ada yang menjadi pertanyaan saya, Cribb pernah meneliti dan mengatakan 
batavia pada 1600-1700an merupakan sebuah "Chineese city" dimana 
populasi Batavia adalah 50% pedagang atau imigran dari Cina , dengan 
pusat pemerintahan/perdagangannya di daerah glodok/kota.

Apakah ini benar (populasinya) ? sangat menarik kalau itu 
benar...menandakan batavia  sudah kota maju dalam sektor perdagangan 
dari dahulu kala.


salam,


carlos


--- In [email protected], Aschev Schuraschev 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Peperangan Banten dan Mataram
> Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 
(http://id.wikipedia.org/wiki/Permusuhan_Banten_dan_Jawa)
> 
> Permusuhan Banten dan Mataram dilatarbelakangi oleh keinginan 
Mataram untuk menguasai seluruh pulau Jawa.
> Sejarah
> Pada tahun 1624, Mataram menaklukkan Madura dan pada tahun 1625 
merebut pelabuhan Surabaya. Parahiyangan dan Cirebon yang merupakan 
hak Banten setelah meruntuhkan Kerajaan Sunda pada 1579, pada masa ini 
juga direbut oleh Jawa.
>  
> Banten dan Batavia melihat kekuasaan Jawa semakin besar dan mereka 
merasa cemas. Waktu raja Madura, yang negerinya dirampas Mataram, 
melarikan diri ke Kesultanan Banten (1624), ia malah diserahkan ke 
Mataram untuk dibunuh, demikian pula seorang adipati Sumenep. Hal ini 
dilakukan Banten karena tidak mau mengambil risiko.

Kirim email ke