Bismillahirrahmanirrahim
Salam KOSTER,
 
Betul Pak Iwan permasalhannya adalah pada pemaknaan arti dari kata Aneh, 
setelah saya cek beberapa tafsir bahasa dari segi bahasa Inggris, aneh di sini 
adalah peculiar : ks. 1 ganjil. 2 aneh. 3 khas. -peculiarly kk. secara 
khusus/istimewa.  
 
jadi mengarah pada penjelasan Bapak:
Dgn demikian, Alláh bukanlah suatu keberadaan aneh bila dlm konteks "strange" 
atau "queer". Tp Alláh adalah suatu keberadaan aneh bila dlm konteks 
"peculiar", dan keanehan ini tak mengurangi sedikit pun kesempurnaan- Nya, tp 
justeru lbh menyatakan bahwa Dia Maha Sempurna.
 
saya sangat sependapat dengan hal diatas, sebab semua ini sudah mewakili dari 
keseluruhannya.

namun pada komentar Bapak menyatakan:
Secara logika, jika manusia aneh, maka Alláh hrs aneh. Sebab jika Alláh tdk 
aneh, maka mustahil manusia aneh, krn mustahil Alláh memberikan keanehan kpd 
manusia sementara Dia tak memilikinya.
 
Logika ini bisa saya terima dan tidak saya terima. Sebab mengapa? tidak 
semuanya  sifat yang dimiliki manusia itu juga harus dimiliki Allah. Sebab 
mengapa salah satunya:
 
Manusia punya sifat Ingkar, namun berbeda bagi Allah. Sebab Allah Maha Menepati 
janji, dan janji Allah akan datang, tapi kapan ? (Lihat nanti dibawah, 
adahubungannya dengan teori probabilitas)
 
Manusia punya sifat munafik, bagi Allah tidak. dsb


jika menghubungkan aneh dalam bhs Indonesia dengan penjelasan aneh 
(peculiar) saya masih agar kurang sependapat. Sebab kata aneh yg dijejerkan 
dengan manusia dan kata aneh yg dijejerkan dng Allah adalah sangat berbeda.
 
Aneh pada Allah (peculiar) adalah karena ke khasanNya, perbedaaanya sebab Allah 
Maha berbeda dari yang lainnya sebab Allah Maha Esa. Sebenarnya dalam mewakili 
penjelasannya ini jika menggunakan bahasa Indonesia, sepertinya kurang enak di 
dengar jika menggunakan kata aneh. Seperti kata Bapak tadi, bahwa adanya 
keterbatasan bahasa kita (Indonesia) dalam menerjemahkan kata aneh, namun yang 
jadi masalah, kita saat ini ada di Indonesia, oleh karena itu kalau kita 
menggunakan kata aneh maka akan lebih indentik orang menafsirkan kepada ketidak 
jelasan, atau kebingungan. 
 
Jadi jika kata Aneh disandingkan dengan kata Allah, secara tegas saya bilang 
kurang tepat, dan secara halus, saya bilang kurang enak di dengar. Jadi mungkin 
kalaupun mamang tetap ingin mencantumkan kata aneh disandingkan dengan kata 
Allah, sepertihalnya "Allah Aneh", maka perlu dijabarkan. Oleh karena itu perlu 
diklarifikasi.
 
Aneh yang saya pahami pada manusia adalah ketidak jelasan prilaku manusia yang 
pada dasarnya adalah bentuk keputusasaan, dan penyimpangan. Kenapa saya bilang 
bentuk keputus asaan dan penyimpangan? sebab sudah ada cara dan solusinya di 
Al-Quran tapi tidak dijalankan.
 
Kalau kata temen saya orang jawa,"Lah wong sudah ada petunjukknya, kok masih 
ngeyel....."
 
Kalau yang Bapak sering utarakan, jika ada rekan - rekan yg bandel dalam 
memelihara motor, "Seperti mesin motor, kan ada buku panduannya dari pabrik, 
tapi kok masih gak dijalanin."
 
contoh lainnya, takut sama setan, padahal sudah jelas manusia makhluk yang 
sempurna dibanding lainya, meminta bukan selain Allah, misalnya meminta pada 
dukun, meyakini cincin, batu memiliki kekuatan, lalu dateng berbondong-bondong 
ke suatu pemakaman keramat, minta berkahnya dari kuburan. contoh yang baru 
perbuatan manusia yang aneh (tidak jelas) adalah dukun cilik ponari. Ribuan 
orang mengantri air yang terkena batu ponari, lalu narkoba, sudah jelas bikin 
mati tapi masih dipake dsb.
 
Nah kembali kepada kata aneh (yg saya yakini), bahwasanya penggunaan kata aneh, 
itu identik kepada ketidak jelasan sikap manusia yang menyimpang dari aturan 
yang rata-rata karena keputus asaan.
 
