Brogader sekalian . . .

      Salam Thunder dan brotherhood

      Pertama dari semua, bila ingin menanggapi, mohon dibaca tuntas 
selengkapnya, dan difahami kata demi kata, dan kalimat demi
kalimat, sblm memberikan tanggapan, agar bisa menjadi suatu komunikasi 
interaktiv positiv. Topik ini tdk utk membuat polemik dan
pertentangan pendapat, tp utk membuka lbh jauh wawasan, dan diharapkan bisa 
mencapai satu kesepakatan dlm pandangan, dlm satu
suasana komunikasi brotherhood dgn tatanan bhs baik dan cantik, dgn 
memperhatikan tata-krama dan etika komunikasi, dan kita sesama
anggota milis akan selalu saling mengingatkan, dan juga pelu digarisbawahi 
bahwa. komunikasi interaktiv ini sepenuhnya dibawah
pengawasan dan kendali moderator dan administrator milist.

      Dgn komunikasi interaktiv semacam ini mungkin banyak dari kita yg bisa 
mengambil hikmah atau pembelajaran, terutama ttg bgmn
melakukan komunikasi tertulis antar-personal secara positiv dgn redaksional 
bisa diterima banyak org, dan dlm hal mana komunikasi
tertulis lbh berorientasi kpd rasio ketimbang emosi, tdk spt halnya dlm 
komunikasi lisan antar-personal, dimana justeru emosi lbh
berperan utk ditampilkan.

      Mohon pantauan dan pengarahan dari Bro Gerry K-039 selaku moderator dan 
Bro Dimas K-042 selaku administrator agar komunikasi
interaktiv ini terarah dan berujung pd kesimpulan berfaedah. Namun pd umumnya 
dan spt biasanya, suatu topik akan berakhir dgn
sendirinya ketika ia tdk lagi menarik atau tak ada lagi tanggapan sbg 
kelanjutannya, atau dia selesai dgn sendirinya ketika para
anggota menganggap tak perlu utk ditanggapi lbh lanjut krn sdh dianggap tuntas 
kasusnya, atau menganggap tak ada lagi relevansinya
atau sdh kadaluwarsa. Dan sbg milis ttg moto dgn sendirinya pemposan perihal 
moto akan tetap menjadi primadona. Topik semacam ini
hanya sbg komplemen dlm konteks wawasan, lain tidak.

      . . .

      Perlu kita camkan kembali bahwa pembahasan ttg kontroversi berikut ini 
bertujuan positiv, dan dlm kupasan kita akan banyak ber
kilah dgn kata bhs dan logika semantik lingustik, disamping logika nalar 
humanistik, dan dlm hal ini kita hanya mengupas pemahaman
secara generik, tdk secara spesifik.


      asto waluyo wrote:

      Bro.... pernyataan anda itu sangat kontroversi Bro...


        Betul dan setuju Bro dengan pandangan Bro.

        Pada dasarnya, kontroversial atau tidak, penilaiannya bergantung dari 
bgmn kita memandang suatu hal. Suatu pernyataan bisa
dianggap kontroversial, tp bisa juga tidak, bergantung dari sisi mana kita 
memahami redaksionalnya, dan bisa bersifat sensitiv
konteks, apakah dari sisi penyampaian ataukah dari sisi kandungannya. Dari segi 
tata bahasa. dlm bahasa Indonesia ataupun bahasa
lainnya, ada yg disebut kalimat 'sinisme' dan 'paradoksis'. Ini semacam cara 
meluruskan sesuatu yg keliru tanpa menyalahkan yg
membuat kekeliruan, melainkan dgn cara membenarkan, sedemikian shg yg membuat 
kekeliruan tak merasa dipersalahkan, dituding,
disudutkan, atau dipojokkan. Ini semacam seni dlm komunikasi tulisan atau pun 
lisan antar-personal utk mengeliminasi kemungkinan
negativ yg mungkin muncul darinya dan mengubahnya menjadi aspek positiv.

        . . .

        Dlm konteks spiritual, jika pernyataan tsb dianggap kontroversial, maka 
sesungguhnya itu datang dari Alláh juga, krn Alláh
adalah keberadaan Maha Kontroversial, dan semua kita berasal dari Dia, dan Dia 
tlh menciptakan kita sesuai citra-Nya. Dia Maha
Pencipta tapi juga Dia Maha Pemusnah. Dia Maha Awal tapi juga Dia Maha Akhir. 
Dia Maha Mengawali tapi juga Dia Maha Mengakhiri. Dia
Maha Melapangkan tapi juga Dia Maha Menyempitkan. Dia memandu manusia yg Dia 
kehendaki tapi juga Dia menyesatkan manusia yg Dia
kehendaki. Jika tak kontroversial, maka tak lengkaplah sifat-Nya, dan Dia bukan 
Maha Tuhan dari segalanya.

