Kalau dimana-mana seperti itu, ya kita ubah saja di Indonesia ini. Kita kan
harus kontekstual... Demokrasi kita kan belum 100% bekerja. Wakil rakyat
yang dipilih recruitmentnya masih darurat, apalagi yang cuma diangkat. Belum
lagi money politics yang disiapkan tim sukses seorang kandidat. Akan risky
sekali bagi demokrasi bila voting itu tertutup, karena akan mempersubur
rekayasa manipulatif. Karena itu saya dukung voting dengan sistem terbuka,
supaya transparan. MPR tidak perlu bubar, karena dengan voting terbuka
justru anggota MPR dapat mempertangungjawabkan amanat yang diberikan padanya
secara transparan.
Kalau kita belum percaya sepenuhnya itu wajar. Sebab, kita sedang menjalani
masa transisi dari otoritarianisme ke demokrasi. Boro-boro wakil rakyat,
Presiden pun belum bisa kita percayai sepenuhnya.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
-----Original Message-----
From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 14 Juli 1999 21:59
Subject: Re: [Kuli Tinta] Seperti ini ?
Yang benar aja dong,
Dimana-mana milih orang itu mesti TERTUTUP, sedangkan dalam voting masalah
kebijakan mesti terbuka. Jangan kebalik. Kalau sampai votingnya terbuka,
sudah ajalah bubarkan MPR, dan nggak ada gunanya wakil-wakil rakyat itu.
Maksudnya, kita sendiripun sudah tidak percaya lagi sama yang kita pilih,
jadi apalagi yang kita percaya di negara ini?
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!