Oooh begitu to, bung Raja. Terima kasih Anda telah sukarela menunjukkan 
sifat asli dan kapasitas Anda, walaupun transmit dari ITB.

Jawaban klasik bahwa politik tidak mengenal kawan dan lawan abadi, tentu 
tidak bisa menjadi excuse atas blunder semacam ini. Bisa saja kawan menjadi 
lawan, tetapi tidak dengan bunuh diri politik macam ini.
Saya malas menguraikannya, ntar Anda jadi pintar. Lebih baik Anda seperti 
sekarang, sebagai representasi kalangan terpelajar yang nalarnya masih 
segini. Baca deh referensi yang mampu Anda akses.
Saya yakin, sebodoh apapun Prof. Dr. Amien Rais pasti meng-cancel keputusan 
ini at all cost. Apalagi dia tidak bodoh. Kita lihat saja faktanya, supaya 
kita nggak habis energi bermain kata kata.

Kalau hanya menghindarkan agar Megawati jadi Presiden, beberapa alternatif 
lain yang lebih elegan masih terbuka.

Saya ingin tahu apa lagi yang akan Anda bilang kalau ternyata PAN 
membatalkan rencana koalisinya dengan Golkar.


>From: "Raja Komkom S." <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],        
>[EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] PAN-GOLKAR : Astagfirullah
>Date: Sat, 12 Jun 1999 07:39:48 +0700 (JAVT)
>
>
>On Fri, 11 Jun 1999, Yap C.Young wrote:
>
> > Bukan hanya Akbar Tanjung, tetapi juga Abdillah Toha (Ketua DPP PAN)
> > mengkonfirmasi kemungkinan PAN berkoalisi dengan Golkar.
> >
>
>Sepertinya anda nggak begitu faham dengan politik ?
>Kawan bisa saja jadi lawan, lawan bisa saja jadi kawan, tidak ada yang
>abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. hehehhe...
>Itu sah-sah saja dalam politik.
>
> > Learning point : Inilah sikap reformis sejati !!!!
> >
> > Selamat tinggal reformasi, biarlah Trisakti dan Semanggi menjadi 
>kenangan,
> > persetan dengan mahasiswa,  yang penting dapat kekuasaan, sekalipun 
>harus
> > menjilat pantat Golkar.
> >
>
>Kalaupun saya berada di posisi pimpinan partai  PAN, saya akan
>mikir berpuluh-puluh kali untuk mendukung Megawati dari PDIP jadi
>Presiden, Saya jelas akan khawatir sekali melihat kemampuannya dalam
>memimpin bangsa ini, karena komitmennya terhadap reformasi jelas-jelas
>sangat diragukan, terbukti dari statement-stement nya yang notabene mirip
>dengan tema-tema Suharto.
>Pilihannya kan yang terbaik dari yang terburuk-buruk. :-)
>
>Saya akan bergabung dengan koalisi PDIP jika presidennya bukan Megawati.
>Atau saya akan bergabung dengan PDIP kalau sejak awal Megawati/PDIP punya
>komitmen untuk reformasi, seperti Amandement UUD45, otonomi, dst.
>
> > Kita lihat, apakah ramalan Juan Valdez menjadi kenyataan.
> > Cepat beli dollar, selagi murah !!!!
> >
>Sepertinya anda agak percaya pada hal-hal yang tahyul dan mistis, padahal
>itu jelas-jelas omong kosong dan provacating.
>DAN ....
>Hehehe....sampai kapan anda baru bisa mencintai Rupiah. Ironis sekali
>......
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke