Sapuk, stereoptipe urang Sunda anu goreng kudu dirobah. Ngan ngarobahna
sigana teu kudu make cara2 sang adolf. Kudu diteangan cara sejen anu leuwih
mungkin dilaksanakeun.

manar

2010/12/10 Firman Syafei <[email protected]>

>
>
> memang mun kitu analisisna, eta masalah dina imej urang sunda sorangan.
> contona dina acara-acara tipi, urang sunda sok digambarkeun "orang kampung",
> "petani di sawah", "orang desa".  jadina kamana-mana bangsa batur ningali
> urang sunda teh bangsa anu nomor dua.
>
> aya conto alus (tapi rada bahaya sih) ti adolf hitler. manehna ngawangun
> bangsa jerman ngagunakan istilah "bangsa arya", bangsa anu agung. manehna
> ngarubah mental bangsa jerman anu tadina bangsa nu geus eleh perang (Perang
> dunia I), jadi bangsa anu pangagungna di dunia. ngaleuwihan bangsa batur
>
> sugan mun model kieu diterapkeun ka urang sunda, fenomena urang sunda jadi
> "medioker" di hareupeun bangsa batur bisa dihapuskeun. sugan mun "stereotip"
> urang sunda dirubah ti urang lembur jadi bangsa unggul..
>
> nya iyeu mah sugan...
>
> --- On *Thu, 12/9/10, [email protected] <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: [email protected] <[email protected]>
>
> Subject: Re: [kisunda] Fenomena Split Personality?
> To: [email protected]
> Date: Thursday, December 9, 2010, 7:07 PM
>
>
>
>
> Atuh sadayana artis, plitikus, dalang jsb disebut gaduh panyawat split
> personality ? Eta bahasan sae, tapi ulah hilap, aya jalmi nu gaduh tingkat
> kecerdasan "sangat tinggi" nu mampu berperan dina berbagai personality.
> Janten sanes ku panyawat hungkul.
>
> Pasualan kadua, abdi teu ngareka2 sareng robih2 personality, abdi
> saparakancan saleresna benten2 personality, ngan gaduh tujuan sami, teu
> ngajengkeun ego nyalira2, ngalengkah sareng kanggo dugi ka tujuan anu sami.
> Benten sareng urang sunda anu tingkat ego na diatas rata2 bangsa anu sanes,
> contona urang jawa we. Tingkat ka egoisan urang sunda pang luhurna, utamina
> adu ego sareng sasama sunda. Ngan nu abdi teu ngartos dugika ayeuna, kunaon
> tingkat ego urang sunda turun drastis pami mayunan nu sanes sunda?
> Kesimpulana urang sunda sanes robih tingkat ego na mayunan non sunda, tapi
> aya hiji kecap nu pas pami mayunan non sunda, nyaeta URANG SUNDA SIEUN mun
> mayunan non sunda, RENDAH DIRI. Eta kesimpulan pas ngeunaan pribadi urang
> sunda, dina seratan kang mh mah, nya nu gaduh panyawat SPLIT PERSONALITY teh
> urang sunda sacara keseluruhan. ENDEMIK
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * "JeBe" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 9 Dec 2010 23:47:14 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [kisunda] Fenomena Split Personality?
>
>
>
> Jiga2na mah ka bah Imun yeuh keuna na...
> Hahaha....
>
> Hatur nuhun artikelna bahMH, enjing2 tos disuguhan artikel munel (baca:
> panjang x lebar = luas :D)
>
> Sent from MobilePhone®
> ------------------------------
> *From: * mh <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 10 Dec 2010 07:38:29 +0800
> *To: *Ki Sunda<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[kisunda] Fenomena Split Personality?
>
>
>
> Split Personality
>
> June 21, 2009 at 9:29 am (article)
> Tags: Split Personality
>  *Pemecahan kepribadian*
>
> Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ..Split personality –
> Ketika ada orang lain dalam diri kita
>
> Pemecahan kepribadian atau sering juga disebut kepribadian ganda, atau juga
> lebih terkenal dengan nama alter ego. Merupakan suatu keadaan di mana
> kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain.
> Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang
> muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin
> dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada
> satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi
> sekaligus. Kadang si penderita tidak tau bahwa ia memiliki kepribadian
> ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal
> dan lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang
> sifatnya.
> Kepribadian ganda bisa dikategorikan sebagai gangguan mental. Menurut DSM
> III revisi ketiga tahun 1980 kasus kepribadian ganda itu masuk dalam
> Dissociative Disorders. Dissociative Disorders adalah ganguan temporal yang
> menyebabkan gagalnya fungsi memori atau hilangnya kontrol terhadap emosi.
>
> Menurut banyak ahli, trauma dan siksaan berperan sangat kuat dalam banyak
> kasus kepribadian ganda Keterpecahan pribadi lebih sering merupakan
> mekanisme penyelamatan diri. Ketika ada masalah yang sangat berat, seseorang
> bisa meyakini bahwa bukan dirinya yang mengalaminya tetapi orang lain. Pada
> beberapa kasus kepribadian ganda banyak disebabkan pelecehan seksual yang
> dialami ketika masih kecil. Karena mengalami perlakuan yang sama secara
> terus-menerus maka si anak mencoba untuk melarikan diri dalam khayalannya.
> Atau menganggap dia berada di luar dan sedang melihat dirinya sendiri serta
> mentertawakan ketidakmampuannya untuk melawan apa yang sedang dialaminya.
>
> Para pengamat menganalisis, bahwa kemiskinan yang parah, masa kecil dalam
> tekanan, kenyataan dipecat, karena pernah dipenjara, bisa menyebabkan jiwa
> seseorang memberontak. Dari jiwa yang mencari pelepasan beban dan pelarian
> diri dari kenyataan-kenyataan pahit tadi kemudian membentuk kepribadian yang
> lain. Tokoh-tokoh ganda dari dirinya pun muncul. Mulai dari dokter, notaris,
> petugas polisi, dan lainnya.
>
> Dapatkah dikategorikan seseorang yang memiliki banyak ID (entah alamat
> email, ID milis/forum, blog dll..) kemudian memainkan peranan dan karakter
> yang berbeda-beda disetiap IDnya walaupun hanya dalam dunia maya, bisa
> dikategorikan sebagai orang yang memiliki kepribadian ganda??
>
> *SPLIT PERSONALITY*
> Split personality, berarti kepribadian yang terbelah. Ia dapat terjadi pada
> tataran individu (seseorang), maupun pada tataran kolektif (masyarakat).
> Kondisi ini ditandai oleh ketidakmampuan penderita dalam mengintegrasikan
> dirinya. Pribadi penderita (seseorang atau suatu masyarakat) terbelah
> menjadi dua sosok yang boleh jadi bertolak belakang. Pada satu sisi dan
> kondisi tertentu, ia adalah sosok yang baik, cerdas, dan bertaqwa. Namun
> pada sisi dan kondisi yang lain, ia adalah sosok yang buruk, bodoh, dan
> fasik.
>
> Fenomena split personality pernah diingatkan oleh Rasulullah Muhammad SAW,
> ketika beliau berdiskusi dengan para sahabatnya. Rasulullah Muhammad SAW
> menyatakan, bahwa akan ada suatu masa (fenomena) di mana seseorang pada
> malam harinya adalah orang yang baik, namun pada siang harinya ia adalah
> orang yang buruk. Sebaliknya ada pula, seseorang yang pada malam harinya
> adalah orang yang buruk, namun pada siang harinya ia adalah orang yang baik.
>
> Split personality menunjukkan ketidak-mampuan seseorang atau suatu
> masyarakat, dalam berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Orang atau
> masyarakat tersebut gagal melawan hawa nafsunya, yang mengajaknya pada
> kefasikan dan kebodohan. Orang atau masyarakat tersebut tidak mampu
> menQur’ankan pemikiran, sikap, dan perilakunya. Akibatnya, orang atau
> masyarakat tersebut hidup dalam suatu kondisi yang membahayakan syiar Islam,
> karena orang atau masyarakat semacam inilah yang akan memberikan label atau
> citra buruk pada Islam.
>
> Oleh karena itu, setiap muslim (seseorang atau suatu masyarakat) hendaklah
> dapat melepaskan diri dari derita split personality. Caranya dengan
> berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, yang substansi dasarnya tertuang
> dalam Al Qur’an, dan dijelaskan dalam Al Hadist, serta diingatkan oleh para
> ulama.
> Penyebab kepribadian ganda adalah peristiwa traumatik pada usia kanak-anak.
>
> Menurut Universitas kedokteran hanover di jerman Bermain game di Internet
> secara berlebihan dengan menggunakan personalitas rekaan dapat menyebabkan
> gangguan kepribadian ganda. Universitas tersebut memperlihatkan satu contoh
> pada seorang pasien wanita yang telah bermain games di Internet selama
> beberapa jam sehari dengan periode lebih dari tiga bulan dan menggunakan
> berbagai personalitas dari sejumlah tokoh berbeda.”Selama waktu itu
> tokoh-tokoh rekaan secara lambat laun mengambil alih personalitas yang telah
> diabaikan.
>
> Pasien tersebut kehilangan kendali atas identitas dan kehidupan sosial
> miliknya sendiri,” kata Bert de Wildt dari universitas itu, seperti
> dilaporkan DPA.Dalam psikoanalisa, para ahli terapi menemukan pasien wanita
> itu telah berkembang menjadi berkepribadian ganda.De Wildt selanjutnya
> menjelaskan bahwa bermain games dengan memainkan penokohan bukan
> satu-satunya penyebab gangguan itu, namun para pakar merasa yakin permainan
> itu dapat memicu kondisi itu dan dapat membuatnya terus berlangsung.Depresi
> dan kegelisahan dapat juga disebabkan permainan seperti ini, kata De Wildt.
