Tah eta jigana Kang Jalak. Pere taun baruan, ka lembur yeuh?

2011/12/30 <[email protected]>

> **
>
>
> ** Depag geus hade nyieun SOP supaya ulah tabrakan, tapi ditabrak ku
> urusan HAM. HAM nu kuring tabrakan jeung HAM nu batur. Jadi perlu SOP HAM
> sigana mah.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Ki Hasan <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 30 Dec 2011 11:43:08 +0800
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [kisunda] Pesantren Warga Syiah di Madura Dibakar Massa
>
>
>
> Apan eta aya parentah tableg, Kang Jalak. Kumaha tah?
>
> 2011/12/30 <[email protected]>
>
>> Nya tos we masing2 ngabina jamaahna masing2, intensifikasi ulah
>> ekstensifikasi. Pami bade ekstensifikasi mah ka amerika, rusia,  china,
>> korut.
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Gunawan Yusuf <[email protected]>
>> Sender: [email protected]
>> Date: Fri, 30 Dec 2011 09:01:15
>> To: kisunda<[email protected]>; WongBanten<
>> [email protected]>
>> Reply-To: [email protected]
>> Subject: [kisunda] Pesantren Warga Syiah di Madura Dibakar Massa
>>
>> Pesantren Warga Syiah di Madura Dibakar Massa
>>
>> VIVAnews - Sejumlah warga membakar pesantren Misbahul Huda milik warga
>> Syiah di dusun Nangkernang, Sampang, Madura sekitar pukul 09.15 WIB
>> pagi tadi. Tidak hanya pesantren, tiga rumah milik warga Syiah juga
>> dibakar.
>>
>> Iklil Al Milal, warga Syiah di Nangkernang menyayangkan sikap aparat
>> keamanan yang tidak bisa mengantisipasi aksi brutal massa.
>>
>> "Kami sudah memberitahukan bahwa ada rencana pembakaran. Tapi setelah
>> rata dengan tanah, petugas baru datang. Polisi sudah tahu akan ada
>> pembakaran, karena saya sudah lapor," tuturnya kepada VIVAnews.com,
>> Kamis 29 Desember 2011.
>>
>> Bahkan saat ini, sekelompok warga yang mengatasnamakan kelompok Sunni
>> itu masih beringas untuk membakar rumah warga Syiah di dusun itu.
>> Termasuk rumah milik Milal.
>>
>> Untuk menghindari amuk massa, beberapa warga Syiah, kata Milal sudah
>> mengungsi ke tempat lain. "Saya dan keluarga sudah tidak di rumah,"
>> katanya.
>>
>> Milal menuturkan, keberadaan warga Syiah di dusun Nangkernang sudah
>> sejak tahun 1980-an. Namun, beribadah secara terang-terangan baru
>> berlangsung pada 2004 lalu.
>>
>> "Sejak saat itu tidak ada masalah dengan warga. Tapi sejak banyak
>> tokoh-tokoh agama muncul dan memprovokasi, tahun 2006 mulai ada
>> penyerangan terhadap kami," ungkapnya.
>>
>> Kemudian, pada 2009, Syiah di dusun itu bukan aliran sesat oleh
>> Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang. "Karena 2009 sudah ada
>> pertemuan di Sampang. Hadir MUI Sampang, Kapolsek dan Danramil juga
>> ada. Dan waktu itu Syiah dinyatakan memang bukan aliran sesat, karena
>> tidak ada penyimpangan," tuturnya.
>>
>> Perlindungan terhadap warga Syiah pun sudah dijamin oleh MUI dan pihak
>> keamanan. Namun, warga setempat justru semakin keras menentang
>> keberadaan Syiah di dusunnya. Bahkan, kata Milal, aksi mereka semakin
>> brutal.
>>
>> Walau begitu, Milal menekankan kepada ratusan warga Syiah di dusun
>> Nangkernang, Sampang tidak membalas aksi brutal mereka.
>>
>> "Kita hidup di negara ini harus patuh terhadap hukum negara ini,"
>> katanya. (umi)
>> • VIVAnews
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>   
>

Kirim email ke