<*>[Attachment(s) from mang kaby included below]

Inalillahi waina ilaihi rojiun Kang.... asli Mamang sediiiiih pisan baru
dapat info melalui Fesbuk dari Kang Mei ternyata ooooh ternyata
biangkeroknya Jatigede inih JK haduuuuuuuuh Gusti :((... Padahal Mamang
sempat mengagung-2kan JK untuk berpasangan dengan Megawati ternyata
borokokok geuning :((. Dan Mamang acungin jempol untuk Megawati ternyata
Presiden yang berani Menolak Jatigede dan Membatalkannya Hanya MEGAWATI
nuhuuuuuns Ibu... Akyuuuu Padamyuuuu lah. Ternyata Darah Jasmerah ~ Jangan
Melupakan Sejarah dan Kabuyutan peninggalan Leluhur yang mengalir dalam
darah Bung Karno masih mengalir dalam darah Megawati.

Ini tulisan Kang Mei di FB:
saya bukan pituin sumedang, tapi coba tanya SBY dan Jusuf Kalla yang
menginisiasi harus jadinya jatigede ini, walau era Megawati sudah
membatalkan (menurut departemen PU internal memang terjadi perdebatan
kerasengit dan mengerikan kepentingan elit) karena khawatir risiko bencana
sosial ekologis. ini hanya karena ambisi JK waktu wapres dengan Bukaka group
nya untuk proyek kelistrikan. saya mengagumi kagum dan menghargai dan
menyatakan penghargaan masy kepada situs2 itu ga boleh dibiarkan jadi angin
lewat. kenapa tidak pemerintah mendengarkan suara rakyat asli. padahal
dengan pemeliharaan situs2 keramat leluhur (bukan takhayul) itu, tidak
mustahil akan lebih banyak uang PAD dan devisa yang masuk , lebih pasti dan
lebih barokah dan lebih memakmurkan, daripada bendungan proyek spekulasi
yang tidak pasti manfaat irigasi dan listriknya. alih2 hampir dipastikan
banjir erosi kemiskinan dan kegempaan (entah kepada siapa ini harus
ditusukkan ke kuping siapa.

Bener juga yang disampaikan Mas Suwidi Tono di Kompas Kemarin dan dalam
Bukunya Kita Lebih Bodoh dari Sukarno Hatta, bahwa Indonesia akan menghadapi
Imperialismeu Modern, Indonesia akan dijajah oleh Kapitalismeu dalam hal ini
para pemilik Modal. Dan bisa dilihat ternyata ya begitu lah. Pantesan Usulan
yang diajukan oleh Mang Ihin dan DPKLTS yang justru lebih murah tidak
digubris karena ya ada Bakwan Dibalik Udang!!! Yang dikorbankan ya rakyat
jelata yang tidak tahu harus mengadu kepada siapa :((. 

Betul juga euy teori Bos Mamang, "when common sense doesn't work there must
be something hidden" ternyata UDANG-nya kelihatan :((.

Semoga di H-1 Perayaan Kemerdekaan ini.... SBY memiliki Keberanian seperti
Seorang Megawati menjadi Pribadi yang MERDEKA untuk membenahi kekacauan yang
ditinggalkan sebelumnya :((. Hayooooo Pak SBY tunjukan kejendralan mu...
Jadikan dirimu Jendral yang dicintai oleh rakyat yang dekat di hati rakyat. 

Padahal Kang... kalau misalnya Jatigede ini dijadikan Hutan Konservasi,
Lahan Sawahnya dijadikan Lumbung Pangan, Kampung Buhunnya di Revitalisasi,
dan Kabuyutan Hutan Keramatnya di Revitalisasi dikembangkan ini bisa jadi
Wahana AGROFORESTOURISM yang Super ajiiiiiib... Thailand dan Vietnam mah
Lewaaaat lah. Dari pada membangun bendungan yang justru menyengsarakan
rakyat dan dampaknya belum tentu kerasa, malah berpotensi menuai bencana...
Kadipaten Kapapatenan :((.

nuhuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Odjat Sujatnika
Sent: Thursday, August 15, 2013 10:36 PM
To: Alumni IPB-milis; Senyum-ITB; Baraya_Sunda; UrangSunda; Kisunda
Subject: Re: [alumni-ipb] Surat Solihin GP kepada SBY tidak digubris

Teu lepat urang milih Mang Ihin janten sesepuh Jawa Barat, kokolot Urang
Sunda teh geuning, Mang Kabayan.. Saya sempat turut aktif sedikit2 di DPKLTS
pada sekitar tahun 2000-an, kemudian menyurut karena kesibukan hadeuhhh..
Geuningan ayeuna maceuh deui nya, lur..

Salam prihatin,
OS
  
-----Original Message-----
From: "mang kaby" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 15 Aug 2013 13:20:43 
To: Senyum-ITB<[email protected]>; Alumni
IPB<[email protected]>; Baraya_Sunda<[email protected]>;
UrangSunda<[email protected]>; Kisunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [alumni-ipb] Surat Solihin GP kepada SBY tidak digubris

Mamang acungkan jempols kepada Mang Ihin a.k.a Solihin GP, seorang Jendral
dan mantan Gubernur Jawa Barat yang benar-2 peduli terhadap rakyatnya. Masih
adakah Jendral yang seperti itu saat ini? Jendral yang begitu dekat dan
melekat di hati rakyat. Ingat, tidak lah terlalu lama bagaimana Mang Ihin
juga ikut turut serta menyelamatkan Babakan Siliwangi? Kalau tidak salah
Mang Emil pun hadir sebelum terpilih menjadi Walikota. Mang Ihin juga cukup
marah dengan Dada Rosada dan menyepetnya secara tajam.
http://savebabakansiliwangi.wordpress.com/2013/05/20/ribuan-orang-ikuti-arak
-arakan-siliwangi/

Subhanalloh Mamang terharu ketika baca surat di bawah ini ternyata tahun
2004, Mang Ihin dan DPKLTS pernah menyuarakan tentang Usulan Pembatalan
Waduk Jatigede dan Memberi Solusi Alternatif yg lauh lebih murah dan efektif
untuk penanganan masalah pengairan di Indramayu Cirebon Majalengka langsung
kepada Presiden SBY. Namun ternyata kenyataannya tidak digubris :(, SBY
tidak mendengarkan saran dan masukan dari Mang Ihin. 

Sangat jauh berbeda ternyata kualitas SBY dengan Mang Ihin, SBY justru
sangat jauh dengan rakyat dan justru bukan dicintai rakyat melainkan dibenci
rakyat karena sudah memberikan penderitaan kepada rakyat dgn menenggelamkan
rumah-2 dan kabuyutan mereka padahal Mang Ihin sudah memberikan saran secara
resmi dan alternatif solusinya yg efektif efisien. Ternyata yg dipilih malah
solusi yang mahal walaupun memiliki resiko yg berbahaya dan tidak efektif. 

When common sense doesn't work there must be some things hidden! 

Surat DPKLTS permohonan segera sesudah SBY jadi presiden, untuk stop
jatigede, sebagai berikut :

Bandung, 26 Oktober 2004

Nomor:  30/DPKLTS/Ext/X/04
Perihal:   Permohonan pembatalan Rencana Waduk jatigede
Sifat:      AMAT SEGERA

Kepada:
Yth. Presiden Republik Indonesi Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Mula pertama perkenankan kami, Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan
Tatar Sunda (DPKLTS) mengucapkan selamat atas kepercayaan rakyat Indonesia
yang telah menunjuk Bapak selaku Presiden Republik Indonesia masa bakti 2004
– 2009. Kami selaku anggota masyarakat akan selalu mendukung kepemimpinan
Bapak secara kritis
korektif sehingga tercapai cita-cita Indonesia yang aman, adil dan
sejahtera.
Berkaitan dengan masalah lingkungan dan kebutuhan air di Jawa Barat,
khususnya yang berkaitan dengan pembangunan Rencana Waduk Jatigede, bersama
ini dengan hormat kami perlu menyampaikan hal-hal sebagai berikut kepada
Bapak:
1. Rencana Waduk Jatigede terletak di daerah aliran sungai Cimanuk,
Kabupaten Sumedang, akan menenggelamkan wilayah seluas 4.143 hektar yang
terdiri dari 29 desa dalam 6 kecamatan yang makmur, berpenduduk 38.000 jiwa,
memiliki infrastruktur berupa jalan, irigasi, sekolah, puskesmas, dan
lain-lain yang lengkap.
Tercakup pula di dalamnya kawasan hutan seluas 1.200 hektar, persawahan
subur seluas 1.900 hektar, dan kebun campuran seluas 430 hektar.