        . . .

        Kontroversi tdk boleh diredam, krn bak mengurung api dlm sekam, 
melainkan hrs disikapi secara tuntas, apakah kontroversi itu
harus dianggap tak ada atau hrs diterima sbg kodrat alami bahwa disitu memang 
hrs ada kontroversi sbg manifestasi pasangan
komplementer berkebalikan saling melengkapi.




      asto waluyo wrote:

      Atau memang anda berdua yang aneh. Kalo yang anda maksud aneh itu Dia 
ganjil, unik, tunggal, esa dan tak ada yang menyamai
keunikan Dia itu bukan suatu keanehan Bro.... tapi itu memang sifat Alláh SWT.


        Sangat betul Bro dan sangat setuju.

        Tapi dalam kalimat pertama dan kalimat kedua justeru ada kontroversi 
atau paradoks. Krn secara logika, jika manusia aneh,
maka Alláh hrs aneh. Sebab jika Alláh tdk aneh, maka mustahil manusia aneh, krn 
mustahil Alláh memberikan keanehan kpd manusia
sementara Dia tak memilikinya.

        . . .

        Tiap diri adalah aneh, ganjil, tunggal. esa, unik, karena kita semua 
diciptakan oleh Alláh Maha Unik. Tak ada dua manusia
pun sama, bahkan para kembar identik. Tiap diri memilki kode genetik unik, sbg 
identitas dirinya, utk menyatakan: "inilah aku", "aku
bukan kamu", dan "kamu bukan dia", dst. Ini menjelaskan mengapa tiap 
transplantasi organ tubuh mengalami penolakan, krn tubuh
reseptor mengenali bahwa organ donor bukan bagian dari dirinya, shg imunitas 
tubuh reseptor terpaksa dilumpuhkan dan dia ditempatkan
dlm ruang steril agar tak sakit diserang hama, kuman, atau virus, sampai 
identitas si reseptor sukarela atau terpaksa menerima
kehadiran organ saudaranya utk mempertahankan kehidupannya.

        Tak ada dua helai daun pun sama dari segala pohon di dunia. Tak ada dua 
butir pasir pun sama dari segala pasir di sahara
dunia. Bahkan tiap partikel sub-nuklir memiliki identitas unik, dgn salah satu 
atribut yg dlm fisika disebut dgn istilah
"strangeness". Tiap entitas adalah unik, krn Maha Pencipta yg menciptakan 
segala sesuatu adalah unik. Alam, semesta, atau jagatraya
ini unik. Ini semua utk menjadi tanda, sinyal, isyarat, atau ayat bagi manusia, 
bahwa Alláh, Maha Pencipta segala sesuatu itu adalah
Maha Unik. Jadi keunikan tiap sesuatu adalah cermin atau refleksi atas 
keberadaan Dia sbg keberadaan Maha Unik. Tidakkah keanehan
dan kontroversi diantara manusia menjadi isyarat pula bahwa Dia aneh dan 
kontroversial?

        Sifat Alláh tak terbatas dan tak terhingga, krn jika tidak, maka Dia 
bukan Maha Tuhan, dan gugurlah pernyataan-Nya bahwa Dia
melingkupi segalanya. Jadi Dia pun mencakup pula segala yg aneh dan segala 
keanehan, atau apa pun namanya. Segala peristiwa dan
fenomena berasal dari-Nya. Maka Dia juga Maha Aneh. Aneh dlm konteksi ganjil, 
lain drpd yg lain, tak biasa, atau tak umum,
"peculiar" atau "extra-ordinary" [ bukan dlm konteks "strange" yg mengadung 
arti tak dikenal atau tak jelas,dan bukan pula dlm
konteks "queer" yang mengandung arti melenceng ]. Dgn demikian, jika kita 
menolak keanehan Dia, sbg sesuatu yg biasa atau "common'',
maka berarti secara tak langsung kita mengadakan tuhan lain sbg pembanding atau 
kompetitor bagi-Nya, krn ada sesuatu yg lain yg bisa
dibandingkan secara ajektiv komparativ dgn keberadaan-Nya.

        Jika Alláh Maha Aneh, dan ini tak dinyatakan secara tersurat atau 
eksplisit sbg sebutan pengganti atau nama lain Alláh, maka
"`asmaa`u `al husnaa" yg 99 hanyalah sebagian dari nama-nama baik yg 
mencerminkan sebagian sifat-Nya. Namun sifat Alláh adalah
lengkap dan tiada terhitung banyaknya, dan yg Maha Aneh ini terkandung secara 
tersirat atau implisit, dlm sifat utama Alláh, yg
disebut sifat "mumkin" atau "jaa`iz", "probable", "possible", mungkin, atau 
bisa-jadi, krn Alláh berlaku sekehendak-Nya. Sifat ini
merupakan sifat "real fuzzy logics" antara sifat "mustahil" [ digital 0 ] dan 
"muwjab" [ digital 1 ], misal, antara: 0,000.000.001
s/d 0,999.999.999.

