dari situs
http://202.152.254.229/ibawards/index.php?option=com_content&task=view&id=36&Itemid=54
Indonesia Berprestasi Award 2008
Program Indonesia Berprestasi Award ini merupakan salah satu rangkaian
dari program besar Indonesia Berprestasi yang sudah dijalankan XL
sejak awal 2007. Program Indonesia Berprestasi adalah salah satu
program kepedulian XL untuk membantu menanggulangi berbagai persoalan
sosial yang dihadapi rakyat, terutama pendidikan. Dalam jangka panjang,
program ini adalah bertujuan mengantar warga Indonesia untuk bisa
bersaing di tingkat dunia dan dimaksudkan untuk dapat menciptakan
pemimpin-pemimpin yang lebih baik di masa mendatang.
Program pencarian warga berprestasi ini merupakan kelanjutan program Indonesia
Berprestasi Award 2007 yang telah memberikan penghargaaan terhadap empat anak
bangsa yang berprestasi. Saat itu Indonesia Berprestasi Award 2007
diberikan kepada seorang guru di pedalaman Papua, peneliti universitas,
hingga sutradara film muda yang membangkitkan perfilman Indonesia.
Tahun 2008 ini, Indonesia Berprestasi Award (IBA) 2008 yang resmi diluncurkan
tanggal 19 Mei 2008, akan menambahkan kategori Kewirausahaan dan Sosial
Kemasyarakatan, untuk melengkapi kategori sebelumnya yaitu Sains,
Teknologi, Pendidikan, serta Seni Budaya.
Untuk menjaring nominator, selain tetap menyiapkan tim yang secara
mandiri melakukan pencarian, tahun ini IBA juga akan menampung aspirasi
yang muncul dari komunitas-komunitas di masyarakat yang tersebar di
berbagai wilayah tanah air. Setiap anggota ataupun komunitas masyarakat
dipersilahkan untuk memberikan usulan mengenai anggota masyarakat yang
memiliki karya untuk membuat Indonesia bangkit.
Dalam penyelenggaraan tahun 2008 ini, IBA menargetkan sedikitnya akan
memperoleh sekitar 800 nominator dari seluruh Indonesia. Seluruh
nominator akan diseleksi secara bertahap, hingga akhirnya akan
ditentukan pemenangnya oleh enam dewan juri. Dewan juri dipilih
berdasarkan kompetensi mereka, dan mereka akan memiliki hak mutlak
untuk menentukan peraih penghargaan IBA 2008. Dewan juri berasal dari
kalangan jurnalis, budayawan, selebritis, ilmuwan dan akademisi,
pengusaha kreatif, serta Direktur XL. Mereka adalah:
DR. Ninok Leksono, Redaktur Senior Dian Siswarini, Direktur Network
XL Prof Dr. Umar Anggoro Jenie, Ketua LIPI DR. Imam Prasodjo, Ketua Yayasan
Nurani Dunia Adrie Subono, Direktur Java Musikindo Artika Sari Devi, Putri
Indonesia tahun 2004
Nominees Indonesia Berprestasi Awards 2008
Setelah melalui proses seleksi yang ketat oleh para dewan juri, akhirnya
terpilihlah 10 orang nominees Indonesia Berprestasi Awards 2008, terdiri dari 2
orang calon penerima untuk masing-masing kategori.
Berikut profil mereka:
Kategori Kewirausahaan
Fiki Chikara Satari
Fiki memulai bisnis kreatif di Bandung dengan Distro Airplane. Dari
bisnis kecil ini, dia berhasil menggalang bisnis beromset puluhan juta
rupiah dengan 54 pegawai. Cita-citanya, menjadikan Bandung sebagai kota
kreatif (creative city).
H. Imron Mina bin Kausari
Menghidupkan kembali alat tenun bukan mesin (ATBM) yang telah
"dimuseumkan" oleh warga desanya. Berbagai produk barang bisa dibuat
dengan tenunan itu seperti alas piring, karpet, tirai dan partisi.
Produknya telah diekspor ke luar negeri.
Kategori Seni dan Budaya
I.B.Gde Subali Manuaba
Seorang seniman muda yang melestarikan seni menulis dan mengukir daun
lontar. Karyanya ini dibuat dengan ilustrasi yang menarik seperti
sebuah komik. Ia juga dipercaya untuk menulis ulang naskah-naskah
lontar kuno agar informasi yang terkandung di dalamnya tidak hilang.
Asep Kambali
Mendirikan
Komunitas Historia Indonesia yang hingga kini telah memiliki 2400
anggota yang tersebar dari dalam dan luar negeri. Secara rutin ia
mengajak publik untuk mengunjungi berbagai musium di Indonesia agar
generasi muda Indonesia tidak melupakan sejarah bangsanya.
Kategori Pendidikan
Tobi Moektijono
Kreatif dalam membuat soal matematika. Hasil karyanya sudah diterbitkan
dalam 2 buah buku berjudul: Soal-Soal Unik matematika beserta Solusi
Alternatif Tobi. Berhasil meraih juara kedua pada Kompetisi matematika
di Hongkong pada tahun 2007 dilanjutkan dengan medali emas pada
Olimpiade Sains Nasional di Surabaya, tahun yang sama.
Gola Gong
Membangun generasi baru di Banten melalui literasi yang berwawasan
melalui sastra, film, teater, dan gambar. meraih penghargaan Tokoh
Perbukuan dari Islamis Book Fair 2007 dan pada tahun yang sama meraih
meraih penghargaan Nugra Jasa Dharma Puspa Loka dari Perpustakaan
Nasional.
Kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Sudiyanto
Berhasil mendesain pompa air tenaga air. Pompa Hydrolic Ram (Hydram)
yang relatif murah tersebut kini mampu memberikan air bersih kepada 576
KK (1728 jiwa) di Kotayasa, Banyumas. Dengan teknologi yang sederhana
yang tanpa BBM, air diturunkan 7 meter dapat dipompa mencapai
ketinggian 17 meter dan mengucur deras.
Wilson Walery Wenas
Menerobos kebuntuan selama 28 tahun penelitian sel surya generasi
pertama dengan hasil penelitian sel surya generasi kedua. Ia mengubah
silikon sebagai unsur padat menjadi unsur gas. Pengecilan ini menekan
jumlah silikon yang dibutuhkan sehingga dapat menekan biaya produksi.
Kategori Sosial Kemasyarakatan
Yoseph Ahriyanto Ludoni
Ahriyanto berhasil memberdayakan masyarakat yang termajinalkan sehingga
mengatasi masalah sosial kemasyarakatan berupa kemiskinan, pendidikan,
pengangguran, rasa kemanusiaan, serta religious disharmony.
Toto Sugito
Toto Sugito merupakan penggagas dan Ketua Umum Komunitas Pekerja
Bersepeda Indonesia (Bike to Work Indonesia – B2W) sejak berdirinya di
tahun 2005. Ia yang melahirkan konsep kerja dan kampanye publik B2W
agar menjadi sebuah gaya hidup di Indonesia.