2. Upaya membangun rencana Waduk Jatigede ini telah digulirkan sejak tahun
1963 yang lalu, yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi
persawahan di wilayah pantai utara Jawa Barat seluas kurang lebih 130.000
hektar dan juga untuk keperluan tenaga listrik dengan rencana kapasitas
terpasang 200 megawatt.

3. Sejak awal rencana Waduk Jatigede ini telah menjadi sumber konflik pro
dan
kontra yang semakin lama semakin menajam dan meluas melibatkan berbagai
kalangan termasuk pemerhati lingkungan. Masalah sosial yang timbul terutama
bagi masyarakat yang lahan dan permukimannya akan tergenang. Sebagian telah
menerima ganti rugi dan sebagian lagi belum menerima ganti. Sebagian dari
yang telah menerima ganti rugi telah dimukimkan ke wilayah lain di luar
rencana genangan. Namun karena tidak ada kepastian realisasi pembangunan
rencana Waduk Jatigede ini, dan dengan alasan permukiman yang baru tidak
dapat menunjang kehidupannya, maka masyarakat yang telah dimukimkan di
wilayah
lain tersebut kembali lagi ke tempat tinggalnya yang lama di wilayah rencana
genangan. Besar uang ganti rugi juga menimbulkan permasalahan tersendiri
antara penduduk dengan aparat pelaksana di lapangan, sehingga sebagian
masyarakat ada
yang setuju dan sebagian lagi menolak pembangunan rencana Waduk Jatigede.

4. Kami Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS)
termasuk yang mengusulkan agar pembangunan rencana Waduk Jatigede ini
dibatalkan saja. Adapun alasannya, di luar permasalahan sosial yang kami
sebutkan di atas, antara lain:

a. Pada saat rencana Waduk Jatigede ini digulirkan 40 tahun yang lalu,
kondisi sungai Cimanuk masih sehat, namun saat ini tengah sakit parah.
Tahun 1958 – 1969 koefisien run-off-nya 0,50 sedangkan tahun 1997 –
2002 koefisien run-off-nya telah mencapai 0,75. Koefisien rejim sungai
(KRS) telah berada pada angka 250, padahal untuk sungai yang sehat KRS
< 50.

b. Citra satelit menunjukan bahwa seluruh daerah tangkapan air hujan di hulu
daerah aliran sungai Cimanuk seluas 170.000 hektar berada pada keadaan
kritis dan dikhawatirkan dapat membawa material tanah yang tererosi
mencapai 8,5 juta ton/ tahun yang pada gilirannya akan memenuhi waduk.

c. Lokasi rencana bendungan terletak pada wilayah yang memiliki sifat
geologi yang lemah dan mudah longsor. Disamping itu bila rencana tinggi
bendungan mencapai 100 m dan volume genangan air waduk 1 milyar m3,
sangat dikhawatirkan dengan kondisi geologi yang lemah tersebut akan
menimbulkan kejadian gempa imbas yang dapat menimbulkan bencana
yang tak terduga.

d. Dari segi total biaya, pembangunan rencana waduk Jatigede berikut
infrastruktur pendukungnya sangat mahal, yaitu bisa mencapai Rp 7
trilyun termasuk bunga pinjamannya Rp 1 trilyun lebih.

