TULLL..!!! Eh.., yang tepuk dada siapa sih? Malah yang lapang dada sekarang
ini sulit dicari...

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Admiral <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 15 Juni 1999 17:35
Subject: Re: [Kuli Tinta] PAN-GOLKAR : Astagfirullah


Ada pepatah bilang begini :

Yang menang jangan tepuk dada !
Yang kalah harap lapang dada !

Kayaknya ada yang rela tepuk dada, sampai terlalu keras.
Dan batuk-batuk ....

Di KOMIX aja !


Martin Manurung wrote:
>
> Kepingin sih kepingin bung Komkom...., pinginnya memimpin koalisi, apa
daya
> suaranya cuma keciiilll.... ;-( Bung Komkom, Realitas Politiknya: PAN
KALAH
> JAUH DENGAN GOLKAR..., bahkan masih dibawah PPP..., itu realitas
politiknya.
> Masa' partai kecil mau memimpin koalisi sih?
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> -----Original Message-----
> From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 13 Juni 1999 10:11
> Subject: Re: [Kuli Tinta] PAN-GOLKAR : Astagfirullah
>
> On Sat, 12 Jun 1999, Yap C.Young wrote:
>
> > Oooh begitu to, bung Raja. Terima kasih Anda telah sukarela menunjukkan
> > sifat asli dan kapasitas Anda, walaupun transmit dari ITB.
> >
> Terima kasih untuk "pujian" anda yang sangat mempesona "itu"
>
> > Jawaban klasik bahwa politik tidak mengenal kawan dan lawan abadi, tentu
> > tidak bisa menjadi excuse atas blunder semacam ini. Bisa saja kawan
> menjadi
> > lawan, tetapi tidak dengan bunuh diri politik macam ini.
> > Saya malas menguraikannya, ntar Anda jadi pintar. Lebih baik Anda
seperti
> > sekarang, sebagai representasi kalangan terpelajar yang nalarnya masih
> > segini. Baca deh referensi yang mampu Anda akses.
> > Saya yakin, sebodoh apapun Prof. Dr. Amien Rais pasti meng-cancel
> keputusan
> > ini at all cost. Apalagi dia tidak bodoh. Kita lihat saja faktanya,
supaya
> > kita nggak habis energi bermain kata kata.
> >
>
> Inilah yang saya maksud dengan politik, anda sudah menjawabnya sendiri
> toh, bagimanapun Prof. Dr. Amien Rais itu tidak sebodoh Megawati pujaan
> anda itu :-) . Prof. Amien Rais tahu bahwa dia telah mendapatkan suara
> kalangan menengah ke atas terutama kalangan elite kampus. Apakah Ia akan
> sebodoh itu untuk melepaskan dukungan kalangan ini dengan koalisi bersama
> GOLKAR, hanya untuk mendapatkan jabatan presiden.
>
> > Kalau hanya menghindarkan agar Megawati jadi Presiden, beberapa
alternatif
> > lain yang lebih elegan masih terbuka.
> >
> Ya. itu betul, termasuk mungkin mewujudkan kabinet gotong royong versi
> Marzuki D.
> atau koalisi PAN-PDIP-PKB, dengan alternatif Nurcholis Majid jadi
> presiden.
>
> Bagaimanapun, saya lebih mendukung PAN untuk memimpin oposisi,
> daripada mengekor di koalisi PDIP dan PKB.
> Dan ingat Prof. Dr. Amien Rais tidak sebodoh itu untuk berkoalisi dengan
> Golkar, Dan anda harus jujur bagaimanapun agenda utama perjuangan Prof.
> Amien Rais saya yakin adalah REFORMASI dan bukan PRESIDEN/KEKUASAAN, ingat
> itu BUNG.
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke