Lamun aya bantuan swasta terus aya birokratna laaah kumaha kitu....."no free 
lunch" cenah ceuk bule mah, moal aya nu haratis. Tapi keun we lah meureun 
lembaga veteran teu aya tarekah ka abah Ilyas Karim. Keur sim kuring mah 
geuning panghasilan ti gedong veteran/plaza semanggi teh ah moal jauh ka 
pangurus paguyuban/forum/yayasan veteran. Ka kang Arif sim kuring panuju, tos 
lazim seueur nu nyata bajoang teu asup kana kleub veteran nu nampa gaji jeung 
karcis taman makam pahlawan. Kleub eta anggotana bisa "diurus", ceuk aki kuring 
mah ku jalan patunjuk2 saling nyakseni maranehna bajoang.


jp

Dari: oman abdurahman <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Cc: Ki Sunda <[email protected]>; Baraya Sunda 
<[email protected]>
Dikirim: Sabtu, 20 Agustus 2011 19:34
Judul: [kisunda] Re: [Urang Sunda] Re: Tokoh - Ilyas Karim


  
Alhamdulillah, akhirna aya oge anu merhatikeun ka para pejuang, khususna Ilyas 
Karim, sok sanajan ti swasta. Carita ngeunaan Bp Ilyas Karim ieu di masa-masa 
samemehna anu henteu meunang perhatian atawa pangajen,  siga anu nguatkeun deui 
babasan yen "ukur korban anu mindeng kokorban teh" (hanyalah qorban yang sering 
berkurban itu).