Karena Aneh dan Kontroversi ini berawal dari komentar saudara Kaspar, coba 
sekali lagi kita perhatikan kata perkata pada kalimat yang dia utarakan. Kalau 
saya menilai semua itu mengarah pada kebingungan dia terhadap Tuhan. Mengapa 
Tuhan begini dan mengapa Tuhan begitu, mengapa Allah menciptakan babi, mengapa 
Allah meng haramkan babi. Karena kebingungan dia dalam menafsirkan rahasia 
Allah, akhirnya dia mengkritisi Allah (negatif) bahwa Allah itu aneh (tidak 
jelas) terhadap tujuan penciptaan babi, secara tidak langsung menyalahkan 
Allah, atau secara tidak langsung mempertanyakan keputusan Allah. (Lain hal nya 
denga penjelasan Bapak tentang Allah itu Aneh)
 
Mengenai trinitas (3M) yang menjelaskan sifat Allah, bagi saya itu jelas (tidak 
aneh (bhs Indonesi)), sebab mengapa?
 
Bapak Wrote:
mustahil (impossible, tak-mungkin) [ digital 0 ]. 
muwjab (waajib, must, mesti, pasti) [ digital 1 ]. 
mumkin atau jaa`iz (possible, probable, mungkin, bisa-jadi)
[ real fuzzy logics antara 0 dan 1, misal: 0,000.000.001 s/d 0,999.999.999 ]. 
 
Musjab, sudah jelas dan pasti.
 
Mustahil, bagi saya itu jelas. Sebab mustahil ini meperkuat ke esaan dari sifat 
Allah yang muwjab (pasti), contoh: 
 
Allah itu ada (sangat jelas)
Mustahil Allah tidak ada (memperkuat)
 
 
Allah mengendalikan (sangat jelas)
Mustahil Allah tida mengendalikan (memperkuat)

mumkin atau jaa`iz (possible, probable, mungkin, bisa-jadi)
ini pun sesungguhnya juga jelas. Coba kita mengingat kembali pelajaran 
matematika dasar tentang probabilitas/ kemungkinan. Jika kita membahas hal ini 
sesungguhnya kita mebahas ilmu pasti, istilah kemungkinan pada pelajaran ini 
adalah menggambarkan apa yg akan muncul nanti dimana kita tidak bisa menebak, 
paling kita hanya bisa membuat kemungkinan - kemungkinan.
 
Seperti sebuah koin, jika kita lempar akan ada 2 kemungkinan yang muncul, sisi 
1 (gambar) atau sisi 2 (angka). 
 
sebuah Dadu, jika kita lempar akan ada 6 kemungkinan angka yg muncul, 1, 2, 3, 
4, 5, atau 6.
 
Jika dihubungkan dengan sifat Allah yg mustahil, maka akan memperkuat,
- jika sebuah koin dilempar, maka mustahil akan muncul sisi ke 3 (sebab koin 
punya 2 sisi)
- jika sebuah dadu dilempar, maka mustahil akan muncul angka 7 (sebab dadu 
punya 6 sisi)
kalaupun muncul itu baru namanya aneh/tidak jelas, sebab ada penyimpangan.
 
Kembali kepada sifat Allah yang mumkin atau jaa`iz , dapat saya katakan itu 
adalah jelas dan tidak meyimpang, dan teori probabilitas/kemungkinan yang 
selama ini kita pelajari adalah bukan membahasa keanehan, namun kita dilatih 
dalam bepikir dan membuat perkiraan-perkiraan yg strategis, efektif dan 
efisien dalam proses membuat strategi untuk menjalankan amanat Allah di muka 
bumi ini.
 
Namun selain itu jika dihubungkan dengan hukum Allah dengan teori probabilitas, 
adalah masalah kita tidak tahu kapan dan dimana hukum Allah itu akan berlaku. 
Namun mengenai kepastian akan hukum Allah ini sudah sangat jelas, sepertihalnya 
koin dan dadu ini. Jika koin dan dadu kemungkinannya bisa kita terka, namun 
kemungkinan hukum Allah, hanya Allah lah yang tahu, namun untuk menerka 
kemungkinannya sudah Allah beri panduan pada Al Quran dan hadist.
 
Mengenai kesimpulan akhir para ilmuan, bagi saya itu adalah proses para ilmuan 
menuju teori hukum Allah yang pasti dan jelas. Kalaupun saat ini mereka membuat 
kesimpulan probabilitas khaotik (chaotic probability),/ tampak tak-beraturan 
atau kacau , sesunguhnya itu bukti akan keterbatasan manusia dan memperkuat 
bahwasanya apa yg munusia miliki belum tentu Allah miliki pula. Manusia 
memiliki keterbatasan, namun Mustahil bagi Allah.
 
NOTE:
Saya sependapat dengan email Pak Iwan tentang "Aneh dan Kontroversi #1" dan 
"Aneh dan Kontroversi #2".
 
P.Baskoro

WebBlog: 
http://endonesia-bebas.blogspot.com


--- On Mon, 11/5/09, THUNDER RIDER <[email protected]> wrote:

From: THUNDER RIDER <[email protected]>
Subject: [www.suzuki-thunder.net] Aneh dan Kontroversi #3
To: "KOSTER Group Mailing List" <[email protected]>
Date: Monday, 11 May, 2009, 11:18 AM




. 
















      

Kirim email ke