5. Untuk mengatasi kebutuhan air terutama di wilayah pantai utara Jawa
Barat, kami mengusulkan alternatif sebagai berikut:
    a. Memulihkan kondisi hutan di hulu sungai Cimanuk yang saat ini berada
dalam keadaan sangat kritis. Membangun waduk di sungai yang sakit akan
sia-sia, pengorbanan rakyat dan investasi yang besar menjadi tidak berarti.
Waduk tidak akan berfungsi karena sedimentasi yang berlebihan dan pasokan
air yang tidak memadai terutama di musim kemarau, seperti yang terlihat pada
waduk-waduk Saguling, Gajahmungkur, Kedungombo, dan lain-lain.
    b. Biaya pemulihan hutan dan kawasan lindung yang kritis jauh lebih
murah dari pada membangun waduk. Dengan perkiraan biaya per hektar sekitar
Rp. 4 juta, maka untuk total 170.000 hektar lahan kritis diperlukan tidak
akan lebih dari Rp. 1 trilyun berikut biaya pemeliharaannya. Bahkan
masyarakat setempat akan memperoleh peningkatan kesejahteraan bila diberikan
peran utama sebagai tenaga pelaksana dan pengawasnya. Dalam waktu setahun
dipastikan kondisi hidro-orologis wilayah ini mulai pulih.

6. Perlu dikembangkan konsep lumbung air di setiap kabupaten yang sering
mengalami kekeringan. Dalam UU No. 41/ tahun 1999 tentang kehutanan
disebutkan bahwa setiap daerah aliran sungai (DAS) paling tidak 30% dari
luasannya harus berupa hutan. Bila hal ini diterapkan pada DAS-DAS yang
mengalir di wilayah pantai utara Jawa Barat, yaitu: DAS Kali Bekasi –
Cikarang,
DAS Citarum, DAS Pagadungan, DAS Ciherang, DAS Cilamaya, DAS Ciasem,
DAS Cipunagara, DAS Kedungwungu, DAS Cilalanang, DAS Cipanas, DAS
Pangkalan, DAS Cimanuk, DAS Ciwaringin, DAS Cibagor, DAS Cisanggarung, maka
sangat diharapkan bahwa wilayah pantai utara Jawa Barat akan terbebas dari
bencana kekeringan di musim kemarau.

7. Dari keseluruhan DAS yang mengalir ke utara tersebut DAS Citarum dan DAS
Cimanuk merupakan dua DAS terbesar, yang lain boleh dikatakan berukuran
lebih kecil. Lima puluh tahun lebih negara kita melupakan pemeliharaan
sungai-sungai kecil. Padahal sungai-sungai kecil ini merupakan penyumbang
kebutuhan air di wilayahnya. Oleh sebab itu seyogyanya segera perlu ada
gerakan revitalisasi sungai-sungai kecil berbasis perbaikan DAS dan kawasan
lindung.

8. Telah saatnya dijalin sinergi antara sektor pengairan di Departemen
Pekerjaan Umum dengan sektor kehutanan di Departemen Kehutanan untuk
membangun infrastruktur alam hutan dan kawasan lindung yang pada gilirannya
akan memenuhi kebutuhan sumber daya air secara berkelimpahan dan terkendali.

Demikian kiranya masukan kami atas pembangunan rencana Waduk Jatigede, yang
menurut kami sebaiknya dibatalkan, dan mengambil alternatif lain yang jauh
lebih murah, mudah, dan dapat diandalkan seperti dijelaskan di atas. Atas
perhatian Bapak,
kami mengucapkan terimakasih.

Ketua Dewan Penasihat,
SOLIHIN GP

Tembusan kepada Yth:
1. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala BAPPENAS
2. Menteri Pekerjaan Umum
3. Menteri Kehutanan
4. Menteri Negara Lingkungan Hidup
5. Gubernur Propinsi Jawa Barat
6. Arsip

Sumber: http://jatigede-watch.blogspot.com/p/surat-menyurat.html?m=1 

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

------------------------------------

Memperkuat Silaturahmi dan Informasi Alumni IPB

Mencari dan Memberi yang Terbaik


To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]! Groups Links





------------------------------------

Memperkuat Silaturahmi dan Informasi Alumni IPB

Mencari dan Memberi yang Terbaik


To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]! Groups Links





<*>Attachment(s) from mang kaby:

<*> 1 of 1 Photo(s) 
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/attachments/folder/1372281970/item/list 
  <*> jatigede.jpg

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke