Mengomentari pemikiran Mas Slamet di lampiran ini:
Mas Slamet, Kalau buat UNU kekecilan. UNU itu harus menjadi urusan PWNU dan PC.
Masa jadi urusan PB. Cita-cita yang kerdil. Masa Mas Slamet sekerdil ini.
Saya sarankan Mas Slamet untuk mendirikan Abdurrahman Wahid University for
International Peace (AWUIP). Universitas yang bermisikan memelihara,
mempromosikan dan menciptakan perdamaian dan kedamaian dunia yang menjadi
cita-cita universal setiap manusia. University ini berorientasikan kepada
riset-riset bagaimana hal tersebut dapat terwujud kedalam ide-ide saintifik
yang dilihat dari banyak aspek: rekayasa, sain, sosial-ekonomi, sosial-budaya,
administrasi hukum, pendidikan. Aspek-aspek ini adalah fakultas-fakultasnya.
Universitas riset ini tentunya hanya berlangsung oleh program S2 dan S3. Karena
itu tak perlu membuka program S1. Sebab S1 sudah banyak. AWUIP mengambil
mahasiswa-mahasiswa S2 dan S3 dari seluruh dunia. Kegiatan risetnya di seluruh
dunia.
Programnya berjalan melalui mekanisme kerjasama dengan banyak lembaga-lembaga
di seluruh dunia yang serius dengan hal ini.
Bekerjasama dengan lembaga Nobel, Vatikan, Universitas Syiah dan Ahmadiyah,
Hindu, Budha, dan aliran-aliran dunia yang ada.
Bekerjasama dengan lembaga riset dan pendanaan riset di seluruh dunia.
Bila misi AWUIP ini universal, maka sudah pasti PBB bertanggungjawab memandang
AWUIP sebagai asset manusia universal.
Langsung saja bekerjasa dengan univeristas-universitas internasional, meski
Dikti enggan meng-acc alias telmi.
Kalau Mas Slamet ragu, masak NU tak berani mengambil inisiatif.
Jika Terpilih, Slamet
Effendy Akan Dirikan Universitas NU di Jakarta
Selasa, 16 Maret 2010 09:09:01 Jakarta, Muktamar
Mantan ketua umum Gerakan Pemuda Ansor Slamet Effndy Yusuf mengatakan akan
berupaya membangun Universitas Nahdlatul Ulama di Ibu
Kota Jakarta, jika terpilih sebagai ketua umum PBNU pada periode
mendatang. Menurutnya, keberadaan Universitas NU di Jakarta sangat
penting untuk menunjukkan eksistensi NU kepada dunia luar.
”Kalau terpilih nanti, saya akan membangun universitas NU yang besar di
Jakarta, agar NU ini menjadi tampak, tidak ada pertanyaan dimanakah kau
bersembunyi,” katayanya dalam acara diskusi terbuka menyambut muktamar
ke-32 NU yang diadakan Pengurus Besar PMII di Taman Ismail Marzuki
(TIM), Ahad (14/3) malam. Diskusi bertajuk ”Manfaat NU bagi
bangsa-Global: Dimanakah Kau Bersembunyi?”
Slamet menyayangkan NU belum mempunyai satupun universitas di Jakarta
yang menjadi barometer eksistensi sebuah organisasi sosial
kemasyarakatan di Indonesia. Beberapa bangunan megah universitas di
Jakarta tak satupun yang dipunyai oleh NU.
[Non-text portions of this message have been removed]