Beruntunglah anak2 pemalu.
Beruntunglah anak2 penakut.
Beruntunglah anak2 pintar.
Beruntunglah anak2 yg aktif di ekskul.
Beruntunglah anak2 yg jago olahraga.
Beruntunglah anak2 yg cakep & keren.
Beruntunglah anak2 alim.
Beruntunglah .....

Kalau saya tdk ingin dianggap nobody harus ada sesuatu yg saya tonjolkan.
Kelahi satu2nya jalan. 

Summary-nya kondisi di SMA mungkin saat ini terlalu mengagung2kan hal2 di
atas. Siswa dianggap sebagai Si Pintar, Si Jago Basket, Si ... , bukan
sebagai manusia. Agar mereka dianggap, mereka harus memposisikan dirinya.
Jalan termudah adalah sebagai si Jago Kelahi.
(Demikian juga sekolah, diposisikan sbg sekolah pintar, sekolah jago
basket, ... dll , hingga muncullah sekolah jago kelahi).

Tapi ada juga yg tidak menonjol, tdk mampu memposisikan diri, tdk
tertahan oleh kealimannya. Mereka tetap selamat karena mereka penakut,
atau mereka pemalu. 

Tentu ini sebuah penyederhanaan juga. Karena kondisi sebenarnya tentu 
lebih kompleks.

beDoer

On Wed, 4 Aug 1999, Franca A.S. Wenas wrote:

> Sifat reaksi yang timbul pada umunya dari para remaja akibat adanya rasa
> tertekan maupun emosional (yang berlebihan) itu, tetap harus sangat
> diperhatikan untuk dibatasi.
> Bukankah efek samping yang potensial dari reaksi-reaksi itu menimpah juga
> pada masyarakat sekitarnya, baik fisik atu materi. Ini hakiki loh !!.
> Jadi selain langkah-langkah preventif (yang sangat rumit) dilakukan, langkah
> penindakan juga harus diperhatikan serius secara hukum (tidak brutal loh
> !!!).
> Manusia memang punya watak & perilaku yang berbeda, tapi tetap harus
> menghormati orang lain juga.
> Hidup demokrasi.
> 
> Trim's,  Fw.
> 
> 
> > -----Original Message-----
> > From:       Phantom Stranger [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > 
> > From: Andi <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Yang tawuran seharusnya dibunuh saja, lumayan untuk mengurangi populasi
> > jakarta
> > > yang semakin banyak dengan binatang yang susah diatur. Toh mereka besar
> > juga
> > > tidak membawa manfaat bagi kehidupan, bikin ruwet aparat saja.
> > ---------------------------------------
> > cara yang ekstrim ya?
> > atau bisa juga anak2 yang begitu bersemangat tawuran dikirim ke sebuah
> > negara yang selalu perang..
> > setidak2nya disana mereka bisa menyalurkan semangat tawuran mereka dan
> > berkreasi disana..:)
> > 
> > ada banyak cara orang2 melampiaskan rasa tertekannya..
> > orang2 kantoran tidak tawuran, tapi mungkin mereka juga menjadi penuh
> > kekerasan (terhadap suami, istri, anak, teman2, dll)..
> > pelajar, karena mungkin mereka tidak bisa melampiaskannya kepada orang tua
> > (masih beretika, atau masih terikat budaya harus menurut orang tua (yang
> > mungkin juga merupakan satu bentuk tekanan)), dan juga terhadap teman,
> > maka
> > pelampiasannya adalah kepada apa yang mereka anggap musuh (sekolah lain,
> > dll)..
> > masyarakat tertekan karena kelaparan, ketidakpuasan dan mereka
> > melampiaskannya dengan
> > berbagai kerusuhan..
> > aparat yang tertekan karena tidak dipercayai, selalu dicurigai, selalu
> > disalahkan, lalu mencari2 kesalahan orang lain..dan saat kerusuhan adalah
> > saat yang paling tepat untuk melampiaskan segalanya itu..
> > 
> > semuanya itu adalah kemungkinan2nya..
> > 
> > berarti masalahnya adalah rasa tertekan/tekanan2 yang menimbulkan reaksi2
> > yang berbeda dalam tiap manusia..
> > atau bisa juga dilihat bahwa itu adalah cara untuk menunjukkan kekuasaan..
> > 
> > > Chandra Adenan wrote:
> > > > Begini, anak-2 tetaplah anak-2. mereka sangat agresif, emosional dan
> > reaktif
> > > > (kalo tidak begitu, mestinya anak itu punya kelainan).
> > ----------------------------------
> > saya rasa tidak semuanya seperti itu..orang2 dewasa pun juga ada yang
> > seperti itu..
> > 
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke