Alhamdulillah, akhirna aya oge anu merhatikeun ka para pejuang, khususna Ilyas Karim, sok sanajan ti swasta. Carita ngeunaan Bp Ilyas Karim ieu di masa-masa samemehna anu henteu meunang perhatian atawa pangajen, siga anu nguatkeun deui babasan yen "ukur korban anu mindeng kokorban teh" (hanyalah qorban yang sering berkurban itu).
manar 2011/8/20 »»arif ramdan»» <[email protected]> > ** > > > ** Lamun inget veteran, sok inget ka aki kuring almarhum. Nepi ka pupus na > teu kantos kenging gaji veteran. Meski diusul sababaraha kali. > Aki oge lain tipe menta menta balas jasa, da geuning berjuang estu hayang > mardeka ceunah. > Nu datang ka imah loba rek panguruskeun, tapi artos ngurusna oge meuni gede > geuning. > > > Nu si kuring inget nepi ka ayeuna, tatangga kuring di lembur sa entragan > aki, meunang gaji pansiun. Padahal ceuk si aki manehna can pernah ngangkat > senjata senjata acan waktu zaman perang. Tapi aneh beut meunang pansiun. > Biasa, aya nu 'ngurus'. > > Maca, eta ilyas karim rada nyeblak hate, jeung asa sedih nya. Kamana wae > pamimpin bangsa ieu the. > > Teu pisan ngahargaan ka pahlawan. > Beu! > > Powered by----4R13F----® > ------------------------------ > *From: * Ki Hasan <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 20 Aug 2011 12:56:07 +0800 > *To: *Ki Sunda<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Cc: *Urang Sunda<[email protected]>; Baraya Sunda< > [email protected]> > *Subject: *[Urang Sunda] Re: Tokoh - Ilyas Karim > > > > Kado Apartemen bagi Pengibar Pertama > Sabrina > Asril<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/08/17/14383849/Kado.Apartemen.bagi.Pengibar.Pertama#> > Ilyas Karim, pengibar bendera merah putih pertama, mendapatkan sebuah > apartement dari Kalibata City, Rabu (17/8/2011). > Rabu, 17 Agustus 2011 | 14:38 WIB > > *JAKARTA, KOMPAS.com* — Lama tak ada perhatian dari pemerintah, pihak > swasta pun akhirnya tergerak memberikan bantuan kepada pengibar bendera > Merah Putih pertama Republik Indonesia (RI), Ilyas Karim. Ilyas mendapat > bantuan sebuah apartemen di Kalibata City setelah belasan tahun tinggal di > rumah sederhana yang terletak di pinggir rel Jalan Rawajati Barat, Kalibata, > Jakarta Selatan. > > Satu unit apartemen itu merupakan pemberian dari pengembang Kalibata City, > PT Pradani Sukses Abadi. Upacara simbolis serah terima kepada Ilyas > dilakukan bertepatan pada peringatan HUT Ke-66 Kemerdekaan RI tanggal 17 > Agustus 2011. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Prijanto dan CEO > Kalibata City, Budi Yanto Lusli. > > Dalam sambutannya, Prijanto mengatakan, pemberian unit apartemen sebagai > kado kepada sang pejuang merupakan salah satu bentuk kepedulian dari > seseorang dan sekelompok orang terhadap perjuangan Ilyas Karim selama ini. > Kondisi memprihatinkan yang dialami Ilyas ini diketahui Prijanto setelah > bertemu dengan para pejuang veteran dua tahun lalu di Balai Agung. > > "Saya ingat bertemu dengan para pejuang veteran sekitar dua tahun lalu di > Balai Agung. Setelah selesai acara, Pak Ilyas ini menceritakan kondisi > rumahnya," ungkap Prijanto, Rabu (17/8/2011) di Kalibata City, Jakarta. > > Setelah mendengarkan cerita Ilyas, Prijanto berjanji akan mencarikan > bantuan rumah bagi pria kelahiran Padang Pariaman tersebut. > > "Saya kemudian tanya kepada Kadis Tata Ruang, minta tolong kalau ada > pengembang yang mau berbaik hati, akhirnya Kalibata City yang menyanggupi > dua tahun kemudian," kata Prijanto. > > Prijanto menjelaskan, pemerintah tidak dapat memberikan bantuan rumah > lantaran memerlukan proses yang panjang. "Bisa saja sebenarnya tapi panjang > sekali, harus ada persetujuan legislatif dan masuk ke dalam APBD. Akan > sangat lama kalau menunggu pemerintah," ujar Prijanto. > > CEO Kalibata City, Budi Yanto Lusli, menuturkan, pemilihan Ilyas Karim > sebagai penerima satu unit apartemen lantaran hanya Ilyas lah saksi hidup > pengibar bendera Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 1945 yang kini masih > ada. > > "Sayangnya di usia 84 tahun sekarang, pria sepuh yang pernah jadi pasukan > perdamaian di Lebanon dan Vietnam pada 1979 itu justru menikmati hidupnya di > pinggir rel Kalibata," kata Budi. > > Dia melanjutkan, apresiasi yang diberikan kepada Ilyas ini tak bisa > dibandingkan dengan jasa beliau. "Pria ini seharusnya hidup layak. Sebab > pria benama Ilyas Karim ini adalah pelaku sejarah penting. Dialah pengibar > pertama sang saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945. Kami sebagai pengembang, > inilah cara kami mengisi kemerdekaan RI," tutur Budi. > > Setelah itu, Ilyas Karim pun maju ke hadapan para pengunjung dan sejumlah > pejabat DKI. Dengan seragam safari berwarna hijau, pria ini tampak > tertatih-tatih berjalan menggapai panggung, kelopak matanya pun tak lagi > kuat terbuka. Namun, ketika dia mulai berbicara, suara lantangnya langsung > menegaskan semangatnya yang tak lekang dimakan umur. > > "Merdeka!" kata pertama yang dia pekikan saat itu. > > Ia melanjutkan sambutannya dengan berterima kasih kepada semua pihak. > Baginya, mendapatkan sebuah apartemen bagai mimpi di tengah siang bolong. > "Tidak sangka ada perhatian dari Kalibata City dan Wagub. Saya terima kasih, > saya tidak sangka saat dapat satu kamar dari bangunan ini," tandasnya. > > Nama Ilyas Karim memang tidak terlalu dikenal publik apalagi bagi mudi-mudi > zaman sekarang. Namun, ialah saksi penting dari peristiwa bersejarah > pengukuhan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 di rumah Bung Karno, Jalan > Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat. > > Sebuah foto menjadi bukti keterlibatan Ilyas dalam peristiwa monumental > itu. Di dalam foto upacara pengibaran bendera Merah Putih pertama kali, dua > pengibar bendera tampak dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden > Mohammad Hatta, Fatmawati, dan Rahmi Hatta. Pemuda pengibar bendera yang > bercelana pendek itulah Ilyas Karim. Sementara seorang lagi merupakan > Sudanca Singgih yang kini sudah meninggal dunia. > > *Sabrina Asril* > > *Dapatkan artikel ini di URL:* > > http://www.kompas.com/read/xml/2011/08/17/14383849/Kado.Apartemen.bagi.Pengibar.Pertama > > >
