jadi pengen cepet2 bisa nonton pelem Laskar Pelangi.. klo buku semacam kalkulus atau Digital Device Principles and Applications bisa disumbangin? =))
Pada tanggal 04/09/08, LiQuid Kermit <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Trims om yudh, tapi agak malas menunggu. Karena kebutuhan buku tidak bisa > ditunda2 bukan? > Saya kirim ke milis barangkali ada yang masih menyimpan buku, seragam, dll. > Seingat saya banyak klubbers yang masih kuliah, dan sekiranya bukunya tidak > dipakai. > Sekiranya juga klub mau mengadakan lgts di sekolah yg bersangkutan, akan > saya fasilitasi. Karena dari IBU rencanaya akan menyumbangkan komputer > bekas, dan akan saya bungkus dengan linux. > > btw, saat ini juga sedang direncanakan pengumpulan buku ke kampus2. > > wass > > 2008/9/4 Yudha P Sunandar <[EMAIL PROTECTED]> > >> kiranya om kermit bisa mengelaborasikannya dengan komunitas blogger. >> informasi bisa dikunjungi di link berikut: >> - http://1000buku.dagdigdug.com/faq/ >> - >> http://batagor.net/2008/08/07/yukkitadukunggerakanseributigaehseribubukunyabhica/ >> anw, ceritanya keren juga om. bener2 laskar pelangi versi padalarang. tapi >> yang mengenaskan, padahal padalarang cukup deket juga dengan bandung. biar >> pun begitu, salut untuk pengajar2nya. semoga semua siswanya bisa sukses, >> kalo bisa sesukses andrea hirata deh. hehehe >> Yudha P Sunandar >> www.yudhaps.co.cc >> >> >> LiQuid Kermit wrote: >> >> Beberapa waktu yang lalu, saya diminta untuk assessment sebuah sekolah >> gratis untuk siswa tidak mampu di suatu daerah di Padalarang, Gunung >> Bentar. >> >> awalnya si pendiri sekolah (yang sejak februari lalu) diterima bekerja di >> kampus almamater saya, dan kebetulan bulan lalu senior saya tampil dalam >> acara ospek sebagai dokter dalam bidang kemanusian. Pendiri sekolah ini >> memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada senior saya, yang kemudian >> mendelegasikan tugas tersebut kepada saya. >> >> Sekolah merupakan MTs dan MA, saat ini baru hingga kelas 2 MA. Siswa MTs >> masuk pagi hari, sementara siswa MA masuk siang hari dan pulang sekitar >> jam >> 5. Jumlah siswa per kelas sekitar 18-20 orang. Kebanyakan siswa justru >> bukan >> dari sekitar sekolah, tapi justru datang dari tempat yang cukup jauh. >> Salah >> satu diantaranya bersepeda selama 2 jam untuk sampai ke sekolah. >> Latarbelakang orangtua siswa sangat beragam, seperti pemulung, penarik >> sampah, penjahit, penjual koran, dll. >> >> Sementara pengajar berjumlah hampir 40 orang, mayoritas (lebih dari 40 >> orang) berlatar belakang mahasiswa dan statusnya sebagai sukarelawan, >> kebanyakan mahasiswa dari perguruan tinggi yang cukup dekat atau tinggal >> di >> padalarang, tetapi ada juga yang dari tempat jauh. >> >> Gedung sekolah terdiri dari 5 ruangan; satu ruangan guru, 3 ruangan kelas, >> dan satu ruang wc. Gedung beserta tanahnya merupakan milik yayasan, tetapi >> peran yayasan ini hanya sebagai payung hukum dan menyediakan gedung saja. >> Selebihnya untuk operasional sehari2 tidak ada. >> >> Salah seorang siswa, berkendara dengan sepedda ke sekolah, melewati >> suangi, >> sawah, dan jalan setapak setelah membantu orangtuanya mencari nafkah di >> pagi >> hari. Tetapi suatu hari sepedanya dicuri. Alhasil, sekarang sang siswa >> berdagang batagor pada pagi hari, dan pada siang hari, gerobak batagor >> "diparkir" di halaman sekolah sementara dia mengikuti pelajaran. >> >> Cerita lain ketika naik kelas, buku2 tahun lalu yang dikumpulkan di >> seorang >> siswa lenyap karena dijual siswa tersebut untuk tambahan penghasilan. Dan >> pada waktu pertemuan orangtua-guru, beberapa orangtua menunggu hingga >> pertemuan tuntas karena hendak memunguti gelas dan botol air mineral. >> >> Kebutuhan utama pada saat ini adalah buku, baik itu buku pelajaran maupun >> buku tulis. BOSS, dari pemerintah, hanya untuk setingkat SLTP, sementara >> untuk setingkat SMU tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Bahkan >> untuk MTs yang mendapatkan BOSS pun masih terasa kekurangan. Untuk MA, >> buku >> pelajaran paling2 hanya 3 buah, itupun hanya dipegang guru. Ini >> mengakibatkan beberapa siswa berkunjung ke rumah guru2nya (mahasiswa) >> untuk >> belajar tambahan, beberapa bahkan menginap. >> >> Ada juga pelajaran komputer, tapi satu2nya komputer yang dimiliki adalah >> milik sang guru. Sehingga setiap harinya, siswa silih berganti belajar >> komputer di rumah pa guru. Satu minggu bergiliran 5 orang merasakan >> komputer. >> >> Saat ini saya sedang mencoba menggalang pengumpulan buku pelajaran, buku >> tulis, seragam, komputer bekas, dll. Jika ada rekan2 penguin yang dapat >> membantu, bisa hubungi saya. Atau bahkan ada yang ingin terlibat secara >> langsung? >> >> Tidak lama setelah sekolah padalarang ini, saya juga sempat diminta untuk >> assessment sekolah serupa di gunung halu dan cicalengka, tapi belum sempat >> karena masih disibukkan dengan rutinitas di IBU. >> >> Buku ataupun bantuan dalam bentuk lain dapat dikirimkan langsung atau ke >> IBU Foundation >> Jl. Waspada No. 17 Bandung 40161 >> Telp/Fax 022-20346701 >> >> Contact Person: >> Endri Budiwan (liquidkermit) >> [EMAIL PROTECTED] >> >> >> >> > >> > > > > -- tutorialit.wordpress.com algoshop.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub Linux Bandung" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
