Dibalik Berita SCTV semalam tampil Prof Harun, Aberson, dan Ekky.
Ekky mengatakan bahwa anggota MPR yang akan memilih presiden dan bukan
rakyat dalam pemilu yang lalu. Dalam hal ini Prof Harun berpendapat bahwa
sesuai dengan UU maka Presiden dipilih dengan suara terbanyak, yaitu minimum
351 suara. Meskipun secara ekspilisit Prof Harun juga mengatakan bahwa
pemilih terbanyak memilih PDIP yang menjagokan Mega sebagai Presiden sejak
kongres di Bali.
Di satu sisi, Ekky dan sebagian masyarakat termasuk Golkar berpegang pada
ketentuan UU yaitu pemilu memilih wakil rakyat yang akan memilih presiden,
namun di sisi yang lain mereka menghendaki Capres untuk berdebat di MPR yang
menurut Prof Harun hal itu tidak ada di dalam UU. Sekali lagi, ini bukan
masalah kesiapan atau ketidaksiapan salah satu calon ataupun usaha untuk
membela PDIP namun lebih kepada mempermasalahkan inkonsistensi tersebut.
Seperti biasanya, Ekky mencecar dengan tekanan tinggi untuk mengatakan bahwa
PDIP akan kalah kalau Golkar, PPP, PKB, dan PAN berkoalisi. Padahal, Agil
baru saja berkata bahwa Mega memiliki latar belakang sejarah dan kemampuan
untuk menjadi Presiden. Disamping itu, Matori dan Muhaimin jelas mendukung
pencalonan Mega. Kalau begitu, dari mana Ekky bisa mendapat ide bahwa PKB
akan mau berkoalisi dengan Golkar? Apakah kira-kira PAN akan mau berkoalisi
dengan Golkar? Apakah pendapat di media masa yang demikian terbuka dan isu
ditengah masyarakat yang tidak menghendaki Golar memimpin lagi tidak cukup
didengar dan ditangkap?
Marilah kita menunggu akhir cerita.
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!