Nyanghareupan pamilon raya mah tos teu aneh deui kang, teu boga ka era, teu 
boga kasieun. Rarasaan mah sakali pamilon bangsa mundur sadekade, lain maju. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "mang kaby" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 9 May 2013 03:58:09 
To: Kisunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Negara & Masyarakat yg Aneh

Heueuh nya Kang :(( asa ku riweuuuuuh pisan euy nagara teh... 

Komo deui keudeung deui 2014 bakal butuh duit keur kampanye hehehe pasti loba 
nu aneh-2 deui geura :((.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 9 May 2013 02:57:20 
To: kisunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Negara & Masyarakat yg Aneh

Teu aneh mang nu kieu mah lazim, biasa di nagara2 nu korupsina oge lazim, 
birokrat-swasta-militer/pulisi ciples, klop kalakuanana. Teu teu pisan aneh 
ironi kieu mah.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "mang kaby" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 9 May 2013 02:48:54 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Negara & Masyarakat yg Aneh [5 Attachments]

Terlampir foto-2 masyarakat yg aneh di negara yg aneh. 

Ada Ibu-2 yg mengais rezeki dari jualan kopi produksi orang-2 sukses n' mereka 
senang sekali menjualnya dengan untung yg cukup untuk membuat mereka bertahan 
hidup. Anaknya pun dibawa kemanapun dia pergi karena ngak punya pembantu untuk 
mengurusnya. Lokasinya ini tidak jauh dari Bandung tepatnya di Cikole, bisa 
diperhatikan bawaannya ngider keliling utk menghidupi keluarganya.

Ada foto nenek-2 jualan serabi ya utk bertahan hidup juga. 

Foto terlihat dari jauh di sungai orang membawa satu carangka rumput dan 
dibelakangnya mengikuti domba piaraannya.

Foto truk engkol yg selip ngangkut pupuk untuk sayuran di Bogor, tidak jauh 
dari Jakarta ibu kota para orang sukses. Selip karena infrastruktur jalan yg 
acak kadut. Pulangnya truk itu ngangkut tomat hasil panen utk dikirim ke kota. 
Kopling bisa jebol karena selip dipaksa naek. Harus dibantu dibetot untuk bisa 
naik. Bisa dibayangkan logistic n' transportation cost utk masyarakat kecil itu.
 
No wonder pertanian Indonesia tidak bisa compete sama tetangga kita Vietnam 
maupun Thailand.

Itulah masyarakat aneh yg sebagian besar mereka hidup n' menghuni negara yang 
namanya Indonesia. 

Anehnya mereka bisa bertahan hidup walupun pemerintah belum secara serius 
peduli terhadap mereka, mereka bisa tetap bisa berupaya n' berusaha hanya untuk 
survive. 

Indonesia memang negeri yang aneh dengan masyarakat yg aneh :((. 

Amerika baru-2 ini dipukul oleh meninggalnya ratusan buruh tekstil di Daka 
Bangladesh ternyata baju-2 Fancy yg mereka pakai hasil jerih payah masyarakat 
aneh juga di belahan dunia lain yg namanya Bangladesh sehingga utk mendapatkan 
cost yg rendah menyebabkan runtuhnya bangunan pabrik n' menewaskan ratusan 
buruh-2 yg telah berkontribusi menciptakan produk-2 tekstil utk mencetak 
keuntungan yg besar. Mereka bilang mereka akan melakukan perubahan, 
bagaimanakah caranya?

Apakah bentuknya seperti politik etis seperti jaman dulu di Indonesia? 
Contohnya Kartini adalah salah satunya produk politik etis Belanda, dimana 
sebelumnya Belanda dipukul telak oleh Max Havelar yg menuliskan penderitaan 
buruh-2 di perkebunan lebak banten. Masyarakat Eropa sadar teh, kopi, n' 
rempah-2 yg mereka konsumsi buah jerih payah para buruh petani east india yg 
"dijajah" VOC waktu itu. Akhirnya timbulah politik etis, politik balas budi, 
karena mereka malu, telah berfoya-2 di atas jerih payah buruh-2 yg 
termarjinalkan. Ya Kartini keberhasilan Belanda, mulai digembar-gemborkan bahwa 
Orang Belanda mulai peduli kepada "indonesia" membuat pendidikan utk kaum 
pribumi sama seperti Inggris terhadap India. Surat-2 Kartini dijadikan bahan 
keberhasilan Belanda menjalankan politik etis. 

Setelah Indonesia merdeka apa yang terjadi? Sepertinya lagunya masih sama ya. 
Belum begitu banyak berubah walopun VOC tidak ada lagi, hancur karena Korupsi 
yg akut padahal sebelumnya VOC adalah perusahaan terbuka pertama yang paling 
tajir sejagat raya.

Cita-2 Bung Karno tentang Marhaenismeu n' berdikari, petani yg mengolah 
sawahnya sendiri seperti hal nya petani-2 di Eropah yang berhasil, rasanya 
masih jauh panggang dari api. Apalagi sekarang banyak kita dengar berubahnya 
status kepemilikan sawah dari tadinya milik para petani sendiri kemudian dijual 
dan merka jadilah buruh di sawah yg sebelumnya miliknya sendiri.   

Apa yang salah dengan negeri ini?  

Wilujeng long weekend, dari kaki Gunung Salak Bogor, Mang Kabayan ngurut dada 
x_x.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

Kirim email ke