>Media Barat juga nggak fair, apalagi jika sudah menyangkut muslim. Mis.
kasus 
>Aceh yg dianggap mau mendirikan negara Islam (seolah-olah muslimin itu
>kerjanya 
>cari gara-gara saja), atau kasus Ambon, yg ditulis cuman gereja
>yg hancur. Saya respek pada media lokal yg hanya menyebut "rumah ibadah", 
>karena jika tak hati-hati, pers malah jadi provokator yg dahsyat. 


Stop respek anda terhadap media lokal tentang hal yang satu ini. Media
lokal cenderung tutup mulut untuk hal yang satu ini kalau kasusnya bisa
ditutup tutupi. Asal tahu saja kasus Ambon termasuk kasus besar. Coba kita
lihat bagaimana prestasi negara kita dibidang hak asasi manusia, sejak
jaman Sukarno, Suharto dan Habibie. Prestasinya meningkat dalam hal
penutupan rumah ibadah, perusakan rumah ibadah dan gangguan beribadah. 

Apakah pres kita menulis mengenai perusakan rumah ibadah di Jawa barat
beberapa waktu yang lalu ? Apakah pers kita ada menulis mengenai prestasi
yang pantas masuk buku rekor dunia dibidang perusakan rumah ibadah di salah
satu wilayah di Sumatra ? 

Pers sama saja, mereka mencari uang. Berita harus sesuai dengan keinginan
pembaca, fakta tidak perlu diungkap, yang penting duit bung !!!


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke