 
>komponen yang tenaga listriknya bisa digunakan untuk kebutuhan  rumah tangga 
>lain, dibutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta.
>
>“Untuk kompornya, bisa menggunakan kompor listrik yang sudah ada di  pasaran. 
>Yang kita rakit adalah komponen penyimpan daya dari sumber  matahari, agar 
>bisa 
>digunakan sebagai energi menghidupkan kompor  listrik. Salah satu alat yang 
>dibutuhkan yaitu Solar Sell sebagai  penyerap energi matahari yang nantinya 
>akan 
>diubah menjadi energi  listrik,” papar dia.
>
>Sementara, Tomi Saptio, siswa kelas III SMK Bina Utama yang dipercaya  sebagai 
>leader dalam perakitan kompor tenaga surya menambahkan, untuk  menyimpan 
>tenaga 
>surya sebelum digunakan sebagai energi pemanas kompor  dibutuhkan waktu 
>sekitar 
>tiga jam. 
>
>
>“Nantinya, energi matahari yang diserap dengan Solar Sell akan disimpan  di 
>dalam baterai. Sehingga juga bisa digunakan saat malam hari,” kata  siswa yang 
>mengaku bisa merakit komponen kompor tersebut dalam 20 menit.
>
>“Pada siang hari, tenaga surya yang bisa diserap dan diubah menjadi  tenaga 
>listrik mencapai 90 volt. Sementara sore hari, hanya bisa  mencapai 14 volt. 
>Tenaga yang dibutuhkan untuk satu kompor 13 volt,”  jelasnya.
>
>Ditambahkan, kompor tenaga surya rakitan siswa mampu bertahan hingga 20  tahun 
>pemakaian. Karena masih dalam tahap finishing, kompor tenaga surya  ini, 
>katanya, belum diproduksi secara massal. 
>
>“Pasalnya biaya yang dibutuhkan besar maka kita masih melayani pesanan  saja. 
>Selain aman dan hemat energi, kompor tenaga surya ini juga cepat  panas,” 
>jelasnya. 
>
> Best Regards, 
>
>
>Ery Wijaya
>http://erywijaya. wordpress. com/
>http://energyplanni ng.wordpress. com 
>
>
>
>
>
>

 


      

Kirim email ke