        Sifat "mumkin" atau "jaa`iz" Alláh ini konteksnya adalah dlm contoh 
sbb. Misal, Alláh bisa berada dimana saja dan kapan saja
dan berbuat sekehendaknya, sehingga Alláh mungkin berbuat tapi tak musti 
berbuat atas sesuatu.

        Alláh mungkin menciptakan suatu mahluk dan mungkin juga tak menciptakan 
mahluk tersebut, karena Alláh menciptakan
sekehendak-Nya. Alláh mungkin berkehendak mengangkat suatu mahluk dan mungkin 
juga tak berkehendak mengangkat mahluk tersebut,
karena Alláh berlaku sekehendak-Nya.


        Keberadaan Alláh dengan sifat mumkin dan jaa`iz, menjadi faktor penentu 
final apakah seseorang akan sukses atau tidak;
seperti orang belajar bisa jadi pandai tapi bisa saja tetap bodoh, atau orang 
sakit berobat bisa sembuh tapi bisa juga tidak, atau
orang berdagang bisa untung bisa rugi; manusia wajib berusaha, tapi tak pasti 
berhasil. Tidakah ini aneh dan kontroversial?

        Ini melandasi konsep probabilitas statistika, dimana hukum eksak dan 
logika sebab-akibat matematika dan fisika tak berdaya;
dan ini menjelaskan mengapa upaya fisik atau material saja tidak cukup, tapi 
harus juga dengan upaya psikis atau spiritual, dimana
tiap usaha senantiasa diawali dan diakhiri dengan do'a.

        Tidakkah kita menyadari bahwa do'a bergantung pada sifat mumkin dan 
jaa`iz Alláh? Bisa dikabulkan dan bisa juga tidak! Lalu,
bila dikabulkan, bisa semua bisa juga sebagian, dan bisa kini dan bisa juga 
nanti!

        . . .

        Sekali lagi, kontroversi tdk boleh diredam, krn bak mengurung api dlm 
sekam, melainkan hrs disikapi secara tuntas, apakah
kontroversi itu harus dianggap tak ada atau hrs diterima sbg kodrat alami bahwa 
disitu memang hrs ada kontroversi sbg manifestasi
pasangan komplementer berkebalikan saling melengkapi.




      asto waluyo wrote:

      Statement Anda memancing kontroversi banget Bro...


        Very good . . . we learn something useful . . .

        Dari sini kita bisa belajar sesuatu . . . bahwa sesuatu yg dianggap 
kontroversial dpt digunakan utk mengundang tanggapan
atau setidaknya menarik perhatian ataun "attract the attention".

        Dgn kata lain, konsep semacam ini dpt digunakan dlm siasat pemasaran 
atau "marketing strategy", teknik atau trik utk
mengundang dan menarik calon pembeli. Krn jika suatu produk, barang atau jasa 
adalah biasa-biasa saja, maka tak akan menarik
perhatian atau minat kebanyakan org sbg calon konsumen.

        Kebanyakan org sering memiliki informasi tak lengkap atau bahkan keliru 
ttg suatu produk, dan shg bahkan bisa menggapnya sbg
produk buruk. Tp stlh mrk mengenal lbh jauh ttg produk tsb, bisa jadi mrk 
menganggap bahwa itu suatu produk bernilai guna,
rangkapguna, sampai mungkin juga bahkan canggih dan ekslusiv.

        Intinya, jika kita ingin menyampaikan suatu informasi utk menarik 
perhatian dan tanggapan publik, maka kita hrs memberikan
"high-light" utk informasi tsb.

        Jadi komunikasi interaktiv semacam ini pd dasarnya juga bisa kita 
gunakan utk berbagi pandangan dan pengembangan wawasan.

        . . .

      Semoga bisa dicerna dan berguna . . .


--------------------------------------------------------------------------


      ----- Original Message -----
      From: asto waluyo
      To: [email protected]
      Sent: Friday, May 08, 2009 4:55 PM
      Subject: Bls: [www.suzuki-thunder.net] Mohon diklarifikasi
      Bro.... pernyataan anda itu sangat kontroversi Bro...
      Atau memang anda berdua yang aneh. Kalo yang anda maksud aneh itu Dia 
ganjil, unik, tunggal, esa dan tak ada yang menyamai
keunikan Dia itu bukan suatu keanehan Bro.... tapi itu memang sifat Allah SWT.

      Statement Anda memancing kontroversi banget Bro...


--------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke