Rekan netters yang lagi hot........berpolitik.
Saya mau sedikit komentar atas tulisan berikut, semoga berkenan Sejauh
pandangan saya, saya melihat setidaknya ada unsur penggeseran ataupun
manipulasi informasi, yang mungkin dilakukan secara sengaja atau mungkin
tidak.
Menurut saya, dalam menyikapi angka-angka hasil pemilu, harus dikalkulasi
dulu selengkapnya, dan meletakkan sesuai porsinya. Yaitu bahwa PDIP
memperoleh persentase 35-40 % dari total suara pemilih (keteptannya, tunggu
gong KPU). Dan itu merupakan persentase terbesar perolehan partai peserta
Pemilu ini.
Lalu, angka tersebut kalau dihitung pada mekanisme perolehan kursi MPR,
adalah benar
Seperti telah diuraikan, katakanlah kira-kira itu 22 %. Dan ini juga
merupakan jumlah kursi terbesar yang diperoleh suatu partai peserta pemilu.
Jadi, PDIP & Mega jelas merupakan jumlah perolehan terbesar secara individu
partai. Sementara partai & calon lainnya mendapat suara lebih kecil. Itu
status hari ini, yang tentu akan berkembang nantinya sampai SU-MPR berakhir.
Nah, saya melihat ada kecenderungan para netters menganalisa, bahkan
mengimprovisasikan informasi yang diperoleh secara harafiah saja, sesuai
dengan kemauannya, tidak melihat dari substansinya. Kalau nanti anda salah
interpretasi bagaimana ?. Itukan namany sudah jatuh, ketibaan tanggaa pula.
Jadilah manusia yang dewasa, dengan meletakkan segala sesuatu secara tepat.
Informasi harus benar, sehingga analisanya jadi benar, dan enek untuk
dibaca.
Bukan berarti pernyataan bahwa Mega adalah capres saat ini adalah benar.
Harus dilakukan koalisi untuk mencapai itu, yang menurut PDIP akan dilakukan
setelah gong dari KPU.
Kita lihat saja.................................tim's,
Fw.
-----Original Message-----
Andry wrote :
Salam,
Benar juga, sekarang saya juga baru tahu kalau PDI-P itu, walau
mayoritas,
tapi hanya sekitar 20-an % saja,.tapi dari berbagai berita dikoran
dan media
elektronik lainnya serta komentar berbagai pakar dsb, saya mendapat
kesan
bahwa PDI-P menang secara telak dan meyakinkan, oala laa la, politik
memang
aneh ya,.
Thk's
Ivan wrote :
>Kadang-kadang aku merasa lucu juga teman-teman yang ada disini ini
kalau
>ngomongin perolehan suara partai-partai. Sebetulnya pada dapat
berapa
>sih Matematika-nya waktu sekolah dulu ?
>
>Rasanya PDI Perjuangan itu suaranya nggak 30 % apalagi 40 %. Paling
>banter juga 25 %. Toh pemilihan Presiden itukan yang menentukan
MPR. Dan
>kalau PDIP cuma dapat 154 suara dalam Pemilu berarti dia hanya
punya
>suara 154/700 x 100 % = 22 %. Ya ! Hanya 22 %. Sisanya sebanyak 78
%
>nggak milih PDIP.
>
>Jadi gimana mungkin mengklaim diri segala macam sebagai Presiden de
>facto. Demokrasi macam apa yang difahami oleh orang-orang PDI
Preman
>itu? Pantas saja kelompok yang tidak sejalan dengan para preman itu
juga
>menyikapi tuntutannya dengan menyerukan seruan yang ndak kalah
garangnya
>seperti jihad, misalnya.
>
>Bangsa macam apa kita ini sesungguhnya ? Demokrasi diidentikkan
dengan
>kekerasan. Yang paling berdosa itu tentu saja Golkar yang
mengajarkan
>budaya kekerasan pada rakyatnya semasa berkuasa 32 tahun lamanya.
Tapi
>kalau sikap itu juga diteruskan oleh PDI Preman ya tarik kesimpulan
>sendiri : PDIP tidak lebih baik dari Golkar !
>
>Pilih yang lain saja ! Ngapain milih Megawati atau Habibie. Pasti
>ujung-ujungnya nanti kerusuhan juga. Apalagi kalau memang benar
bahwa
>Megawati menarik Wiranto yang tentara jadi Wapresnya. Ini namanya
edan
>nggak ketulungan. Tentara kok dirangkul.
>
>Partai Reformis itu ya cuma PAN, PRD dan PUDI. Lainnya ? Embuh !
>
>Proletar
>
>
>Andriecht wrote:
>>
>> Salam,
>>
>> Benar juga, rasanya yang pertama kali memunculkan isu pasukan
jihad
sebagai
>> tim sukses BJ Habibie itu Bung Martin, kalau boleh tahu, bung
martin
dapat
>> informasi darimana, mungkin saja itu orang yang gatel bicara
saja,.tidak
ada
>> faktanya,
>>
>> Tapi kalau cap jempol berdarah itu benar-benar ada lo, ada
fotonya
lagi,.di
>> mass media,.dan kesan yang timbul dari hal tersebut adalah saya
takut
>> sekali,.karena masalah politik sudah di dramatisir sedemikian
hingga
>> menimbulkan opini dalam masyarakat bahwa jika Megawati tidak
menjadi
>> presiden suasana indonesia akan runyam, kerusuhan di mana-mana,
dsb.
>>
>> Padahal PDI-P-kan hanya memperoleh sekitar 30-an% saja, tapi
mungkin
inilah
>> yang dimaksud demokrasi oleh oknum-oknum massa dalam PDI-P tsb,
habis
>> ketuanya diam saja sih,.saya pikir Ibu Mega harus menerbitkan
seruan agar
>> massanya mengerti dan membiarkan proses demokrasi berjalan
seperti apa
>> adanya,.bebas dari intimidasi dan sifat arogan gaya orde baru,.
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Izrin Agus <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>> Date: Thursday, July 15, 1999 4:50 PM
>> Subject: Re: [Kuli Tinta] Pernyataan Pak Nas
>>
>> >Assamualaikum wr wb,
>> >Bung Martin jangan menglansir berita yang nggak jelas sumbernya,
kalo
>> memang
>> >Habibie dalam pencalonannya beliau menggunakan tim sukses saya
pikir
wajar
>> >karena seperti Ronald Reagen, George Bush maupun Bill Clinton
dalam
>> >pencalonannya sebagai Presiden selalu ada promotor atau dalam
bahasa
>> lainnya
>> >tim sukses, kalo untuk Clinton cs adalah orang-orang Yahudi.
Sedangkan
>> >mengenai Komando Jihad itulah adalah isu yang sudah usang dan
kita
semua
>> >tahu itu adalah pekerjaan siapa .... ? untuk itulah saya pikir
kita
semua
>> >berpikiran jernih melihat sesuatu tanpa melihat sesuatu dengan
tendensius.
>> >Semoga Allah SWT memberkati semua. Amin
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!