Lamun dibagikeun BB Tourch top markotop lah...
 



________________________________
Dari: JeBe <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 19 November, 2010 13:15:59
Judul: Re: [kisunda] SBY, TKI jeung Handphone?

  
Ideu anu teu berkualitas alias LEBAY... 
Pamikiran jalma nu teu boga uteuk!!!
Keuheul aing mah 

Sent from MobilePhone®
________________________________

From: mh <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Sat, 20 Nov 2010 00:13:29 +0800
To: Ki Sunda<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [kisunda] SBY, TKI jeung Handphone?
  
SBY Akan Bekali TKI dengan Handphone 
Jum'at, 19 November 2010 | 15:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Salah satu masalah penanganan Tenaga Kerja Indonesia 
yang diungkap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah tak adanya komunikasi 
yang terjadi antara TKI dengan pejabat yang menangani. Karenanya, Presiden SBY 
mengatakan kalau pemerintahnya akan menyediakan lebih banyak ponsel untuk TKI 
di 
luar negeri.
" Penanganan TKI sering terlambat karena komunikasi kurang baik. Kita akan 
bekali alat komunikasi agar bisa berkomunikasi dengan instan. Ini sedang 
dirumuskan" kata Presiden usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jumat (19/11).

Pemerintah, kata Presiden, akan memfasilitasi keluhan pada tenaga kerja ini 
agar 
lebih sigap dalam penanganan dan tidak berlarut. Presiden mengatakan ada 
sejumlah negara yang masih menganut ketertutupan sehingga informasi tentang TKI 
sulit diakses. 

"Kalau ada masalah, hak tidak diberikan. Kita minta mereka segera memberi 
tahu," 
katanya. Nantinya siapa yang akan menerima keluhan akan ditetapkan apakah 
konsulat jenderal atau duta besar.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan pemberian 
ponsel khusus sudah dilakukan, terutama negara yang sudah bagus penempatannya. 
Pemerintah masih sedang mencari pola berkaitan dengan ponsel ini, apakah kita 
berikan pinjaman atau berikan, "Masih kita evaluasi. Tapi yang jelas harus ada 
sistem komunikasi. Ini akan diintensifkan lagi," kata Ketua Umum PKB ini.

Nantinya soal komunikasi dan ponsel khusus ini, kata Muhaimin, akan dibahas 
dalam nota kesepahaman dengan negara tujuan. "Sistem komunikasi yang terbuka 
masuk dalam bagian nota kesepahaman. jadi nanti tidak boleh diambil, tidak 
boleh 
majikan meminta, tidak boleh agen di sana tidak memberikan. jadi itu harus 
masuk 
dalam nota kesepahaman," katanya.

EKO ARI WIBOWO
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/11/19/brk,20101119-292877,id.html

Lam

Kirim email ke