That's right Sir.
You may go to SCTV in order to get the video before the curiosity kills you.
BTW, dunia politik kan dunia aneh bukan?
-----Original Message-----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 17 July 1999 06:16
Subject: Re: [Kuli Tinta] konsistensi
Aneh, kenapa Golkar nggak menghitung TNI, kok malah ngayal keterlaluan ke
PKB dan PAN segala. Yang agak masuk akal dihitung kan cuma PPP. Itupun kalau
nggak jadi bikin faksi Islam.
Apa bener Ekky bilang begitu?
>From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "Kuli Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] konsistensi
>Date: Fri, 16 Jul 1999 07:47:43 +0700
>
>Dibalik Berita SCTV semalam tampil Prof Harun, Aberson, dan Ekky.
>
>Ekky mengatakan bahwa anggota MPR yang akan memilih presiden dan bukan
>rakyat dalam pemilu yang lalu. Dalam hal ini Prof Harun berpendapat bahwa
>sesuai dengan UU maka Presiden dipilih dengan suara terbanyak, yaitu
>minimum
>351 suara. Meskipun secara ekspilisit Prof Harun juga mengatakan bahwa
>pemilih terbanyak memilih PDIP yang menjagokan Mega sebagai Presiden sejak
>kongres di Bali.
>
>Di satu sisi, Ekky dan sebagian masyarakat termasuk Golkar berpegang pada
>ketentuan UU yaitu pemilu memilih wakil rakyat yang akan memilih presiden,
>namun di sisi yang lain mereka menghendaki Capres untuk berdebat di MPR
>yang
>menurut Prof Harun hal itu tidak ada di dalam UU. Sekali lagi, ini bukan
>masalah kesiapan atau ketidaksiapan salah satu calon ataupun usaha untuk
>membela PDIP namun lebih kepada mempermasalahkan inkonsistensi tersebut.
>
>Seperti biasanya, Ekky mencecar dengan tekanan tinggi untuk mengatakan
>bahwa
>PDIP akan kalah kalau Golkar, PPP, PKB, dan PAN berkoalisi. Padahal, Agil
>baru saja berkata bahwa Mega memiliki latar belakang sejarah dan kemampuan
>untuk menjadi Presiden. Disamping itu, Matori dan Muhaimin jelas mendukung
>pencalonan Mega. Kalau begitu, dari mana Ekky bisa mendapat ide bahwa PKB
>akan mau berkoalisi dengan Golkar? Apakah kira-kira PAN akan mau berkoalisi
>dengan Golkar? Apakah pendapat di media masa yang demikian terbuka dan isu
>ditengah masyarakat yang tidak menghendaki Golar memimpin lagi tidak cukup
>didengar dan ditangkap?
>
>Marilah kita menunggu akhir cerita.
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!