Bung Irfan,
Terima kasih atas tanggapannya.
Seperti yang saya kemukakan, Ide ini memang adalah
Ide jangka Pendek. Tetapi saya masih yakin bahwa
ini paling tidak akan meredam masalah Tawuran.
Tawuran bukan karena seragam ?
Bagaimana kalau mereka bertemu pada hari libur
ditoko buku, di warung tenda, di bioskop dll
dengan tidak memakai seragam ?
Pernahkah kita mendengar ada tawuran pada hari
Minggu di suatu Mall, atau di Bioskop atau di
Toko Buku ???
Jadi kira-kira usul konkrit anda apa untuk meredam
masalah Tawuran, yang mungkin nanti sore atau besok
akan terjadi lagi ?
Salam,
bRidWaN
At 09:48 AM 7/28/99 +0700, Irfan DP wrote:
>tawuran bukan karena seragam kok....
>itu adalah solusi pendek yang kurang bijaksana...
>
>kayaknya lingkungan, sekali lagi lingkungan tempat mereka menjalani hidup
>sekarang ini sangat tidak mendukung anak2 itu untuk belajar, menuntut
>ilmu, mengejar target prestasi belajar tertentu,...dll. Mereka sejak kecil
>udah terbiasa dengan kehidupan nyata yang sangat keras dan brutal. Dan
>setelah mencapai tingkat kedewasaan tertentu barulah mereka "berani"
>mempraktekkan apa yang telah mereka lihat dan alami di kehidupannya.
>Akhirnya, ngga suka orang lain lebih baik dari dia, ngga suka anak lain
>lebih norak dari dia, . dlll. Dan ujungnya dari ketidaksukaannnya dan ke
>egoissannya...."loe berani ama gua", "kalo berani berantem aja", dll.
>bentuk kekerasan yang lain....dan itu selalu menjadi beban pikiran
>mereka..sebelum anak2 lain saingannya kalah dari dia atau korpsnya....
>
>Sebuah pendidikan kekeluargaan yang kacau, pendidikan anak yang ngawur dan
>asal, dan itu segala bentuk pendidikan lainnya yang diabaikan ortu2 di
>Indonesia terutama di wilayah kota besar, dimana ortu ditekan berbagai
>tuntutan kehidupan yang sangat2 keras dan kejam.....frustasi, stress,
>egoisme, ..dll.
>
>Sebuah kehancuran kehidupan remaja dan pendidikan di keluarga semakin
>dijelang oleh rakyat Indonesia, kalo semua aspek kehidupan kekeluargaan
>tidak segera sadar dan mampu berubah dengan positif..
>
>REnungkan...!!!
>
>"Remember about your mortallity...wiser you become..."
>
> Irfan DP
>----------------------------------
>http://medac.geoph.itb.ac.id/irfan
>
>On Wed, 28 Jul 1999, bRidWaN wrote:
>
>>
>> Usul ini saya lemparkan setelah melihat tidak berhasilnya
>> pihak yg berwenang meredam masalah tawuran ini.
>>
>> Saya sangat percaya, bahwa masalah seragam sekolah ini
>> akan sangat ampuh meredam masalah tawuran.
>>
>> Jangan lupa, kalau mereka dalam waktu libur bertemu
>> dibioskop, toko buku, cafe tenda, atau mall, pasti tidak
>> akan ber-tawuran.
>> Tetapi bila mereka ketemu dijalan dg memakai 'SERAGAM PUTIH ABU2"
>> kemungkinan terjadinya tawuran sangatlah besar.
>>
>> Itu dasar dari pemikiran saya.
>>
>> Salam,
>> bRidWaN
>>
>>
>> At 11:07 PM 7/27/99 +0700, Phantom Stranger wrote:
>> >From: Franca A.S. Wenas <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> Kami mau sedikit sumbang pikiran.
>> >> Kenakalan remaja melalui tawuran itu bisa disebabkan oleh hal-hal yang
>> >> berbau kesetiakawanan, rasa keadilan & rasa sok jagoan tanpa (mau)
>> >> mengerti/memahami permasalahan yang sebenarnya, benar atau tidak.
>> >> Kebenaranyapun diukur menurut otak & emosi mereka. Selain itu juga
faktor
>> >> historis yang tidak dapat dihilangkan, sekali sudah bermusuhan, akan
tetap
>> >> musuh.
>> >------------
>> >jadi permasalahan intinya adalah di pola pemikiran mereka ya?
>> >jadi ya itulah yang harus di'perbaiki'...mengenai masalah baju seragam,
saya
>> >kira itu hanya bisa 'mengalihkan' saja..tapi gak bisa menyelesaikan
>> >permasalahannya..
>> >
>> >sebab lain mungkin tekanan2 yang dirasakannya di rumah, sekolah,
pergaulan,
>> >dll..
>> >
>> >> Sisi lain yang mungkin perlu diterapkan, ialah ketegasan kita semua,
>> >> termasuk aparat keamanan, hukum & pendidikan.
>> >> Mereka yang sudah tertangkap tangan sudah seharusnya segera dijatuhi
>> >> hukuman, baik disekolah atau diluar sekolah. Seperti, dirumahkan,
hukuman
>> >> sekolah, dikeluarkan, dimasukkan ke panti anak nakal, bahkan sampai di
>> >> penjara.
>> >--------------
>> >saya setuju dengan ketegasan..
>> >tapi saya ragu, apakah hukuman bisa menyelesaikan masalahnya?
>> >
>> >
>> >
>> >______________________________________________________________________
>> >If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>> >To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>> >To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>> >
>> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>> ______________________________________________________________________
>> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!