Logikanya bagi saya yang orang bodoh bilang: jangan pilih siapa siapa karena
enggak ada yang mayoritas......
Golkar 25% (?) jadi berarti 75% tidak menginginkan HBB
PKB x% berarti 100 -x % tidak menginginkan GDur
dst..............
hidup demokrasi pembodohan.......
----- Original Message -----
From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 16 Juli 1999 10:36
Subject: Re: [Kuli Tinta] Seperti ini ?
> OK.
> Dalam konteks Pemilu 99, berarti 67% itu Nggak mgninginkan Mega, berarti
> mayoritas jangan milih Mega. Aspirasi rakyat : Jangan pilih Mega. Siapa
> saja asal jangan Mega. OK ?
>
> On Wed, 14 Jul 1999, Martin Manurung wrote:
>
> > Si wakil rakyat memang tidak boleh "menyalurkan aspirasi dan nuraninya".
Dia
> > harus menyalurkan aspirasi dan nurani rakyat pemilihnya. Kalau
> > diperbandingkan dengan SI MPR saya kira tidak relevan, karena ketika itu
> > MPRnya toh tidak legitimated.
> >
> > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> > _________________________________________________
> > E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> > Visit http://come.to/forma-kub
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 15 Juli 1999 1:29
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Seperti ini ?
> >
> >
> > Tapi bukankah dengan sistem voting terbuka, berarti kembali menyuburkan
> > sistem politik FRAKSI, lihat aja konyolnya voting waktu SI MPR 1998 ,
jadi
> > si wakil rakyat nggak bisa menyalurkan aspirasi dan nuraninya secara
> > murni, takut kena sanksi Partai ???
> >
> >
> > On Tue, 13 Jul 1999, Martin Manurung wrote:
> >
> > > Kalau dimana-mana seperti itu, ya kita ubah saja di Indonesia ini.
Kita
> > kan
> > > harus kontekstual... Demokrasi kita kan belum 100% bekerja. Wakil
rakyat
> > > yang dipilih recruitmentnya masih darurat, apalagi yang cuma diangkat.
> > Belum
> > > lagi money politics yang disiapkan tim sukses seorang kandidat. Akan
risky
> > > sekali bagi demokrasi bila voting itu tertutup, karena akan
mempersubur
> > > rekayasa manipulatif. Karena itu saya dukung voting dengan sistem
terbuka,
> > > supaya transparan. MPR tidak perlu bubar, karena dengan voting terbuka
> > > justru anggota MPR dapat mempertangungjawabkan amanat yang diberikan
> > padanya
> > > secara transparan.
> > >
> > > Kalau kita belum percaya sepenuhnya itu wajar. Sebab, kita sedang
> > menjalani
> > > masa transisi dari otoritarianisme ke demokrasi. Boro-boro wakil
rakyat,
> > > Presiden pun belum bisa kita percayai sepenuhnya.
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> > To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!