Para Santri pun Gelisah dengan Film Pesantren
Selasa, 22 September 2009 06:13

Kudus, NU Online
Menjamurnya film dengan latar belakang pesantren belakangan ini ternyata 
menjadi kegelisahan tersendiri bagi kalangan pesantren, salah satunya para 
santri Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus. Usai pengajian kilat 
Ramadhan lalu, mereka menggelar diskusi dan membedah beberapa film sekaligus 
yang sebelumnya telah dipertontonkan secara terbuka di pesantren itu.

Ada dua judul film yang diperdebatkan dalam forum ini, di antaranya adalah 
“Perempuan Berkalung Sorban” dan “Tiga Doa Tiga Cinta”. Keduanya merupakan 
film berlatar belakang pesantren yang dinilai penting untuk dibedah.

Kontributor NU Online Widi Muryono melaporkan, diskusi yang diikuti lebih 
dari limapuluh santri ini diadakan pada Sabtu-Ahad (12-13/9) lalu, sehari 
setelah kegiatan pesantren kilat telah usai.

Menurut M Alamul Yaqin, pembimbing pesantren itu, kegiatan bedah film 
semacam ini dinilainya penting untuk merangsang daya kritis santri terhadap 
fenomena sosial, terlebih yang berkenaan langsung dengan kehidupan mereka.

“Santri harus sigap merespon gejala sosial. Mereka harus berpengalaman agar 
tidak mudah terbawa arus zaman,” ujarnya saat mengajar pada kesempatan 
kilatan di pesantren itu beberapa waktu lalu.

Bedah film semacam ini menjadi niscaya bagi santri untuk mengembangkan 
metode belajar mereka. Para santri tidak selamanya berkutat dengan 
kitab-kitab dan gaya belajar salaf (kuno). Mereka perlu dihadapkan pada 
realitas sebagai basis pembelajaran kontekstual.

“Dengan bedah film semacam ini, mereka dapat memperoleh pelajaran 
substansial di dalamnya, di samping mereka dapat mengasah teori kelimuan 
yang mereka dapat dari pembelajaran di pesantren untuk menyikapi film-film 
semacam ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Muh, panggilan akrab putra KH Ahmad Basyir itu mengatakan, 
pemilihan judul film tersebut sebagai bahan diskusi dengan asumsi bahwa film 
tersebut yang dinilai kontroversial.

Sependapat dengan pendapat Gus Muh, M Ridwan, pengurus di pesantren itu 
mengatakan bahwa film ini memang dinilainya kontroversial, bukan hanya 
karena salah satu film tersebut telah dikecam Majelis Ulama Indonesia (MUI) 
beberapa waktu lalu, namun menurutnya, kehadiran dua film itu di belantika 
perfilman Indonesia memang telah mengundang pro-kontra, terutama di kalangan 
pesantren, figur yang paling dominan diangkat dalam kedua film tersebut.

“Bagi saya, film ini menarik dikaji bukan karena fatwa MUI, tapi kehadiran 
film-film itu memang perlu mendapat sikap tersendiri oleh pelakunya, para 
santri,” tegasnya. (nam) 


__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature 
database 4445 (20090921) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com





------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke