Trims om yudh, tapi agak malas menunggu. Karena kebutuhan buku tidak bisa ditunda2 bukan? Saya kirim ke milis barangkali ada yang masih menyimpan buku, seragam, dll. Seingat saya banyak klubbers yang masih kuliah, dan sekiranya bukunya tidak dipakai. Sekiranya juga klub mau mengadakan lgts di sekolah yg bersangkutan, akan saya fasilitasi. Karena dari IBU rencanaya akan menyumbangkan komputer bekas, dan akan saya bungkus dengan linux.
btw, saat ini juga sedang direncanakan pengumpulan buku ke kampus2. wass 2008/9/4 Yudha P Sunandar <[EMAIL PROTECTED]> > kiranya om kermit bisa mengelaborasikannya dengan komunitas blogger. > informasi bisa dikunjungi di link berikut: > - http://1000buku.dagdigdug.com/faq/ > - > http://batagor.net/2008/08/07/yukkitadukunggerakanseributigaehseribubukunyabhica/ > anw, ceritanya keren juga om. bener2 laskar pelangi versi padalarang. tapi > yang mengenaskan, padahal padalarang cukup deket juga dengan bandung. biar > pun begitu, salut untuk pengajar2nya. semoga semua siswanya bisa sukses, > kalo bisa sesukses andrea hirata deh. hehehe > Yudha P Sunandar > www.yudhaps.co.cc > > > LiQuid Kermit wrote: > > Beberapa waktu yang lalu, saya diminta untuk assessment sebuah sekolah > gratis untuk siswa tidak mampu di suatu daerah di Padalarang, Gunung Bentar. > > awalnya si pendiri sekolah (yang sejak februari lalu) diterima bekerja di > kampus almamater saya, dan kebetulan bulan lalu senior saya tampil dalam > acara ospek sebagai dokter dalam bidang kemanusian. Pendiri sekolah ini > memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada senior saya, yang kemudian > mendelegasikan tugas tersebut kepada saya. > > Sekolah merupakan MTs dan MA, saat ini baru hingga kelas 2 MA. Siswa MTs > masuk pagi hari, sementara siswa MA masuk siang hari dan pulang sekitar jam > 5. Jumlah siswa per kelas sekitar 18-20 orang. Kebanyakan siswa justru bukan > dari sekitar sekolah, tapi justru datang dari tempat yang cukup jauh. Salah > satu diantaranya bersepeda selama 2 jam untuk sampai ke sekolah. > Latarbelakang orangtua siswa sangat beragam, seperti pemulung, penarik > sampah, penjahit, penjual koran, dll. > > Sementara pengajar berjumlah hampir 40 orang, mayoritas (lebih dari 40 > orang) berlatar belakang mahasiswa dan statusnya sebagai sukarelawan, > kebanyakan mahasiswa dari perguruan tinggi yang cukup dekat atau tinggal di > padalarang, tetapi ada juga yang dari tempat jauh. > > Gedung sekolah terdiri dari 5 ruangan; satu ruangan guru, 3 ruangan kelas, > dan satu ruang wc. Gedung beserta tanahnya merupakan milik yayasan, tetapi > peran yayasan ini hanya sebagai payung hukum dan menyediakan gedung saja. > Selebihnya untuk operasional sehari2 tidak ada. > > Salah seorang siswa, berkendara dengan sepedda ke sekolah, melewati suangi, > sawah, dan jalan setapak setelah membantu orangtuanya mencari nafkah di pagi > hari. Tetapi suatu hari sepedanya dicuri. Alhasil, sekarang sang siswa > berdagang batagor pada pagi hari, dan pada siang hari, gerobak batagor > "diparkir" di halaman sekolah sementara dia mengikuti pelajaran. > > Cerita lain ketika naik kelas, buku2 tahun lalu yang dikumpulkan di seorang > siswa lenyap karena dijual siswa tersebut untuk tambahan penghasilan. Dan > pada waktu pertemuan orangtua-guru, beberapa orangtua menunggu hingga > pertemuan tuntas karena hendak memunguti gelas dan botol air mineral. > > Kebutuhan utama pada saat ini adalah buku, baik itu buku pelajaran maupun > buku tulis. BOSS, dari pemerintah, hanya untuk setingkat SLTP, sementara > untuk setingkat SMU tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Bahkan > untuk MTs yang mendapatkan BOSS pun masih terasa kekurangan. Untuk MA, buku > pelajaran paling2 hanya 3 buah, itupun hanya dipegang guru. Ini > mengakibatkan beberapa siswa berkunjung ke rumah guru2nya (mahasiswa) untuk > belajar tambahan, beberapa bahkan menginap. > > Ada juga pelajaran komputer, tapi satu2nya komputer yang dimiliki adalah > milik sang guru. Sehingga setiap harinya, siswa silih berganti belajar > komputer di rumah pa guru. Satu minggu bergiliran 5 orang merasakan > komputer. > > Saat ini saya sedang mencoba menggalang pengumpulan buku pelajaran, buku > tulis, seragam, komputer bekas, dll. Jika ada rekan2 penguin yang dapat > membantu, bisa hubungi saya. Atau bahkan ada yang ingin terlibat secara > langsung? > > Tidak lama setelah sekolah padalarang ini, saya juga sempat diminta untuk > assessment sekolah serupa di gunung halu dan cicalengka, tapi belum sempat > karena masih disibukkan dengan rutinitas di IBU. > > Buku ataupun bantuan dalam bentuk lain dapat dikirimkan langsung atau ke > IBU Foundation > Jl. Waspada No. 17 Bandung 40161 > Telp/Fax 022-20346701 > > Contact Person: > Endri Budiwan (liquidkermit) > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub Linux Bandung" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