manar


2011/8/20 »»arif ramdan»» <[email protected]>

  
>Lamun inget veteran, sok inget ka aki kuring almarhum. Nepi ka pupus na teu 
>kantos kenging gaji veteran. Meski diusul sababaraha kali.
>Aki oge lain tipe menta menta balas jasa, da geuning berjuang estu hayang 
>mardeka ceunah.
>Nu datang ka imah loba rek panguruskeun, tapi artos ngurusna oge meuni gede 
>geuning.
>
>
>Nu si kuring inget nepi ka ayeuna, tatangga kuring di lembur sa entragan aki, 
>meunang gaji pansiun. Padahal ceuk si aki manehna can pernah ngangkat senjata 
>senjata acan waktu zaman perang. Tapi aneh beut meunang pansiun. Biasa, aya nu 
>'ngurus'.
>
>Maca, eta ilyas karim rada nyeblak hate, jeung asa sedih nya. Kamana wae 
>pamimpin bangsa ieu the. 
>
>Teu pisan ngahargaan ka pahlawan.
>Beu!
>Powered by----4R13F----®
>From: Ki Hasan <[email protected]> 
>Sender: [email protected] 
>Date: Sat, 20 Aug 2011 12:56:07 +0800
>To: Ki Sunda<[email protected]>
>ReplyTo: [email protected] 
>Cc: Urang Sunda<[email protected]>; Baraya 
>Sunda<[email protected]>
>Subject: [Urang Sunda] Re: Tokoh - Ilyas Karim
>
>  
>Kado Apartemen bagi Pengibar Pertama
> Sabrina Asril
>Ilyas Karim, pengibar bendera merah putih pertama, mendapatkan sebuah 
>apartement dari Kalibata City, Rabu (17/8/2011). 
>Rabu, 17 Agustus 2011 | 14:38 WIB
>JAKARTA, KOMPAS.com — Lama tak ada perhatian dari pemerintah, pihak swasta pun 
>akhirnya tergerak memberikan bantuan kepada pengibar bendera Merah Putih 
>pertama Republik Indonesia (RI), Ilyas Karim. Ilyas mendapat bantuan sebuah 
>apartemen di Kalibata City setelah belasan tahun tinggal di rumah sederhana 
>yang terletak di pinggir rel Jalan Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan.
>Satu unit apartemen itu merupakan pemberian dari pengembang Kalibata City, PT 
>Pradani Sukses Abadi. Upacara simbolis serah terima kepada Ilyas dilakukan 
>bertepatan pada peringatan HUT Ke-66 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2011. 
>Penyerahan dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Prijanto dan CEO Kalibata City, 
>Budi Yanto Lusli.
>Dalam sambutannya, Prijanto mengatakan, pemberian unit apartemen sebagai kado 
>kepada sang pejuang merupakan salah satu bentuk kepedulian dari seseorang dan 
>sekelompok orang terhadap perjuangan Ilyas Karim selama ini. Kondisi 
>memprihatinkan yang dialami Ilyas ini diketahui Prijanto setelah bertemu 
>dengan para pejuang veteran dua tahun lalu di Balai Agung.
>"Saya ingat bertemu dengan para pejuang veteran sekitar dua tahun lalu di 
>Balai Agung. Setelah selesai acara, Pak Ilyas ini menceritakan kondisi 
>rumahnya," ungkap Prijanto, Rabu (17/8/2011) di Kalibata City, Jakarta.
>Setelah mendengarkan cerita Ilyas, Prijanto berjanji akan mencarikan bantuan 
>rumah bagi pria kelahiran Padang Pariaman tersebut.
>"Saya kemudian tanya kepada Kadis Tata Ruang, minta tolong kalau ada 
>pengembang yang mau berbaik hati, akhirnya Kalibata City yang menyanggupi dua 
>tahun kemudian," kata Prijanto.
>Prijanto menjelaskan, pemerintah tidak dapat memberikan bantuan rumah lantaran 
>memerlukan proses yang panjang. "Bisa saja sebenarnya tapi panjang sekali, 
>harus ada persetujuan legislatif dan masuk ke dalam APBD. Akan sangat lama 
>kalau menunggu pemerintah," ujar Prijanto.
>CEO Kalibata City, Budi Yanto Lusli, menuturkan, pemilihan Ilyas Karim sebagai 
>penerima satu unit apartemen lantaran hanya Ilyas lah saksi hidup pengibar 
>bendera Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 1945 yang kini masih ada.
>"Sayangnya di usia 84 tahun sekarang, pria sepuh yang pernah jadi pasukan 
>perdamaian di Lebanon dan Vietnam pada 1979 itu justru menikmati hidupnya di 
>pinggir rel Kalibata," kata Budi.
>Dia melanjutkan, apresiasi yang diberikan kepada Ilyas ini tak bisa 
>dibandingkan dengan jasa beliau. "Pria ini seharusnya hidup layak. Sebab pria 
>benama Ilyas Karim ini adalah pelaku sejarah penting. Dialah pengibar pertama 
>sang saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945. Kami sebagai pengembang, inilah 
>cara kami mengisi kemerdekaan RI," tutur Budi.
>Setelah itu, Ilyas Karim pun maju ke hadapan para pengunjung dan sejumlah 
>pejabat DKI. Dengan seragam safari berwarna hijau, pria ini tampak 
>tertatih-tatih berjalan menggapai panggung, kelopak matanya pun tak lagi kuat 
>terbuka. Namun, ketika dia mulai berbicara, suara lantangnya langsung 
>menegaskan semangatnya yang tak lekang dimakan umur.
>"Merdeka!" kata pertama yang dia pekikan saat itu.
>Ia melanjutkan sambutannya dengan berterima kasih kepada semua pihak. Baginya, 
>mendapatkan sebuah apartemen bagai mimpi di tengah siang bolong. "Tidak sangka 
>ada perhatian dari Kalibata City dan Wagub. Saya terima kasih, saya tidak 
>sangka saat dapat satu kamar dari bangunan ini," tandasnya.
>Nama Ilyas Karim memang tidak terlalu dikenal publik apalagi bagi mudi-mudi 
>zaman sekarang. Namun, ialah saksi penting dari peristiwa bersejarah 
>pengukuhan kemerdekaan RI pada  17 Agustus 1945 di rumah Bung Karno, Jalan 
>Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat.
>Sebuah foto menjadi bukti keterlibatan Ilyas dalam peristiwa monumental itu. 
>Di dalam foto upacara pengibaran bendera Merah Putih pertama kali, dua 
>pengibar bendera tampak dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden 
>Mohammad Hatta, Fatmawati, dan Rahmi Hatta. Pemuda pengibar bendera yang 
>bercelana pendek itulah Ilyas Karim. Sementara seorang lagi merupakan Sudanca 
>Singgih yang kini sudah meninggal dunia.
>Sabrina Asril 
>Dapatkan artikel ini di URL:
>http://www.kompas.com/read/xml/2011/08/17/14383849/Kado.Apartemen.bagi.Pengibar.Pertama

Kirim email ke