Iwans wrote:
>
> Aku juga benci pada pemimpin yang semata-mata mengandalkan nama bapaknya
> dan tidak pernah menampakkan seberapa jauh kapasitas pribadinya diakui
> orang lain.
>
> Andai Megawati seperti Amien Rais yang gentleman dan membuat kita bangga
> akan berbagai pandangannya, mungkin harus kupertimbangkan kenekadanku
> untuk menjadi oposisi bagi Megawati bila dia jadi Presiden.
>
> Sayang Megawati ya cuman kayak gitu,
> Sempat menyenangkan aku, tetapi kemudian kembali mengecewakan dengan
> sikap diamnya yang tak ada habis-habisnya,
>
> Bahkan rela diatur-atur sama Gus Dur !
>
> Iwan
>
Akuilah bahwa bagaimanapun untuk saat ini, Megawati dengan Partai PDI-P
nya menang dalam pemilu....so....jangan banyak ulah seperti para
elite politik, dengan berbagai upaya selalu mencoba menghadang langkah
Megawati untuk menjadi pemimpin bangsa ini.
Kasihan benar Megawati, waktu jaman Orde Baru...dianiaya dan ditekan
sama orang-orang orde baru, sekarang setelah reformasi bergulir di
bangsa ini...kembali...dihadang oleh orang-orang yang notabenenya
omongannya kemaren dan hari ini berbeda...
Sebelum pemilu semua pihak menyatakan akan menerima hasil pemilu dengan
sepenuh hati...tapi begitu pemilu bergulir dan hasil perhitungan suara
mulai keluar dan semakin tampak partai mana yang menang, semua seolah
lupa apa yang dikatakannya...
Kemana itu semua pemikiran dan aspirasi yang katanya akan menerima
hasil pemilu dengan jiwa kesatria siapapun yang menang ??????
Bangsa ini bukan perlu orang-orang atau pemimpin yang tidak juntrungan,
besok ngomong begini...lusa beda lagi....
Hidup Indonesia baru...dengan pemimpin hasil aspirasi rakyat Indonesia.
Sun An
------
Change The World by your creativity and your action
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!