Saya beruntung dapat melihat rekamannya dirumah seorang teman. Tetapi saya 
melihat angle lain, boss.

Dalam debat itu dua duanya, Aberson dan Ekky, ngotot nggak nyambung.
Ekky menekankan angka relatif, Aberson menekankan angka absolut, tanpa satu 
sama lain mau bergerak dari posisinya untuk sampai pada the same battle 
field, sehingga kualitas debatnya jauh dibawah Crossfire.

Kasihan Prof Harun cuma jadi pajangan disitu.


>From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] konsistensi
>Date: Sat, 17 Jul 1999 20:14:43 +0700
>
>That's right Sir.
>You may go to SCTV in order to get the video before the curiosity kills 
>you.
>
>BTW, dunia politik kan dunia aneh bukan?
>
>
>-----Original Message-----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 17 July 1999 06:16
>Subject: Re: [Kuli Tinta] konsistensi
>
>
>Aneh, kenapa Golkar nggak menghitung TNI, kok malah ngayal keterlaluan ke
>PKB dan PAN segala. Yang agak masuk akal dihitung kan cuma PPP. Itupun 
>kalau
>nggak jadi bikin faksi Islam.
>Apa bener Ekky bilang begitu?
>
>
> >From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: "Kuli Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: [Kuli Tinta] konsistensi
> >Date: Fri, 16 Jul 1999 07:47:43 +0700
> >
> >Dibalik Berita SCTV semalam tampil Prof Harun, Aberson, dan Ekky.
> >
> >Ekky mengatakan bahwa anggota MPR yang akan memilih presiden dan bukan
> >rakyat dalam pemilu yang lalu. Dalam hal ini  Prof Harun berpendapat  
>bahwa
> >sesuai dengan UU maka Presiden dipilih dengan suara terbanyak, yaitu
> >minimum
> >351 suara. Meskipun secara ekspilisit Prof Harun juga mengatakan bahwa
> >pemilih terbanyak memilih PDIP yang menjagokan Mega sebagai Presiden 
>sejak
> >kongres di Bali.
> >
> >Di satu sisi, Ekky dan sebagian masyarakat termasuk Golkar berpegang pada
> >ketentuan UU yaitu pemilu memilih wakil rakyat yang akan memilih 
>presiden,
> >namun di sisi yang lain mereka menghendaki Capres untuk berdebat di MPR
> >yang
> >menurut Prof Harun hal itu tidak ada di dalam UU. Sekali lagi, ini bukan
> >masalah kesiapan atau ketidaksiapan salah satu calon ataupun usaha untuk
> >membela PDIP  namun lebih kepada mempermasalahkan  inkonsistensi 
>tersebut.
> >
> >Seperti biasanya, Ekky mencecar dengan tekanan tinggi untuk mengatakan
> >bahwa
> >PDIP akan kalah kalau Golkar, PPP, PKB, dan PAN berkoalisi. Padahal, Agil
> >baru saja berkata bahwa Mega memiliki latar belakang sejarah dan 
>kemampuan
> >untuk menjadi Presiden. Disamping itu, Matori dan Muhaimin jelas 
>mendukung
> >pencalonan Mega. Kalau begitu, dari mana Ekky bisa mendapat ide bahwa PKB
> >akan mau berkoalisi dengan Golkar? Apakah kira-kira PAN akan mau 
>berkoalisi
> >dengan Golkar? Apakah pendapat di media masa yang demikian terbuka dan 
>isu
> >ditengah masyarakat yang tidak menghendaki Golar memimpin lagi tidak 
>cukup
> >didengar dan ditangkap?
> >
> >Marilah kita menunggu akhir cerita.
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke