Mas, apa sih yang tidak diketahui oleh PW dan PC-NU??? (Eh, bacanya dengan mafhum mukholafah)
Saya ingat kejadian pemilihan PW di kampungku. Sudah jelas-jelas mereka tidak bekerja, alias mandeg. Pada 2007 mereka dipilih lagi. Sekarang, ya terulang kembali, tidak ada yang dilakukan. Bahkan ketika Gus Dur wafat, tak ada tahlilan tingkat propinsi sama sekali. Padahal, momen ini sangat baik untuk menghangatkan iklim ke-NU-an di wilayah kami. Justeru apa yang dilakukan? Mereka mbebek ikut tahlilan di rumah pribadi pejabat yang tidak diketahui umat sama sekali. Ya, kebangetan. Terkadang kita bingung. Kalau ikut akhlak "tidak mengganggu kemapanan orng tua" ya terpaksa kita membiarkan organisasi ke-nu-an berlanjut seperti ini. Kalau kita agresif melakukan suksesi kepengurusan para orang tua, kita takut dibilang "anak kualat". Jadi, adakah cara yang tengah-tengah, tidak "dirasa" sebagai mengganggu kemapanan kaum tua.... tetapi tidak juga secara "agresif" menggantikan kemapanan itu dengan kinerja yang apresiatif???? ________________________________ From: hamzah sahal <[email protected]> To: [email protected]; kmnu kmnu <[email protected]>; wong cirebon <[email protected]> Sent: Tue, March 16, 2010 11:49:04 PM Subject: [kmnu2000] Survei: Dukungan untuk Hasyim Muzadi Menguat teman-teman, ada berita menejutkan menjelang saya tidur. coba simak baik-baik berita di bawah ini. perlu dikonfirmasi. klo benar adanya, berita ini berita duka kedua yang saya kirim hari ini. selamat berjuang, hamzah sahal Jelang Muktamar NU Survei: Dukungan untuk Hasyim Muzadi Menguat Selasa, 16 Maret 2010, 21:10 WIB JAKARTA--Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mendapat dukungan besar dari pengurus wilayah PW) dan pengurus cabang (PC) untuk menempati posisi Rais Aam Syuriah PBNU pada Muktamar NU ke-32 di Makassar 22-27 Maret 2010. Demikian hasil survei yang disampaikan Ketua Lakspedam (Lembaga Pengkajian Sumber Daya Manusia) PBNU, Nashihin Hisam, dalam dialog elemen NU serta parpol dengan Ketua PBNU Ammad Bagdja di Jakarta, Selasa (16/3). Menurut Nashihin, dari 33 pengurus wilayah yang disurvei, mendukung Hasyim Muzadi untuk menggantikan KH Sahal Mahfudh mencapai 70 persen. Sementara H Ahmad Bagdja, mendapat dukungan kurang dari 40 persen untuk menggantikan Hasyim. ''Survei ini juga dilakukan oleh salah satu media dan sudah dicross-check oleh Lapspedam,'' ujarnya Sementara dari 462 pengurus cabang (PC) se-Indonesia yang disurvei menyatakan mendukung Hasyim Muzadi menempati rais aam mencapai 70 persen. Sedangkan yang memilih Ahmad Bagdja untuk dduku di ketua umum tanfidz mencapai 43 persen. ''Masih dari survei, responden dari kalangan pengurus wilayah dan cabang menyatakan bahwa ketua umum PBNU tidak harus kiai dan mempunyai pondok pesantren. Pasalnya, agar tidak terikat oleh usuran pesantren yang dipimpin,'' katanya. Di tempat sama Profesor Ridwan Lubis dari pengurus NU Medan mengamini hasil survei Lakspedam sehingga mengharap kesediaan Bagdja untuk mendeklrasikan kesediaan maju sebagai kandidat Ketua Umum Tanfidiyah. Dia juga menyoroti posisi ketua umum tanfidziyah dan rais aam syuriyah yang selama ini kurang sejalan atau korang kompak, sehingga terkesan berjalan sendiri-seniri. ''Pak Hasyim dan Pak Bagdja saya nilai kompak sehingga sangat pas jika dipilih pada muktamar mendatang,'' paparnya. Hadir pula pada dialog tersebut antara lain Ketua Ikatan Alumni PMII Arief Mudatsir Mandan, Politisi PKB Efendy Choiri, Ketua PBNU Mustofa Zuhad Mughni, Ketua PBNU Ridwan Lubis, Wakil Sekjen PPP Romahurmuziy dan sejumlah kader muda NU [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