>
> kadang kala kita memang merasa seperti bukan menjadi diri sendiri, tapi hal
> ini adalah normal dan bukan brarti menderita multiple personality.
>
> menurut DSM(Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) -IV,
> diagnosis yang benar untuk dissociative identity disorder (DID) adalah jika
> seseorang itu mempunya 2 ego yang berbeda (alter ego), di mana masing2 ego
> mempunyai perasaan, kelakuan, kepribadian yang exist secara independent –
> dan ‘keluar’ dalam waktu yang berlainan. biasanya ada 1 kepribadian utama,
> dan penyembuhan penyakit ini biasa dilakukan pada alter utama. pada umumnya,
> ada 2 -4 alters pada saat seseorang ter-diagnosa, dan cukup sering ada
> alter2 lainnya lagi yang muncul pada saat treatment.
>
> masing2 alter bisa cukup kompleks, dengan tingkah laku, ingatan,
> relationship yang tersendiri. biasanya kepribadian2 ini berbeda atau malah
> saling bertolak belakang. mereka bisa aja mempunyai pikiran sendiri, pake
> kacamata dengan degree yang berbeda, atau alergi terhadap substances yang
> berbeda. alter utama maupun yang subordinate masing2 sadar akan ‘waktu yang
> hilang’ (memory gap), malah kadang suara alter yang satu (A) bisa ‘masuk’ ke
> alter yang lain (B), walo alter itu (B) tidak tau/sadar asal suara itu dari
> siapa.
>
> Sebelum ngefokus ke topik ‘kepribadian ganda’.. saya kasi h ringkasan
> tentang background penyakit yang se-famili dulu..
>
> *ada 4 jenis dissociative disorder, yaitu:*
> 1. dissociative amnesia
> 2. dissociative fugue
> 3. depersonalization disorder
> 4. dissociative identity disorder (DID) <— dulu istilah yang dipake adalah
> multiple personality disorder (MPD), tapi sekarang udah diganti ke DID
>
> karakteristik secara umum untuk semua penyakit ini adalah : ‘perubahan’
> identitas seseorang, memori, ataupun kesadaran. orang yang menderita
> penyakit2 ini ngga bisa mengingat kejadian2 penting atau mungkin lupa
> identitas diri sementara, atau malah ‘membuat’ identitas baru.
>
> untuk jenis pertama, orang yang menderita dissociative amnesia tidak bisa
> mengingat informasi tentang dirinya sendiri, biasanya terjadi setelah
> mengalami kejadian yang stressful. walau informasi itu bukannya hilang sama
> skali, tapi dia tidak bisa mengingatnya pada saat lagi amnesia. note: ini
> tidak sama dengan masalah ‘pelupa’ yang biasa dialami orang2. penderita
> biasa tidak mengenali keluarga maupun temen, tapi masih mempunyai kemampuan
> berbicara, membaca, maupun kemampuan2 lain dulunya. amnesia ini bisa
> berlangsung selama beberapa jam sampe beberapa tahun.
>
> kedua, dissociative fugue, penyakit ‘lupa’ yang lebih parah dari
> dissociative amnesia. penderita bukan hanya menjadi amnesia, tapi juga tiba2
> meninggalkan rumah maupun pekerjaannya, dan kemudian ‘membentuk’ identitas
> baru. orang ini bisa aja mengambil nama baru, rumah baru, pekerjaan baru,
> bahkan kepribadian baru. penyakit ini biasanya terjadi setelah orang itu
> mengalami tekanan yang hebat, misalnya pertengkaran keluarga, kesulitan
> dalam pekerjaan, peperangan, atau musibah alam. biasanya penyakit ini bisa
> sembuh total, dan waktu penyembuhannya bisa sangat bervariasi. dan setelah
> sembuh, orang ini tidak ingat apa yang terjadi selama dia mengalami fugue
>
> ketiga, depersonalization disorder, di mana penderita ‘mengubah’ pandangan
> maupun pengalaman dirinya. jenis penyakit ini agak lain dengan penyakit
> dissociative yang lainnya, karena depersonalization tidak mengalami gangguan
> dengan ingatan. biasa penyebabnya adalah stress, dan penderita bisa tiba2
> kehilangan kepribadiannya. mereka merasa seperti berada di luar badan, dan
> seakan2 memperhatikan diri mereka sendiri dari jauh. mereka bergerak seakan2
> hilang kesadaran dengan realitas. gejala yang sama juga kadang terjadi di
> beberapa penyakit lain, seperti schizophrenia, panic attacks, posttraumatic
> stress disorder, maupun borderline personality disorder. penyakit ini
> biasanya bermula dari saat remaja, dan berlansung cukup lama. penyakit ini
> juga cukup sering terjadi bersamaan dengan disorder lainnya.
>
> <http://www.facebook.com/photo.php?pid=30132&op=1&view=all&subj=95020432722&aid=-1&oid=95020432722&id=1755841576>
>
> http://rendipermanaputra.wordpress.com/tag/split-personality/
>
>
>  
>

Kirim email ke