http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/05/06/104602/pks-kini-melayani-kekuasaan/ Citizen Journalism 06/05/2009 - 08:29 PKS Kini Melayani Kekuasaan?
*Saya sependapat pada pertanyaan dan keraguan tentang bagaimana PKS akan bisa menyayomi seluruh rakyat Indonesia, ketika partai ini telah mengotakkan dirinya hanya dalah ranah Islam. Setahu saya, visi dan misi PKS sebagai partai dakwah total adalah akan menegakkan ajaran Islam di seluruh Indonesia.* Meskipun PKS selalu berteriak akan mengakui pluralisme dan kebhinekaan, namun hal itu tidak tercermin dalam visi dan misi partai. Jadi saya memahami bahwa memang benar PKS akan mengayomi seluruh rakyat Indonesia dengan catatan harus memeluk agama Islam terlebih dahulu. Kenapa saya berkesimpulan seperti itu, karena selama ini PKS getol membela perda-perda berbau syariat dan di mana ada ketidakadilan yang dialami oleh rakyat non Islam PKS bungkam. Salah satu contoh adalah kasus Monas 1 Juni 2008. Jika benar PKS berjuang dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, maka seharusnya PKS bersuara. Tapi sampai saat ini suaranya nyaris tidak kedengaran. Dalam beberapa kesempatan kader-kader PKS sering mengutip kata-kata Bung Karno. Cuma yang dikutip hanyalah kata-kata yang menguntungkan PKS dan kurang akurat. Sebagai contoh dalam debat di TV kader PKS mengutip kata-kata Bung Karno, "berikan saya sepuluh anak muda maka..." padahal yang benar adalah "berikan saya 10 pemuda maka..." Saya tidak tahu apakah kader-kader bisa membedakan pengertian anak muda dengan pemuda. Setahu saya nilai-nilai universal Islam dan juga agama-agama lain sudah diakomodasi dalam sistem hukum di Indonesia. Jika PKS benar-benar ingin mengayomi dan melayani seluruh anak bangsa, maka seharusnya PKS menunjukkan hal itu dalam tindakan nyata. Kader-kader PKS tidak cukup hanya mengatakan slogan "katakan apa yang kau tulis dan tulis apa yang kau katakan. Saatnya untuk kader-kader PKS untuk mengubah slogannya menjadi "laksanakan apa yang kau tulis dan kau katakan". Hal yang sangat penting yang dilupakan oleh PKS adalah seperti kata Bung Karno, "jasmerah", jangan melupakan sejarah. Sejarah telah membuktikan bahwa ketika agama dijadikan dasar untuk bernegara, maka saat itu pula kehancuran bangsa dan negara terjadi. Dalam sejarahnya meskipun kekhalifahan pun tidak lebih dari 30 tahun berkuasa. Dalam pemerintahan berdasarkan sistem kekhalifahan itu tidak bisa menjamin para penguasa untuk tidak berlaku korup (baca buku /Kebenaran yang Hilang/ terbitan Depag RI). Keadaan saat ini sangat berbeda dengan keadaan jaman kekhalifahan. Masalah besar yang kita hadapi saat ini adalah masalah kemiskinan di mana kita semua tahu kemiskinan ini adalah akibat dari kebodohan. Masalah kebodohan ini tidak bisa hanya dijawab dengan ajaran agama, karena hal itu bukanlah urusan agama. Misalnya bagaimana menciptakan bibit padi unggul atau bagaimana menemukan obat penyakit diabetes, jelas itu tidak ada dalam ajaran agama. Sekali lagi karena itu bukan urusan agama. Agama mengurusi agar bagaimana manusia menjadi manusiawi dengan melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan. Sekali lagi, bagi saya amat sulit mempercayai PKS akan bisa mengayomi dan melayani seluruh anak bangsa. Dan untuk melayani bangsa dan tanah air tidak selalu dengan kekuasaan besar. Saat inipun PKS bisa melayani bangsa dan tanah air, jika benar-benar itu tujuannya. Tapi rupanya PKS lebih condong untuk melayani kekuasaan. Karim [email protected] [Non-text portions of this message have been removed]
